ASBF Resmi Diperkenalkan di Solo Raya, Tandai Transformasi dari ACSB

Print Friendly and PDF

Perwakilan calon pengurus dari berbagai daerah di Solo Raya.


ASBF Resmi Diperkenalkan di Solo Raya, Tandai Transformasi dari ACSB

Surakarta – majalahlarise.com - Transformasi kelembagaan resmi diperkenalkan kepada para penggerak kewirausahaan di wilayah Solo Raya melalui kegiatan sosialisasi perubahan nama dari Asia Council for Small Business menjadi Asia Small Business Federation. Kegiatan berlangsung di Hotel Red Chilies Surakarta, Selasa (17/2/2026), dan dihadiri perwakilan calon pengurus dari berbagai daerah di Solo Raya.

Acara yang dikemas dalam bentuk rapat koordinasi regional tersebut dipimpin Chief Executive ASBF Regional Jawa Tengah, Yustinus Dwi Atmojo, S.M. Momentum ini menjadi langkah penting memperkenalkan identitas baru organisasi sekaligus memperkuat struktur kepengurusan ASBF di tingkat daerah.

Dalam agenda koordinasi itu, hadir perwakilan dari lima wilayah Solo Raya, meliputi Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, dan Sragen. Masing-masing wilayah diwakili calon Ketua dan Sekretaris yang diproyeksikan menjadi motor penggerak organisasi di daerahnya.

Chief Executive ASBF Regional Jawa Tengah, Yustinus Dwi Atmojo saat memberi sambutan.


Perubahan nama dari ACSB menjadi ASBF merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan, memperkuat posisi kelembagaan, serta meningkatkan efektivitas dalam mendukung pengembangan usaha kecil dan kewirausahaan di Asia, termasuk Indonesia. Identitas baru ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas wilayah serta mendorong lahirnya pelaku usaha yang berdaya saing.

Yustinus Dwi Atmojo dalam sambutannya menyampaikan pentingnya konsolidasi organisasi di tingkat regional sebagai fondasi penguatan ekosistem kewirausahaan. “Koordinasi ini menjadi langkah awal memastikan kesiapan struktur ASBF di Solo Raya agar mampu menjalankan program pemberdayaan UMKM secara lebih terarah dan berkelanjutan,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan perubahan nama menjadi ASBF diikuti program kerja nyata yang langsung menyasar peningkatan kapasitas dan akses pasar UMKM. Dalam waktu dekat, ASBF akan berkolaborasi bersama UMKM dalam Rapat Kerja tingkat Asia di Bali. Sebanyak 14 negara anggota ASBF Asia dijadwalkan hadir sebagai buyer, membuka peluang pertemuan langsung antara pelaku usaha lokal dan pasar internasional.

Perubahan nama dari ACSB menjadi ASBF.


Selain itu, ASBF Jawa Tengah akan terlibat dalam ajang Trade Expo Indonesia di ICE BSD, Tangerang. Pameran tersebut dikenal sebagai sarana promosi produk unggulan UMKM bertaraf internasional sekaligus pintu masuk ekspor bagi pelaku usaha daerah.

“Hal tersebut menjadi program kerja nyata ASBF Jawa Tengah dalam mendampingi UMKM naik kelas. ASBF merupakan wadah kolaborasi nyata bagi pelaku usaha,” ujar Yustinus.

Menurutnya, pendekatan ASBF tidak berhenti pada pendampingan administratif, melainkan membangun ekosistem kolaboratif yang mempertemukan pelaku usaha dengan jaringan pasar regional dan global. Dengan struktur kepengurusan yang mulai dibentuk di Solo Raya, ASBF diharapkan mampu menjadi penghubung strategis antara UMKM lokal dan peluang perdagangan internasional.

Melalui kegiatan ini, ASBF Regional Jawa Tengah menegaskan komitmen mendorong pertumbuhan kewirausahaan lokal dan memperkuat peran pelaku usaha kecil sebagai pilar ekonomi daerah. Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi titik awal pembentukan kepengurusan definitif ASBF Area Solo Raya agar segera menjalankan berbagai program strategis organisasi.

Dengan terbentuknya struktur organisasi yang solid di tingkat wilayah, ASBF optimistis dapat mempercepat pemberdayaan usaha kecil dan menengah serta menciptakan ekosistem kewirausahaan yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan di kawasan Solo Raya. (Fery/ Sofyan)


Baca juga: Tarhib Ramadhan, PR-IPM PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Gelar PELITA dan Lantik Ketua Baru


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top