Workshop Hari Kedua SD Muhammadiyah PK Nogosari, Penyuluhan dan Strategi Menuju Sekolah Adiwiyata

Print Friendly and PDF

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Dakwah, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (P2DAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).


Workshop Hari Kedua SD Muhammadiyah PK Nogosari, Penyuluhan dan Strategi Menuju Sekolah Adiwiyata

Boyolali – majalahlarise.com – Rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Dakwah, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (P2DAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali dilanjutkan di SD Muhammadiyah PK Nogosari, Selasa (30/9/2025). Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada Workshop Penyuluhan Sekolah Adiwiyata dan Strategi Menuju Sekolah Adiwiyata, dengan tujuan memperkuat literasi lingkungan sekaligus menanamkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam kehidupan sekolah.

Ketua tim pengabdian, Dr. Zaki Afifi, M.Pd., menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya UMS mendukung sekolah-sekolah Muhammadiyah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat, berbudaya, dan ramah lingkungan.

Workshop pertama bertajuk “Penyuluhan Sekolah Adiwiyata” menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali, Widi Dewi Utami, S.T.. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini. Ia juga menjelaskan langkah-langkah administratif menuju predikat Adiwiyata, antara lain: pembentukan SDM Adiwiyata dan kader minimal 20% dari jumlah siswa, penyusunan Identifikasi Potensi dan Masalah Lingkungan Hidup (IPMLH), pelaksanaan evaluasi diri sekolah, penyusunan gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah (PBLHS), serta integrasi pendidikan lingkungan dalam kurikulum dan modul ajar.

Sementara itu, workshop kedua mengangkat tema “Strategi Menuju Sekolah Adiwiyata” dengan pemaparan langsung oleh Kepala SD Muhammadiyah PK Nogosari, Ustadz Ria Isngadi, S.Pd. Ia menjelaskan sekolah menargetkan meraih predikat Adiwiyata dalam dua tahun ke depan. 


“Perilaku ramah lingkungan harus dimulai dari diri sendiri. Kami akan menindaklanjuti program ini dengan pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, pembentukan SDM Adiwiyata, koordinasi lanjutan dengan DLH Boyolali, pengadaan sarana-prasarana ramah lingkungan, serta program penanaman pohon bagi siswa. Tidak kalah penting, kami juga akan melibatkan wali murid untuk mendampingi anak-anak berperilaku ramah lingkungan,” terangnya.

Acara yang dihadiri seluruh guru dan karyawan SD Muhammadiyah PK Nogosari ini merupakan kelanjutan dari kegiatan hari pertama yang mengangkat topik etika lingkungan dan penghijauan. Diskusi hari kedua mempertegas komitmen sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, hijau, dan berlandaskan nilai-nilai Islam serta Kemuhammadiyahan.

Selain penyuluhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini juga menghasilkan langkah-langkah strategis menuju Sekolah Adiwiyata, mulai dari penyediaan sarana pendukung, penerapan perilaku ramah lingkungan di seluruh aspek sekolah, hingga penguatan peran warga sekolah dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan sinergi antara sekolah, orang tua, dan instansi terkait, SD Muhammadiyah PK Nogosari optimis dapat menjadi sekolah unggulan yang tidak hanya berprestasi dalam akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam kepedulian terhadap lingkungan. (Sofyan)


Baca juga: Festival Budaya dan Closing Ceremony Day 1 Meriah Praktikum Profesi Makro Mahasiswa BPI UIN Jakarta di Mojopuro



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top