Perjalanan KDMP Kelurahan Pagutan, Dari Perjuangan Legalitas hingga Menggerakkan Ekonomi

Print Friendly and PDF

Pembangunan Gedung KDMP Kelurahan Pagutan memasuki tahap akhir.


Perjalanan KDMP Kelurahan Pagutan, Dari Perjuangan Legalitas hingga Menggerakkan Ekonomi

Wonogiri — majalahlarise.com - Perjalanan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kelurahan Pagutan, Kecamatan Manyaran, menunjukkan dinamika panjang dan penuh tantangan. Mulai dari proses perizinan pembangunan hingga upaya membuka akses pasar, koperasi ini terus berupaya menguatkan ekonomi masyarakat.

Lurah Pagutan, Sukadi, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/1/2026), menyampaikan KDMP Pagutan lahir dari inisiatif kuat desa untuk menghadirkan pusat aktivitas ekonomi yang legal dan berkelanjutan. Ia menguraikan proses awal pembangunan Gedung KDMP yang diawali dengan pengajuan resmi hingga memastikan status lahan terbebas dari kawasan pertanian berkelanjutan.

“Lahan yang digunakan sudah dinyatakan bebas, bukan lahan hijau atau lahan pertanian berkelanjutan, sehingga dinas terkait menyarankan bangunan bisa berdiri di lokasi tersebut,” kata Sukadi.

Pembangunan Gedung KDMP kini memasuki tahap akhir dan ditargetkan selesai pada bulan ini. Meski penyerahan resmi masih menunggu kepastian, aktivitas KDMP Kelurahan Pagutan sudah berjalan sejak Oktober 2025. Salah satu langkah awal dilakukan dengan menjalin kerja sama bersama Pupuk Indonesia. Dari 12 kelompok yang mengajukan, tiga kelompok berhasil diterima dan aktif hingga awal 2026.

Sukadi menjelaskan, usia KDMP yang masih muda menjadi pertimbangan utama dalam perluasan distribusi pupuk. Ia menyampaikan Pupuk Indonesia membuka peluang evaluasi lanjutan jika kinerja koperasi dinilai baik.

“KDMP diminta menjalankan dulu prosesnya. Jika dalam perjalanannya menunjukkan hasil positif, bukan tidak mungkin kelompok lain akan diarahkan ke KDMP Pagutan,” tuturnya.

Selain sektor pupuk, KDMP Kelurahan Pagutan juga mencoba masuk ke program pangan Bulog, terutama distribusi beras dan minyak. Namun, sebagian produk premium dinilai belum sepenuhnya diterima masyarakat karena faktor harga. Kondisi ini membuat sistem penjualan paket belum memberikan keuntungan optimal bagi koperasi.

Upaya lain dilakukan melalui suplai hasil pertanian ke Bulog, salah satunya jagung. Sukadi menceritakan pengiriman awal mencapai 10 ton, meski sebagian dikembalikan akibat kendala kualitas. Meski demikian, langkah tersebut membuka akses penting.

“Setidaknya KDMP sudah punya nama dan kontrak di Bulog. Kalau nanti ada suplai lagi, prosesnya akan jauh lebih mudah,” jelasnya.

Memasuki 2026, KDMP Kelurahan Pagutan menargetkan penguatan sektor pertanian melalui pembelian gabah dan jagung, serta penjajakan usaha penggilingan. Untuk sektor gas bersubsidi, seluruh persyaratan telah dipenuhi, meski masih menunggu tindak lanjut dari pihak terkait.

Di sisi permodalan, Sukadi menekankan pentingnya keberanian pengurus dan pengawas untuk berinvestasi secara internal. Menurutnya, kepercayaan diri dari orang dalam menjadi kunci menarik kepercayaan pihak luar.

“Kalau pengurus dan pengawas sendiri tidak berani investasi, orang luar tentu akan ragu,” ujarnya.

KDMP Kelurahan Pagutan juga sempat mengkaji peluang budidaya semangka dengan potensi keuntungan cukup menjanjikan. Namun, faktor musim hujan dan risiko produksi membuat koperasi memilih menunda hingga kondisi lebih siap.

Menutup penjelasannya, Sukadi menyampaikan KDMP Kelurahan Pagutan akan menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada awal Februari 2026 untuk membahas program kerja dan arah pengembangan ke depan. Meski secara pembukuan masih mencatat kerugian akibat penurunan harga hingga akhir 2025, ia optimistis kondisi akan membaik seiring rencana pengembalian selisih harga dari pemerintah.

“Kami yakin, dengan proses yang terus berjalan dan dukungan semua pihak, KDMP Kelurahan Pagutan akan tumbuh menjadi penggerak ekonomi kelurahan,” pungkasnya. (Sofyan)


Baca juga: Lakon Sri Mulih Jadi Tradisi Wajib dalam Pagelaran Wayang Merti Dusun Desa Penggung


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top