SD Negeri 1 Panekan Menanam Tanaman Obat Keluarga, Melatih Rasa Tanggung Jawab Peserta Didik

Print Friendly and PDF

Para guru dan siswa membawa tanaman obat keluarga (Foto dok : Windi).


SD Negeri 1 Panekan Menanam Tanaman Obat Keluarga, Melatih Rasa Tanggung Jawab Peserta Didik 

Wonogiri- majalahlarise.com -SD Negeri 1 Panekan mengadakan kegiatan bersama menanam tanaman obat keluarga. Mengikuti kurikulum yang sudah berubah menjadi Kurikulum Merdeka, SD Negeri 1 Panekan mengadakan kegiatan bersama guru dan siswa menanam dan merawat tanaman obat. Jumat (12/1/2024). 

Kepala SD Negeri 1 Panekan, Nuriyah Fadkhul Jannah menyampaikan tujuan dari adanya kegiatan ini untuk mengenalkan kepada siswa berbagai jenis tumbuhan yang termasuk dalam tanaman obat keluarga beserta dengan manfaatnya. Selain itu setiap siswa juga diajarkan untuk bertanggung jawab dengan tanaman yang mereka punya.

Kegiatan ini dimulai dari jam 07.30 siswa dikumpulkan di lapangan sekolah dengan membawa tanaman obat keluarga yang sudah mereka bawa dari rumah, masing-masing anak membawa satu jenis tanaman obat keluarga. Setiap tanaman yang mereka bawa diletakkan dalam polibag yang sudah diberi lebel nama setiap anak. 

Baca juga: Ramanda Parimin Tejo Pramono Pimpin Kwartir Daerah Hizbul Wathan Kota Surakarta Periode 2023-2028

Setelah itu guru sudah menyediakan ban bekas besar sebagai tempat anak meletakan tiap tanaman sesuai dengan masing-masing kelas. Anak-anak yang telah membawa tanaman diajak untuk meletakan tanaman mereka sesuai dengan tempat yang sudah di sediakan oleh guru. 

Setiap anak diberi tanggung jawab untuk merawat tanaman yang mereka bawa dari rumah, mulai dari menyirami, memberi pupuk sampai tanaman tersebut tumbuh subur. Jika tanaman yang mereka bawa ada yang mati maka mereka harus menganti dengan tanaman yang baru, sebagai bentuk tanggung jawab mereka. 

Selain tanaman obat keluarga para guru juga mengajak anak-anak untuk menanam tanaman lain seperti menanam cabai dan terong, taman sekitar kelas yang biasanya berisi tanaman hias kini disulap dengan tanaman yang lebih menghasilkan.

Siswa yang menanam cabai bersama Bu Nuriyah (Foto dok : Windi).

“Saya memang memilih tanaman obat keluarga sebagai tanaman yang dibawa anak-anak ke sekolah. Karena saya rasa tanaman obat keluarga lebih menghasilkan serta banyak manfaatnya yang bisa diajarkan pada anak-anak, dibandingkan dengan tanaman hias," ucapnya.

Disampaikan pula, tanaman obat keluarga juga lebih muda merawatnya. "Jika nanti tanaman yang mereka bawa bertumbuh subur mungkin bisa kita manfaatkan bersama untuk mengembangkan progam P5 lagi, misalnya mengajarkan pada anak cara mengolah atau memanfaatkan dari salah satu tanaman obat keluarga yang telah mereka rawat," ujarnya. (Windi)

Baca juga: Keseruan Gerakan Jumat Sehat, PAUD Sejahtera Kateguhan Adakan Senam Bersama


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top