Gigih Sejak 2011, Usaha Pastel Sri Yatmi Tembus Pasar Solo Raya dengan Kualitas Unggulan

Print Friendly and PDF

Stand pameran produk usaha kuliner Sri Yatmi saat dikunjungi Bupati Sukoharjo, Hj. Etik Suryani. 


Gigih Sejak 2011, Usaha Pastel Sri Yatmi Tembus Pasar Solo Raya dengan Kualitas Unggulan

SUKOHARJO – majalahlarise.com - Usaha kuliner rumahan terus menunjukkan geliat positif di tengah persaingan pasar. Salah satunya datang dari Sri Yatmi, pelaku UMKM asal Nguter, Sukoharjo, yang sukses mengembangkan bisnis pastel dengan kualitas khas yang membedakannya dari produk sejenis.

Sri Yatmi, pemilik brand Gandok Cempluk, menguraikan perjalanan usahanya yang dimulai sejak tahun 2011. Berawal dari produksi kecil-kecilan berbagai kue basah seperti sosis solo dan putu ayu, kini usahanya berkembang dengan produk unggulan berupa pastel yang menjadi favorit konsumen.

“Kami memproduksi aneka kue basah, terutama yang best seller saat ini pastel. Pastel kami minim minyak dan tetap empuk walaupun sudah dingin, itu yang menjadi kelebihan produk kami,” tutur Sri Yatmi.

Ia menjelaskan, kualitas menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan usaha kuliner yang semakin ketat. Menurutnya, menjaga cita rasa dan konsistensi produk menjadi strategi yang terus diterapkan hingga saat ini.

“Strategi saya tetap mengutamakan kualitas produk dan apa yang menjadi keunggulan produk saya tetap saya jaga,” jelasnya.

Perjalanan usaha Sri Yatmi tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pendamping UMKM. Ia mulai aktif mengikuti pembinaan sejak tahun 2019, hingga akhirnya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan tergabung dalam jaringan UMKM di Solo Raya.

Upaya peningkatan kualitas juga dilakukan melalui sertifikasi halal yang berhasil diperoleh pada tahun 2023, seiring program pemerintah dalam mendorong legalitas produk UMKM.

“Alhamdulillah sertifikat halal sudah terbit. Itu sangat membantu kepercayaan konsumen,” ungkapnya.

Dari sisi produksi, Sri Yatmi mampu menghasilkan minimal 150 potong pastel setiap hari, belum termasuk pesanan tambahan dari pelanggan. Jangkauan pemasaran pun kini telah meluas hingga wilayah Solo Raya dan terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Minimal satu hari 150 potong pastel, itu belum termasuk pesanan lain,” katanya.

Dalam menghadapi berbagai tantangan usaha, Sri Yatmi mengedepankan sikap pantang menyerah dan terus belajar. Ia juga aktif mengikuti program inkubasi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2025 sebagai upaya meningkatkan kapasitas usahanya.

“Usaha dan tawakal kepada Allah. Kita wajib belajar, tidak harus formal. Rezeki utama kita itu dari sahabat,” ujarnya.

Saat ini, usaha Gandok Cempluk berlokasi di Pandanan, Kedungwinong, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Sri Yatmi berharap usahanya terus berkembang dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Dengan konsistensi kualitas dan semangat belajar, kisah Sri Yatmi menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk terus bertahan dan berkembang di tengah dinamika dunia usaha. (Sofyan)


Baca juga: Sekolah Unggulan Jadi Kunci Cetak Kader Berkemajuan, Ini Strategi SD Muhammadiyah 1 Solo


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top