Hasil Jajak Pendapat Solo Raya Polling, Gusti Bhre dan Sekar Tanjung Berpeluang Jadi Walikota dan Wakil Walikota Solo 2024-2029

Print Friendly and PDF


Hasil Jajak Pendapat Solo Raya Polling, Gusti Bhre dan Sekar Tanjung Berpeluang Jadi Walikota dan Wakil Walikota Solo 2024-2029


Solo- majalahlarise.com -Solo Raya Polling telah melaksanakan survey jajak pendapat calon wali kota Surakarta 2024 selama tanggal 8-17 Maret 2024 dengan Populasi Survey adalah penduduk usia dewasa tercatat atau terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu Kota Surakarta 2024. Jumlah pemilih 439.009, terdiri dari pemilih laki – laki 213.175. Jumlah TPS 1.773   terdistribusi di 5 Kecamatan Banjarsari, Jebres, Pasar Kliwon, Laweyan, dan Serengan. Jumlah Kelurahan 54. Sedangkan sampling Teknis pengambilan sampel Cupilikan Random Sampling berbasis DPT TPS sebagai titik lokasi survey (TLS). Titik Lokasi Survey (TLS) berbasis tempat pemungutan suara (TPS) dengan kerangka sampling DPS Pemilu 2024. Penyebaran TLS memperhatikan kondisi sosio kewilayahan. Masing – masing TLS ditentukan sebanyak 8 responden. Jumlah sampel  640 responden terdistribusi di 80 titik lokasi survey (TLS). Survey berada pada margin error 5% dengan tingkat signifikansi pada posisi 95% dengan kerapatan tinggi.

Hal itu disampaikan Direktur Solo Raya Polling sekaligus dosen Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Dr. Suwardi kepada awak media bertempat di rumah makan Bolo Dhewe. Selasa (26/3/2024).

Direktur Solo Raya Polling sekaligus dosen Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Dr. Suwardi

Baca juga: IDENTITAS NUSANTARA DALAM KOMIK MAHABHARATA

Menurut responden Latar belakang profesi calon pemimpin kota Solo paling baik adalah Pengusaha (25%); Politisi (22,7%); Kalangan Profesional (12%) dan Santri (10,6%).Sedangkan  berlatar belakang Akademisi (7,2%); Birokrat (5,6%); Aparat TNI/Polri 3,1%. Sedangkan Generasi paling dianggap layak memimpin 5 tahun ke depan adalah usia 40 – 59 Tahun (66,1%) dan Usia 25 – 39 Tahun (26,6%). kombinasi Generasi paling banyak diinginkan Usia Dewasa – Muda (61,7%). Masyarakat beranggapan perlu mempertimbangkan perspektif gender kepemimpinan kota (55,6%). Paduan ideologi islam dan nasionalis kepemimpinan kota dianggap paling pas (56,6%) Masyarakat berpendapat perlunya kombinasi kepemimpinan Muslim dan Non – Muslim (56,3%). Masyarakat yang mempertimbangkan agama dalam memiliki pemimpin kota sebanyak 39,4%Masyarakat yang tidak mempertimbangkan agama dalam memiliki sebanyak 40,3% Selebihnya kurang mempertimbangkan agama dalam memilih 20,2%.

Berdasarkan indikator popularitas bakal calon  diperoleh Popularitas/paling banyak dikenali sebagai bakal calon wali kota: Kaesang (92,9%); Teguh (92,7%); dan Gusti Bhre (78,5);Selanjutnya Sekar Tanjung (46,4%); Rheo (27,7%); Budi Pras (26,4%); Astrid (24,3%); RA Yashinta (22,1%). Lapis ketiga popularitas/ banyak dikenali; Mashuri (16,8%); Sugeng (16,4%); Budi Mur (15,2%); dan Hersuprabu (12,9%). 

Elektabilitas tertinggi sebagai bakal calon wali kota: Teguh (35,3%); Gusti Bhre (25,3%); dan Kaesang (14,1%). Sedangkan elektabilitas tertinggi sebagai bakal calon wakil wali kota: Sekar Tanjung (7,3%); RA Yasinta (6,4%); Astrid (6,1%); RHEO (4,1%); Budhi Pras (3,6%); Mashuri (3,0%); Sugeng (2,5%); dan Budi Mur (0,8%)Tidak Tahu / Tidak Jawab (15,2%).

Dengan peta kekuatan partai politik politik kota Surakarta pada pemilu 2024 yaitu PDIP 20 kursi, PKS 7 kursi, PSI 5 kursi, Gerindra 5 kursi, Golkar 3 kursi, PAN 3 kursi, PKB 3 kursi dapat dibuat simulasi satu pasangan, dua pasangan dan tiga pasangan pemilihan Walikota Surakarta. 

Simulasi dua pasangan pilwakot yakni pasangan Gusti Bhre-Sekar Tanjung diusung Gerindra, Golkar, PSI, PAN. Sementara Teguh Prakosa berpasangan dengan HM Mashuri diusung PDIP dan PKB. Dari simulasi juga bisa Teguh Prakosa dipasangkan dengan Sugeng Riyanto diusung PDIP dan PKS. Skenario dua pasangan didasarkan pada persaingan koalisi nasional dalam pemilu presiden 2024.

Simulasi tiga pasangan pilwakot yaitu pasangan pasangan pertama Gusti Bhre-Sekar Tanjung diusung Gerindra, Golkar, PSI. Pasangan kedua Teguh Prakosa-HM Mashuri diusung PDIP dan PKB. Pasangan ketiga diusung PKS dan PAN, Sugeng Riyanto sebagai calon walikota sedangkan calon wakil wali menunggu persetujuan dari PAN. 

"Skenario tiga pasangan tergantung pada restu elit di tingkat pusat: Jokowi, Prabowo dan Zulkifli Hassan," terangnya.

Lebih lanjut, Dr. Suwardi menjelaskan simulasi satu pasangan pilwakot yaitu pasangan Gusti Bhre dengan Teguh Prakosa atau Kaesang Pangarep dengan Teguh Prakosa. "Simulasi satu pasangan ini terjadi jika ada rekonsiliasi antara Pucangsawit (FX. Rudy) dengan Sumber (Gibran Jokowi). Jika ini terjadi saya berkeyakinan pasangan lain tidak ada yang berani muncul," terang Dr. Suwardi. (Sofyan)

Baca juga: Membumikan Risalah Islam Berkemajuan di Pesantren Ramadhan





Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top