UPK PKBM Syifa Surakarta Diikuti 283 Warga Belajar, Ujian Pendidikan Kesetaraan Berbasis Komputer

Print Friendly and PDF

Siswa saat mengerjakan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK).


UPK PKBM Syifa Surakarta Diikuti 283 Warga Belajar, Ujian Pendidikan Kesetaraan Berbasis Komputer

Surakarta – majalahlarise.com – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Syifa Surakarta yang beralamat di Jl. Jamsaren No. 44 Serengan menyelenggarakan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) sebagai tahapan evaluasi akhir bagi peserta didik pada jalur pendidikan nonformal. Kegiatan ini menjadi penentu kelulusan sekaligus pengukur capaian kompetensi warga belajar setelah menuntaskan seluruh proses pembelajaran.

UPK merupakan bagian penting dalam sistem pendidikan kesetaraan, setara dengan ujian sekolah pada pendidikan formal. Melalui ujian ini, peserta didik dari Paket A, Paket B, hingga Paket C diuji sesuai dengan jenjang masing-masing.

Kepala PKBM Syifa Surakarta, Puri Setianingtyas Winantu, menjelaskan pelaksanaan UPK tahun ini mencakup seluruh jenjang pendidikan kesetaraan.

“Kegiatan yang terselenggara hari ini adalah Paket A yang setara dengan SD, sedangkan Paket B akan dilaksanakan minggu depan dan Paket C sudah berlangsung pada awal April. Kegiatan ini menjadi dasar penetapan kelulusan selain nilai rapor dari semester awal hingga akhir serta penilaian sikap,” ujarnya.

Siswa saat mengerjakan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK).


Ia menguraikan, jumlah peserta UPK di PKBM Syifa Surakarta mencapai 283 siswa, terdiri dari 203 peserta Paket A, 29 peserta Paket B, dan 51 peserta Paket C.

“Untuk Paket C kemarin alhamdulillah berjalan lancar sesuai harapan. Kegiatan ini merupakan bagian akhir dari proses asesmen jenjang akhir, sehingga diharapkan menjadi indikator kualitas lulusan sesuai tingkatannya,” jelasnya.

Pelaksanaan UPK di PKBM Syifa dilakukan dengan metode berbasis komputer (UPK-BK) menggunakan perangkat PC yang tersedia di laboratorium komputer. Sistem ini diterapkan untuk meningkatkan efektivitas serta menyesuaikan dengan perkembangan teknologi pendidikan.

Adapun jadwal pelaksanaan UPK terbagi dalam beberapa tahap, yakni Paket C pada 6–10 April 2026, Paket A pada 20–21 April 2026, serta Paket B pada 22–24 April 2026, yang seluruhnya dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Sementara itu, salah satu wali murid STTD Al-Hikam Ustad Dudi Budi Astoko, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan peserta didik dari lembaganya turut mengikuti UPK sebagai bagian dari pengakuan hasil belajar pendidikan nonformal.

“Tujuan dari UPK ini adalah memberikan pengakuan kualitas hasil belajar peserta didik Paket A agar setara dengan pendidikan formal SD. Ini juga menjadi bentuk evaluasi pembelajaran untuk mengukur capaian kompetensi pada setiap mata pelajaran,” tuturnya.

Ia menyebutkan, pada hari pertama pelaksanaan UPK Paket A, peserta mengerjakan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan IPAS.

“Harapannya kegiatan ini dapat menghasilkan capaian maksimal sehingga menjadi tolok ukur kemampuan siswa untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kerja sama antara STTD Al-Hikam dengan PKBM Syifa telah terjalin selama dua tahun dan berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah kerja sama sudah berlangsung dua tahun dan berjalan lancar, baik dari sisi teknis, koordinasi, maupun komunikasi,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan UPK ini, PKBM Syifa Surakarta berkomitmen menghasilkan lulusan pendidikan kesetaraan yang memiliki kompetensi setara dengan pendidikan formal serta siap melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. (Sofyan)


Baca juga: Pengajian dan Halalbihalal SD Muhammadiyah 8 Jagalan Perkuat Ukhuwah dan Semangat Memajukan Sekolah


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top