Booth Camp Kemdiktisaintek 2026, Asep Yudha Wirajaya Tekankan Kepatuhan Panduan dalam Penyusunan PKM

Print Friendly and PDF



Booth Camp Kemdiktisaintek 2026, Asep Yudha Wirajaya Tekankan Kepatuhan Panduan dalam Penyusunan PKM

SURAKARTA – majalahlarise.com - Booth camp Kemdiktisaintek 2026 yang diselenggarakan di Universitas Sahid Surakarta menghadirkan Asep Yudha Wirajaya sebagai reviewer dan narasumber utama. Senin (6/4/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan bagi mahasiswa yang akan mengajukan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), sebuah program pendanaan pemerintah dengan seleksi yang sangat ketat.

Dalam paparannya, Asep Yudha Wirajaya menekankan bahwa kesesuaian proposal dengan template atau panduan yang telah ditetapkan adalah hal yang paling utama. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan administratif merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap pengusul.

"Kepatuhan terhadap panduan dalam PKM merupakan suatu hal yang tidak bisa ditawar lagi," tegas Asep.

Lebih lanjut, ia menjabarkan proses seleksi secara mendetail, termasuk batasan teknis seperti judul yang tidak boleh melebihi 20 kata dan jumlah halaman proposal maksimal 10 halaman. Ia juga mengingatkan agar mahasiswa membawa ide yang segar dan orisinal. Kualitas proposal juga dipengaruhi oleh kedalaman konten, di mana proposal yang kurang dari 8 halaman biasanya dinilai kurang maksimal oleh reviewer.

"Reviewer memiliki waktu kerja yang terbatas. Tahap pertama adalah meninjau judul, apakah ide tersebut segar atau sudah banyak ditemukan di Google," tambahnya.

Sebagai strategi tambahan untuk menghadapi seleksi yang kompetitif, Asep memberikan rahasia teknis bagi para mahasiswa. Ia menyarankan agar mahasiswa menyertakan data kuantitatif di bagian akhir proposal untuk memudahkan reviewer dalam memahami esensi penelitian secara cepat, mengingat terbatasnya waktu untuk membaca data deskriptif yang panjang.

Menutup penyampaiannya, Asep turut memberikan pandangan mengenai penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam penyusunan proposal. Ia mendukung pemanfaatan AI, namun mengingatkan agar mahasiswa tetap kritis dalam menggunakannya.

"Kita jangan terlalu polos menggunakan AI, kalau bisa gunakan sebagai partner kritis," tutupnya.

Melalui pembekalan ini, diharapkan mahasiswa Universitas Sahid Surakarta dapat lebih mudah dalam menyusun proposal yang berkualitas sehingga mampu lolos tahap uji dan meraih pendanaan PKM.

Penulis: Musa Pratama & Wisnu Agung Wicaksono

Editor: Sofyan


Baca juga: Gigih Sejak 2011, Usaha Pastel Sri Yatmi Tembus Pasar Solo Raya dengan Kualitas Unggulan


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top