PR IPM PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Gelar MUSRAN ke-X, Estafet Gerakan Organisasi Berkemajuan

Print Friendly and PDF



PR IPM PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Gelar MUSRAN ke-X, Estafet Gerakan Organisasi Berkemajuan

Boyolali – majalahlarise.com - Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Pondok Pesantren Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum (PonpesMU) Sambi menyelenggarakan Musyawarah Ranting (MUSRAN) ke-X pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan berlangsung di aula utama pondok dengan mengusung tema “Estafet Gerakan: Lanjutkan Perjuangan Menuju Organisasi Berkemajuan.”

MUSRAN diikuti jajaran mudir dan asatidz PonpesMU, Pembina IPM, perwakilan PC IPM Sambi, Pimpinan Daerah (PD) IPM Boyolali, serta puluhan kader IPM PonpesMU. Forum ini menjadi ruang konsolidasi penting bagi keberlanjutan gerakan pelajar Muhammadiyah di lingkungan pesantren.

Ketua Panitia MUSRAN ke-X, Faizal Ahmad Fajar, menyampaikan kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga sarana kaderisasi dan evaluasi organisasi. Menurutnya, MUSRAN menjadi momentum strategis untuk meneguhkan idealisme pelajar Muhammadiyah sekaligus memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan dengan baik.

“Musyawarah ranting ini menjadi ruang belajar kepemimpinan sekaligus refleksi gerakan, agar IPM PonpesMU tetap konsisten bergerak dan memberi manfaat,” ujar Faizal dalam laporan kepanitiaan.

Sementara itu, Ketua PR IPM PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum periode berjalan, Naufal Galih Raditya, menguraikan perjalanan satu periode kepengurusan yang penuh dinamika. Ia menjelaskan pentingnya keberanian berinovasi dalam dakwah pelajar, tanpa meninggalkan nilai keislaman dan ke-Muhammadiyahan.

“Estafet gerakan harus terus berjalan dengan ruh yang sama, berilmu, berakhlak, dan beramal nyata untuk umat,” tuturnya.

Apresiasi juga disampaikan perwakilan PD IPM Boyolali, Aria Giswa Nanda. Ia menilai kader IPM PonpesMU memiliki semangat juang yang progresif dan berpotensi menjadi motor perubahan, baik di lingkungan pesantren, sekolah, maupun masyarakat sekitar.

Puncak acara ditandai dengan pembukaan resmi MUSRAN oleh Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum. Dalam arahannya, ia menjelaskan pentingnya empat modal organisasi atau 4K sebagai fondasi gerakan IPM, meliputi komitmen terhadap nilai Islam dan Muhammadiyah, koordinasi yang rapi, komunikasi yang terbuka dan santun, serta kolaborasi dengan pesantren, sekolah, dan persyarikatan.

Ia berharap kepengurusan baru nantinya mampu melanjutkan estafet perjuangan dengan pendekatan yang lebih kreatif, adaptif, dan berkemajuan.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sidang pleno, penyampaian laporan pertanggungjawaban, perumusan program kerja, hingga pemilihan pimpinan ranting untuk periode selanjutnya. MUSRAN ditutup dengan doa bersama dan komitmen kolektif menjadikan IPM PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum sebagai teladan gerakan pelajar yang berakhlak mulia, berprestasi, serta berdaya manfaat bagi umat dan bangsa. (Sofyan)


Baca juga: SD Muhammadiyah 1 Solo Sukses Gelar Muhi Islamic Student Camp


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top