Lakon Sri Mulih Jadi Tradisi Wajib dalam Pagelaran Wayang Merti Dusun Desa Penggung

Print Friendly and PDF

Pagelaran wayang kulit dengan lakon Sri Mulih.


Lakon Sri Mulih Jadi Tradisi Wajib dalam Pagelaran Wayang Merti Dusun Desa Penggung

BOYOLALI – majalahlarise.com - Pagelaran wayang kulit dengan lakon Sri Mulih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi Merti Dusun di Desa Penggung, Kabupaten Boyolali. Tradisi ini berawal dari kisah leluhur saat desa tersebut pernah dilanda wabah penyakit pada masa lalu.

Kala itu, seorang tokoh masyarakat memindahkan lokasi desa dan bernazar akan menggelar pertunjukan wayang apabila seluruh warga selamat dari wabah. Sejak saat itulah, pagelaran wayang terus dilaksanakan secara turun-temurun dan dijaga hingga sekarang.

Kepala Desa Penggung, Suyamto, mengatakan tradisi Merti Dusun kini tidak hanya menjadi ritual adat, tetapi juga dikembangkan sebagai wisata budaya lokal. Kegiatan tahunan ini dilaksanakan secara gotong royong oleh warga, baik dalam pelaksanaan maupun pendanaan.

“Total anggaran yang terkumpul mencapai sekitar Rp95 juta, murni dari partisipasi masyarakat. Ini menjadi bukti semangat gotong royong warga Desa Penggung,” ujar Suyamto saat ditemui di lokasi, Selasa (13/1/2026).

Ia menambahkan, semangat gotong royong perlu terus ditanamkan agar masyarakat tidak selalu bergantung pada dana desa. Menurutnya, keterlibatan langsung warga sangat penting untuk mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Dalam rangkaian Merti Dusun tahun ini, digelar pagelaran wayang kulit siang hari dengan lakon Sri Mulih dan malam hari dengan lakon Bima Bungkus. Kedua pertunjukan tersebut dibawakan oleh dalang Tantut Sutanto. Selain itu, sepanjang jalan Desa Penggung juga diramaikan dengan bazar pasar murah yang melibatkan pelaku UMKM, baik dari dalam maupun luar desa.

“Visi kami adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui kerja keras dan kerja cerdas, sehingga Desa Penggung bisa menjadi desa yang maju, mandiri, dan sejahtera,” kata Suyamto.

Sementara itu, Ketua Panitia Merti Dusun, Tri Haryanto, menjelaskan rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Minggu dengan kerja bakti membersihkan lingkungan RW 7 hingga RW 11. Kegiatan berlanjut pada Senin pagi dengan pentas karawitan anak-anak SD, dan malam harinya karawitan warga yang dimainkan oleh para bapak-bapak Desa Penggung.

“Pagi ini juga dilakukan ritual di Kepunden, yang merupakan petilasan sesepuh Desa Penggung, sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur,” jelasnya. (Ags/ Sofyan)


Baca juga: Tausiyah Ahad Pagi Ust. Pujiono di Demangan Bahas Empat Hal yang Membinasakan Kehidupan


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top