Peringatan Isra Mi’raj di SMP Negeri 4 Wonogiri Ajak Siswa Perbaiki Kualitas Salat

Print Friendly and PDF

 

Dalam tausiahnya, ustaz Gatot Tri Widodo menguraikan peristiwa Isra Mi’raj.

Peringatan Isra Mi’raj di SMP Negeri 4 Wonogiri Ajak Siswa Perbaiki Kualitas Salat

WONOGIRI – majalahlarise.com - SMP Negeri 4 Wonogiri menyelenggarakan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (17/1/2026). Kegiatan keagamaan ini mengusung tema “Dengan Semangat Isra Mi’raj Mari Perbaiki Salat Kita” dan diikuti seluruh murid dalam suasana khidmat dan penuh makna.

Peringatan Isra Mi’raj tersebut menghadirkan ustaz Gatot Tri Widodo, S.Pd. sebagai penceramah. Sejak awal kegiatan, siswa diajak memahami makna Isra Mi’raj sebagai peristiwa penting yang menjadi landasan utama kewajiban salat lima waktu bagi umat Islam.

Kepala SMP Negeri 4 Wonogiri, Saleha, M.Pd., dalam pesannya kepada para siswa mengajak seluruh peserta didik menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum perbaikan diri dalam beribadah.

“Mari dengan semangat Isra Mi’raj, kita perbaiki salat kita. Salat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga kebutuhan yang membentuk karakter, kedisiplinan, dan akhlak mulia,” ujar Saleha.

Dalam tausiahnya, ustaz Gatot Tri Widodo menguraikan peristiwa Isra Mi’raj sebagai perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam satu malam untuk bertemu Allah SWT sekaligus menerima perintah salat lima waktu.

“Isra Mi’raj menjadi peristiwa luar biasa karena di situlah Nabi Muhammad SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk melaksanakan salat lima waktu,” ujar Gatot Tri Widodo di hadapan para siswa.

Ia juga menuturkan pentingnya pembiasaan salat sejak usia dini. Menurutnya, pendidikan salat harus dimulai sejak anak masih kecil agar tertanam kuat hingga dewasa.

“Anak usia tujuh tahun sudah harus dibiasakan melaksanakan salat. Pada usia itu, salat masih dalam tahap pembiasaan. Ketika sudah akil balig, salat berubah menjadi kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ustaz Gatot Tri Widodo menguraikan tiga keistimewaan salat yang perlu dipahami dan diamalkan oleh para siswa. Keistimewaan pertama, salat mengajarkan sikap rendah hati.

“Ketika sujud, kepala yang secara duniawi dianggap paling tinggi justru sejajar dengan kaki. Ini mengajarkan kerendahan hati dan mengingatkan bahwa semua manusia memiliki derajat yang sama di hadapan Allah SWT,” jelasnya.

Keistimewaan kedua, salat membentuk karakter ikhlas dalam diri seseorang. Ia menyampaikan, orang yang ikhlas akan menjalani kewajiban dengan hati yang ringan.

“Salat melatih kita untuk ikhlas melakukan segala sesuatu hanya untuk Allah. Kalau sudah ikhlas, kewajiban apa pun akan terasa ringan,” katanya.

Adapun keistimewaan ketiga, salat menghadirkan ketenangan batin. Ia menguraikan, ketenangan hati dapat diraih melalui cara pandang yang tepat terhadap kehidupan.

“Kunci ketenangan hati adalah melihat urusan dunia ke arah bawah agar kita bersyukur, dan melihat urusan akhirat ke arah atas supaya kita punya tujuan hidup,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Peringatan Isra Mi’raj ini, SMP Negeri 4 Wonogiri berharap dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa, mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan sekolah, serta menumbuhkan kesadaran untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW, khususnya dalam menjaga dan memperbaiki kualitas pelaksanaan salat lima waktu. (Sofyan)


Baca juga: PR IPM PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Gelar MUSRAN ke-X, Estafet Gerakan Organisasi Berkemajuan


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top