GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Tausiyah Ahad Pagi Ust. Pujiono di Demangan Bahas Empat Hal yang Membinasakan Kehidupan
![]() |
| Tausiyah oleh Ust. Pujiono dengan tema “Berlindung dari Empat Hal yang Membinasakan". |
Tausiyah Ahad Pagi Ust. Pujiono di Demangan Bahas Empat Hal yang Membinasakan Kehidupan
Boyolali — majalahlarise.com - Pengajian Ahad pagi yang digelar di Balaidesa Demangan, Kecamatan Sambi, berlangsung khidmat dan penuh antusias, Ahad, 11 Januari 2025. Kegiatan keagamaan tersebut diisi tausiyah oleh Ust. Pujiono dengan tema “Berlindung dari Empat Hal yang Membinasakan.”
Pengajian dihadiri warga Desa Demangan dari berbagai kalangan. Turut hadir Kaur Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Demangan, Sarjana, serta tokoh masyarakat Rusyidi yang bersama jamaah mengikuti tausiyah hingga selesai.
Dalam ceramahnya, Ust. Pujiono menguraikan pentingnya memohon perlindungan kepada Allah SWT dari empat perkara yang dapat membinasakan kehidupan manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Ia menjelaskan, kehancuran seseorang sering bermula dari kerusakan hati dan kelalaian dalam mendekatkan diri kepada Allah, bukan semata karena kekurangan harta atau jabatan.
“Rasulullah mengajarkan umatnya untuk berlindung dari hati yang tidak khusyuk, doa yang tidak didengar, ilmu yang tidak bermanfaat, serta nafsu yang tidak pernah merasa puas. Empat hal ini jika dibiarkan akan membinasakan pelakunya secara perlahan,” tutur Ust. Pujiono di hadapan jamaah.
Dengan penyampaian yang komunikatif dan sarat hikmah, ia mengajak jamaah melakukan muhasabah diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta membiasakan doa agar hati tetap lembut dan dekat dengan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kaur Kesra Desa Demangan, Sarjana, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pengajian Ahad pagi tersebut. Menurutnya, kegiatan pengajian rutin memiliki peran penting dalam memperkuat keimanan sekaligus mempererat ukhuwah di tengah masyarakat desa.
Pengajian Ahad pagi ditutup dengan doa bersama, memohon perlindungan Allah SWT agar masyarakat Desa Demangan dijauhkan dari hal-hal yang membinasakan serta dianugerahi kehidupan yang aman, tenteram, dan penuh keberkahan. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...

Tidak ada komentar: