Muhammadiyah Boyolali Gandeng Sentra Eduglobal AS Kembangkan Sekolah Bilingual Internasional

Print Friendly and PDF



Muhammadiyah Boyolali Gandeng Sentra Eduglobal AS Kembangkan Sekolah Bilingual Internasional

Solo - majalahlarise.com - Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali menjalin kerja sama dengan Lembaga Sentra Eduglobal Washington DC, Amerika Serikat. Kolaborasi ini bertujuan mengembangkan sekolah-sekolah Muhammadiyah menjadi Bilingual International Schools dengan standar kurikulum internasional Sentra Eduglobal.

Kerja sama tersebut mendapat pendampingan langsung dari dua tokoh pendidikan internasional, yakni Prof. Andrew Peter Boom, Ph.D., Deputy Director of The English Education Development Center University of Tokyo, dan Ms. Honny Steward, Director of Sentra Eduglobal, Washington DC.

Tahap pertama pendampingan dilaksanakan pada 10–11 Mei 2025 di Hotel Adhiwangsa Solo, melalui Primary English Teacher Workshop yang dipandu Ms. Honny Steward. Tahap kedua berlangsung pada 12–13 Agustus 2025 di lokasi yang sama, meliputi Sentra Eduglobal English Teacher Workshop dan English Teacher Coaching Program yang dipandu langsung Prof. Andrew Peter Boom, Ph.D. dan Ms. Honny Steward.

Sekolah dan madrasah Muhammadiyah yang telah mengikuti program ini meliputi: SD Muhammadiyah Program Khusus Andong Boyolali, SD Muhammadiyah Program Khusus Ampel Boyolali, SD Muhammadiyah Program Khusus Tumang Cepogo Boyolali, MI Muhammadiyah Program Khusus Boyolali, MTs Muhammadiyah 7 Klego Boyolali dan tamu kehormatan dari SD Muhammadiyah Birul Walidain Tanon Sragen, serta MI Muhammadiyah 1 Program Khusus Pare, Kediri – Jawa Timur.

Program ini mencakup standarisasi kurikulum bilingual internasional Sentra Eduglobal, penyusunan modul pembelajaran, pembentukan KKG dan MGMP, lokakarya, workshop, coaching asesmen, hingga sertifikasi kompetensi internasional bagi siswa yang lulus uji.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Boyolali, Kamtar, menyatakan program ini menjadi langkah strategis untuk mencetak kader bangsa yang unggul dan berakhlak mulia. “Spirit, Success, Yes. Jangan pernah berkata: kami tidak bisa, tidak mungkin, tidak tahu, tidak perlu, atau tidak mampu,” tegas Kamtar dalam rilisnya yang erima redaksi Kamis (14/8/2025).

Kerja sama ini diharapkan menjadi tonggak Sejarah kemajuan pendidikan Muhammadiyah Boyolali, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045. (Ags/ Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top