SD Muhammadiyah PK Banyudono Bedah Jejak Spiritual Kartini dalam Upacara Hari Kartini

Print Friendly and PDF

Upacara peringatan hari Kartini di SD Muhammadiyah PK Banyudono.


SD Muhammadiyah PK Banyudono Bedah Jejak Spiritual Kartini dalam Upacara Hari Kartini

Boyolali — majalahlarise.com — Peringatan Hari Kartini di SD Muhammadiyah Program Khusus Banyudono pada Senin (20/4/2026) berlangsung khidmat dan sarat makna. Upacara yang digelar di halaman sekolah diikuti seluruh siswa, guru, dan karyawan dengan penuh semangat, sekaligus menjadi ruang pembelajaran karakter dan spiritual.

Keunikan upacara tahun ini terlihat dari keterlibatan petugas upacara dari kelas 5B yang menjalankan tugas dengan tertib, percaya diri, dan penuh tanggung jawab di bawah bimbingan wali kelas, Maya Dwikartika, SE. Penampilan mereka menuai apresiasi dari peserta upacara.

Kepala sekolah, Pujiono, yang bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan amanat dengan tema “Jejak Spiritual Kartini”. Ia mengajak siswa memahami sosok Raden Ajeng Kartini tidak hanya sebagai pelopor emansipasi perempuan, tetapi juga sebagai pribadi yang memiliki kedalaman spiritual.

“R.A. Kartini adalah sosok perempuan yang haus ilmu, termasuk ilmu agama. Beliau belajar kepada KH Saleh Darat. Dari beliau, Kartini mulai memahami makna Al-Qur’an, terutama saat mendengarkan tafsir Surat Al-Fatihah,” kata Pujiono.

Ia menguraikan, pertemuan Kartini dengan KH Saleh Darat menjadi titik penting dalam perjalanan intelektual dan spiritualnya. Dari proses tersebut, Kartini memahami pentingnya keseimbangan antara ilmu dan iman.

Pujiono juga menyampaikan, Kartini memiliki kepedulian besar terhadap kondisi umat Islam yang membaca Al-Qur’an tanpa memahami makna. Dari kegelisahan tersebut, muncul gagasan agar Al-Qur’an diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa yang kemudian melahirkan Kitab Faidlur Rohman.

“Pemikiran Kartini seperti ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ memiliki makna mendalam yang sejalan dengan nilai Al-Qur’an, yaitu dari kegelapan menuju cahaya,” ujarnya.

Melalui amanat tersebut, siswa diajak meneladani semangat Kartini dalam menuntut ilmu, berakhlak mulia, serta memperkuat keimanan.

Upacara Hari Kartini kali ini tidak sekadar mengenang jasa pahlawan, tetapi menjadi momentum menanamkan nilai-nilai spiritual dan karakter kepada peserta didik. SD Muhammadiyah PK Banyudono berharap, melalui refleksi jejak spiritual Kartini, siswa tumbuh menjadi generasi yang cerdas, beriman, dan memiliki semangat juang tinggi dalam meraih masa depan. (Sofyan)


Baca juga: UPK PKBM Syifa Surakarta Diikuti 283 Warga Belajar, Ujian Pendidikan Kesetaraan Berbasis Komputer


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top