SMK Muhammadiyah 4 Boyolali Canangkan 2026 sebagai Pusat Pengembangan Animasi dan Game

Print Friendly and PDF

Rapat Pleno Komite Sekolah yang digelar Rabu, 24 Desember 2025, bertempat di ruang Kepala Sekolah.


SMK Muhammadiyah 4 Boyolali Canangkan 2026 sebagai Pusat Pengembangan Animasi dan Game

BOYOLALI – majalahlarise.com - SMK Muhammadiyah 4 Boyolali mencanangkan tahun 2026 sebagai tonggak penguatan sekolah vokasi dengan arah pengembangan animasi dan game. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Pleno Komite Sekolah yang digelar Rabu, 24 Desember 2025, bertempat di ruang Kepala Sekolah.

Rapat pleno dihadiri Ketua dan anggota Komite Sekolah, Kepala Sekolah, serta unsur pengurus yang berasal dari perwakilan orang tua, pakar pendidikan, dan tokoh masyarakat. Agenda rapat meliputi laporan akhir tahun Kepala Sekolah, evaluasi program berjalan, serta pembahasan rencana kerja sekolah tahun 2026.

Kepala SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, Suprap, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menguraikan empat poin utama. Pertama, laporan realisasi Bantuan Teaching Factory Kolaborasi senilai Rp1,5 miliar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk penguatan tenaga kependidikan, pengadaan peralatan dan perlengkapan pembelajaran, serta pendidikan dan pelatihan.

“Sesuai petunjuk teknis, 50 persen bantuan digunakan untuk pengadaan peralatan yang mendukung proses belajar mengajar,” ujar Suprap.

Poin kedua, Suprap menguraikan hasil kunjungan ke Jepang yang difasilitasi Kemendikdasmen RI. Kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah nota kesepahaman (MoU) dengan perguruan tinggi swasta dan perusahaan di Jepang. Ia menguraikan, Jepang masih membutuhkan tenaga terampil dari Indonesia, sehingga SMK Muhammadiyah 4 Boyolali merencanakan penambahan mata pelajaran Bahasa Jepang sebagai kegiatan ekstrakurikuler, yang ke depan diarahkan menjadi mata pelajaran tetap.

Poin ketiga berkaitan dengan proses regenerasi kepemimpinan sekolah sebagai keniscayaan organisasi. Sementara poin keempat menyoroti penguatan branding sekolah agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Ketua Komite Sekolah, Drs. H. Yuli Priyana, M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian sekolah yang terus menunjukkan peningkatan kinerja. Menurutnya, kemampuan sekolah beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi indikator penting di era digital.

“Di era 4.0, sekolah harus terus berinovasi dengan memperkuat kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia industri, termasuk penguatan AI dan coding. Rencana menjadikan sekolah sebagai pusat pengembangan animasi dan game merupakan langkah strategis,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi SMK Muhammadiyah 4 Boyolali sebagai sekolah vokasi yang fokus menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), tanpa meninggalkan jati diri sebagai sekolah Muhammadiyah yang bernafaskan nilai-nilai Islam. Menurutnya, penguatan karakter peserta didik dan lulusan menjadi pembeda utama di tengah persaingan global.

Anggota Komite Sekolah, H. Dahlan Muttaqien, turut menguraikan pentingnya loyalitas pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) terhadap persyarikatan, sekaligus menyiapkan kader sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan yang berkesinambungan.

Memasuki usia ke-28 pada tahun 2026, SMK Muhammadiyah 4 Boyolali telah menyepakati sejumlah langkah perbaikan strategis. Kesepakatan tersebut meliputi peninjauan kembali visi dan misi sekolah agar selaras dengan perkembangan IPTEK, fokus pada peningkatan kualitas lulusan yang didukung sarana dan prasarana memadai, serta mewujudkan rumah tahfidz dan pusat pengembangan animasi dan game sebagai penguatan branding sekolah.

Selain itu, sekolah didorong untuk memperluas kerja sama di tingkat lokal, nasional, hingga internasional, serta memastikan kesinambungan kepemimpinan sebagai fondasi keberlanjutan institusi.

Menyikapi kebijakan pemerintah terkait pendekatan Deep Learning, program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Tes Kompetensi Akademik (TKA), pihak sekolah menyampaikan kesiapan pelaksanaan. Pendekatan Deep Learning terus diupayakan melalui berbagai program internal, termasuk pelatihan tenaga kependidikan. Program MBG dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 5 Januari 2026, bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah setelah libur semester. Sementara itu, TKA diikuti seluruh siswa dengan melibatkan semua mata pelajaran sebagai kebijakan sekolah. (Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top