Dari Dusun Jepurun Giritontro Menuju Pasar Global, Java Bambu Nusantara Angkat Warisan Lokal ke Kancah Internasional

Print Friendly and PDF

Turis mancanegara saat kunjungi Galeri Store Java Bambu Nusantara & Wage Handycraft Bamboo And Wood.


Dari Dusun Jepurun Giritontro Menuju Pasar Global, Java Bambu Nusantara Angkat Warisan Lokal ke Kancah Internasional

Wonogiri – majalahlarise.com - Berawal dari kecintaan pada kearifan lokal dan potensi alam sekitar, Java Bambu Nusantara tumbuh menjadi usaha kerajinan berbasis bambu dan kayu yang kini merambah pasar global. Usaha ini dirintis pada 2019 di Dusun Jepurun, Desa Pucanganom, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, dengan akar kuat pada tradisi turun-temurun masyarakat setempat.

Di wilayah yang kaya akan bambu dan kayu, potensi alam selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal. Dari kondisi inilah muncul gagasan untuk mengolah bahan baku alami menjadi produk kerajinan bernilai guna sekaligus bernilai seni tinggi.

Iqbal Rizki Mardani, Owner Java Bambu Nusantara & Wage Handycraft Bamboo And Wood, menuturkan inspirasi memilih bambu dan kayu tidak lepas dari filosofi kedua material tersebut.


“Bambu dan kayu itu kuat, lentur, dan punya nilai estetika tinggi. Selain itu, keduanya ramah lingkungan dan selaras dengan semangat pelestarian alam. Kami ingin warisan budaya kerajinan tradisional tetap hidup dan berkembang di tengah modernisasi,” ujarnya.

Perpaduan Klasik dan Modern

Keunikan produk Java Bambu Nusantara terletak pada perpaduan nilai klasik dengan inovasi modern. Desain yang dihadirkan memiliki ciri khas tradisional yang kuat, namun tetap mengikuti tren global sehingga relevan dengan kebutuhan pasar internasional.

Dari segi kualitas, usaha ini menempatkan standar tinggi pada pemilihan bahan, kerapian pengerjaan, hingga ketahanan produk. Selain itu, fleksibilitas menjadi nilai tambah karena melayani pesanan custom sesuai kebutuhan konsumen.

Setiap produk bukan hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga fungsional dan personal bagi penggunanya.

Proses Produksi Terstruktur dan Teliti

Proses produksi dilakukan melalui tahapan terstruktur dengan ketelitian tinggi. Tahap awal dimulai dari pemilihan bahan baku. Bambu yang digunakan dipilih berumur sekitar 3–5 tahun agar kuat dan tidak mudah retak. Untuk kayu, dipilih jenis dengan serat baik, tidak mudah lapuk, dan sesuai kebutuhan desain.

Bahan kemudian melalui proses pengawetan, seperti perendaman, pengasapan, atau metode khusus lain untuk mencegah hama dan memperpanjang usia pakai. Setelah itu, bahan dikeringkan hingga kadar air stabil agar tidak melengkung atau pecah.


Tahap selanjutnya meliputi pemotongan dan pembentukan sesuai desain, perakitan dengan teknik tradisional maupun bantuan perekat dan sekrup, hingga proses finishing. Permukaan produk diamplas dan dilapisi vernis, cat, atau coating alami untuk memperindah sekaligus melindungi dari cuaca dan kelembapan.

Sebelum dipasarkan, setiap produk melewati quality control ketat dan dikemas secara aman untuk distribusi.

Strategi Global dengan Sentuhan Bali

Dalam pemasaran, Java Bambu Nusantara menggabungkan strategi digital dan kekuatan galeri fisik. Untuk pasar global, promosi dilakukan melalui marketplace internasional seperti Etsy, eBay, dan Alibaba, serta media sosial Instagram, TikTok, dan Pinterest. Konten yang ditampilkan mengedepankan storytelling tentang proses handmade, keunikan bahan alami, serta budaya Indonesia.

Keberadaan galeri fisik di Kuta Utara, Bali, menjadi kekuatan tersendiri. Lokasi strategis di kawasan wisata premium memudahkan akses ke wisatawan mancanegara, pemilik villa, hingga interior designer.

Melalui pendekatan experiential marketing, produk diposisikan sebagai bagian dari gaya hidup villa dan hospitality. Kolaborasi dengan hotel dan pengelola properti membuka peluang repeat order serta custom order dari pembeli luar negeri.

Sinergi antara digital presence dan galeri offline menciptakan ekosistem pemasaran yang saling mendukung dalam menjangkau pasar internasional.

Visi Naik Kelas dan Memberdayakan

Ke depan, Java Bambu Nusantara tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga membangun visi jangka panjang yang berkelanjutan. Dari sisi pasar, targetnya memperluas jangkauan nasional hingga ekspor dengan positioning sebagai produk eco-friendly bernilai seni tinggi.

Segmen yang dibidik mencakup rumah tangga, hotel, kafe, resort, hingga proyek interior dan arsitektur. Dari sisi inovasi, pengembangan desain mengikuti tren seperti minimalis, Japandi, hingga rustic modern. Produk juga diarahkan ke furniture custom dan dekorasi interior premium.

Tak kalah penting, pemberdayaan masyarakat menjadi fondasi utama. Usaha ini membuka peluang kerja bagi warga sekitar sekaligus meningkatkan keterampilan pengrajin. Ke depan, pengembangan ekosistem dari petani bambu hingga pemasaran dirancang agar pertumbuhan usaha selaras dengan kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya bukan hanya usaha yang berkembang, tetapi masyarakat sekitar juga ikut tumbuh bersama,” tutur Iqbal.

Dengan semangat menjaga warisan budaya dan inovasi berkelanjutan, Java Bambu Nusantara dari Dusun Jepurun membuktikan produk berbasis alam mampu bersaing di pasar global.

Alamat:

📍 Sentra Kerajinan Anyaman Bambu

Dusun Jepurun Pucanganom RT 01/RW 10

Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri

📍 Galeri Store

Jalan Tangkuban Perahu No. 89

Kerobokan Kelod, Badung – Bali


Pemesanan: 08895721042 | 085351304215


Reporter: Sofyan


Baca juga: ASBF Resmi Diperkenalkan di Solo Raya, Tandai Transformasi dari ACSB


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top