KKN 139 UNS Dorong Kesehatan, Ketahanan Pangan, dan Penghijauan Desa Srimulyo

Print Friendly and PDF

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 139 Universitas Sebelas Maret (UNS) menjalankan rangkaian program pengabdian masyarakat di Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen.


KKN 139 UNS Dorong Kesehatan, Ketahanan Pangan, dan Penghijauan Desa Srimulyo

SRAGEN – majalahlarise.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 139 Universitas Sebelas Maret (UNS) menjalankan rangkaian program pengabdian masyarakat di Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, selama Januari hingga Februari 2026. Program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat desa, mulai dari isu kesehatan lingkungan, ketahanan pangan keluarga, pengelolaan limbah rumah tangga, hingga upaya penghijauan kawasan permukiman.

Salah satu program yang mendapat perhatian warga adalah sosialisasi pemanfaatan serai sebagai spray anti nyamuk alami bertajuk SERAYA. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, bersamaan dengan agenda pleno rutin PKK Desa Srimulyo. Program ini lahir dari kepedulian mahasiswa KKN terhadap meningkatnya kasus chikungunya yang terjadi di Dusun Asri dalam beberapa waktu terakhir.

Penanggung jawab program SERAYA, Anggrek Fiska Natalia selaku Wakil Ketua KKN 139, menyampaikan pemanfaatan serai dipilih karena mudah diperoleh dan aman digunakan oleh seluruh anggota keluarga.


“Serai merupakan tanaman yang sudah akrab dengan masyarakat. Selain murah dan mudah didapat, manfaatnya cukup besar sebagai pengusir nyamuk alami. Melalui program ini, kami ingin memberikan solusi pencegahan penyakit yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah,” kata Anggrek.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan pemaparan materi, tetapi juga melakukan demonstrasi langsung proses pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar serai. Peserta diajak mengenal tahapan pengolahan, mulai dari persiapan bahan, proses ekstraksi sederhana, hingga pengemasan produk. Sebagai tindak lanjut, peserta menerima sampel SERAYA agar dapat langsung digunakan dan direplikasi di lingkungan rumah masing-masing.

Pada hari yang sama, KKN 139 UNS juga menggelar sosialisasi kebun sayur rumah tangga dan pengolahan limbah organik menjadi ecoenzim di Dukuh Toklaos Kidul. Kegiatan ini menyasar ibu-ibu warga setempat yang dinilai memiliki peran sentral dalam pengelolaan pangan dan limbah rumah tangga. Materi yang disampaikan mencakup pemanfaatan lahan pekarangan sempit untuk menanam sayuran konsumsi serta pengenalan ecoenzim sebagai alternatif pengolahan limbah organik yang ramah lingkungan.


Anggrek menjelaskan, program ini bertujuan mendorong kemandirian keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan harian.

“Kami ingin ibu-ibu bisa memanfaatkan pekarangan yang ada, sekecil apa pun, untuk menanam sayur. Selain itu, limbah dapur seperti sisa buah dan sayuran dapat diolah menjadi ecoenzim sehingga tidak terbuang percuma,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dilengkapi dengan praktik pembuatan ecoenzim yang dipandu langsung oleh mahasiswa KKN. Peserta juga menerima bibit sayuran sebagai langkah awal penerapan kebun sayur rumah tangga. Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan aktif peserta selama sesi praktik dan diskusi.

Selain fokus pada kesehatan dan ketahanan pangan, KKN 139 UNS turut menginisiasi program penghijauan desa bekerja sama dengan Karang Taruna Cakra Muda Manunggal. Sosialisasi lingkungan dilaksanakan pada Sabtu malam, 31 Januari 2026, dengan membahas pentingnya peran masyarakat dan pemuda dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan ini berlanjut dengan aksi penanaman pohon pada Minggu pagi, 1 Februari 2026, di sepanjang Jalan Karang Srimulyo.

Sekitar 90 bibit pohon estetika, terdiri dari Tabebuya, Glodokan Tiang, dan Pucuk Merah, ditanam secara gotong royong oleh mahasiswa KKN dan pemuda desa. Penanaman pohon ini diharapkan mampu memperindah wajah desa sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dalam jangka panjang.

Ketua Karang Taruna Cakra Muda Manunggal, Jarot, mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa KKN UNS dalam kegiatan lingkungan di desanya.

“Kolaborasi ini memberi semangat baru bagi pemuda desa. Penghijauan tidak hanya membuat lingkungan lebih asri, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama untuk merawatnya,” tutur Jarot.

Melalui rangkaian program tersebut, KKN 139 UNS berupaya memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, ketahanan pangan keluarga, serta kelestarian lingkungan Desa Srimulyo. Program-program ini diharapkan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat sebagai bagian dari gerakan berkelanjutan menuju desa yang sehat, mandiri, dan lestari. (Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top