GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Kebun Melon NDORO BEI FARM Jadi Wisata Petik Baru di Wonogiri
![]() |
| Ndoro Bei Farm yang dikelola Agung Nugroho, berlokasi di Desa Mlokomanis Wetan, Kecamatan Ngadirojo. |
Kebun Melon NDORO BEI FARM Jadi Wisata Petik Baru di Wonogiri
Wonogiri – majalahlarise.com - Wisata agro berbasis kebun melon mulai tumbuh di Kabupaten Wonogiri. Salah satunya hadir melalui Ndoro Bei Farm yang dikelola Agung Nugroho, berlokasi di Desa Mlokomanis Wetan, Kecamatan Ngadirojo. Kebun melon modern ini mulai menarik perhatian masyarakat, terutama bagi mereka yang ingin merasakan langsung pengalaman memetik buah segar dari pohonnya.
Agung menjelaskan, usaha kebun melon ini menggunakan metode pertanian modern berbasis hidroponik atau dikenal dengan Water Culture Farming. Sistem yang dipakai adalah Nutrient Film Technique (NFT) yang baru ia jalankan sekitar satu tahun terakhir. Saat ini, terdapat dua unit greenhouse masing-masing seluas 500 meter persegi dengan jumlah tanaman 1.500–1.600 pohon per unit.
“Untuk greenhouse yang ini baru panen pertama, sedangkan yang satunya sudah panen kedua dan sebentar lagi masuk panen ketiga,” ungkap Agung.
Menurutnya, konsep wisata petik melon masih terbilang baru di Wonogiri. Meski animo masyarakat pada awalnya belum begitu besar, perlahan jumlah pengunjung mulai meningkat seiring dengan semakin dikenalnya kebun tersebut.
“Awalnya memang belum banyak yang tahu. Tetapi sekarang sudah mulai ada peningkatan dibandingkan sebelumnya. Ke depan, kami akan lebih gencar melakukan promosi melalui berbagai media agar masyarakat lebih mengenal Ndoro Bei Farm,” jelasnya.
Dari sisi harga, melon yang dipanen di kebun tersebut cukup terjangkau. Jenis Inthanon dijual Rp28.000 per kilogram, sementara jenis Sunny dibanderol Rp30.000 per kilogram. Saat ini baru dua jenis melon tersebut yang dibudidayakan.
Agung optimistis prospek usaha pertanian modern berbasis wisata petik cukup menjanjikan. Selain menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung, usaha ini juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
“Prospeknya bagus untuk ke depan. Kami berharap selain menjadi tempat penjualan hasil panen, kebun ini bisa berkembang menjadi destinasi wisata edukasi pertanian. Jadi, masyarakat tidak hanya membeli, tapi juga bisa belajar langsung bagaimana membudidayakan melon berkualitas,” tambahnya.
Kehadiran Ndoro Bei Farm menambah pilihan destinasi wisata di Wonogiri, yang selama ini lebih dikenal dengan potensi wisata alam dan kuliner. Dengan promosi dan pengembangan berkelanjutan, kebun melon ini diharapkan mampu menjadi ikon wisata baru sekaligus memperkuat sektor ekonomi lokal. (Ags/ Sofyan)
Baca juga: SMA Negeri 1 Manyaran Hidupkan Kearifan Lokal Lewat Ecoprint, Kuliner Tradisional, dan Tari Daerah
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...

Tidak ada komentar: