Mahasiswa UGM Mengembangkan Teknologi Filterasi Guna Mengurangi Zat Besi Pada Air Tanah Berbasis IoT

Print Friendly and PDF

Lima mahasiswa UGM berhasil mengembangkan inovasi teknologi berupa alat filtrasi air.


Mahasiswa UGM Mengembangkan Teknologi Filterasi Guna Mengurangi Zat Besi Pada Air Tanah Berbasis IoT

Bantul- majalahlarise.com -Lima mahasiswa UGM berhasil mengembangkan inovasi teknologi berupa alat filtrasi air yang mana dapat mengurangi kandungan zat besi yang terkandung pada air tanah dilengkapi inovasi berupa Internet of Things (IoT).

"Alat ini dibuat untuk menjawab atas kekhawatiran masyarakat prihal masalah mengenai air bersih, tak hanya itu penggunanya nantinya dapat memonitoring pemfilteran pada kondisi yang relative jauh," terang Ketua pengembang alat, Irfan Alauddin, Kamis (5/10/2023) di UGM

Mahasiswa Teknologi Rekayasa Mesin UGM ini menjelaskan pengembangan alat berawal dari keprihatinannya dan tim akan persoalan yang dihadapi masyarakat terutama masyarakat daerah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dimana pada daerah tersebut banyak masyarakat yang mengeluhkan air yang mereka manfaatkan mengeluarkan bau yang menyengat serta air yang berwarna keruh yang mana disebabkan salah satunya oleh kandungan Logam Zat Besi yang tinggi.

Baca juga: Siswa SD Muhammadiyah PK Banyudono Peduli Kebakaran Pasar Kliwon

"Air di daerah Bantul kebanyakan berwarna keruh dan juga menghasilkan bau yang cukup menyengat, salah satu penyebabnya disini masih tinggi kandungan zat besi nya," tutur Suryono warga Desa Jetis, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul.

Dari keresahan tersebut Irfan bersama dengan keempat rekannya yaitu Mohammad Wildan Khalilulloh (Teknologi Rekayasa Mesin), Nugroho Andri Kurniawan (Teknologi Rekayasa Mesin), Novy Pratama Andriani (Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat) dan Wahyu Hendaryati (Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol) berusaha mencari solusi dengan membuat alat filtrasi air untuk mengatasi persoalan tersebut. Alat tersebut dikembangkan di bawah bimbingan Dr. Lilik Dwi Setyana, S.T., M.T. melalui pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI) Kemendikbudristek 2023.

Irfan mengungkapkan proses filterasi ini menggunakan bahan berupa besi siku, pipa, tripleks, tabung filter, valve tabung serta beberapa sensor pendukung produk.

Wildan menambahkan untuk prinsip filterasi sendiri terdiri dari 3 prinsip kerja utama yaitu. proses filter kemudian akan ada proses backwash kemudian di ikuti oleh proses rinse. Proses backwash dan rinse ini berfungsi sebagai bentuk pemeliharaan preventif dari produk filter itu sendiri.

"Prinsip kerjanya terdiri dari 3 yaitu filter atau proses penyaringan air, backwash atau pencucian filter dan yang terakhir yaitu rinse atau pembilasan. Backwash dan rinse merupakan proses pemeliharaan terhadap produk," ucapnya.

Tak hanya itu, Andri menambahkan keunggulan alat ini selain dapat di monitoring jarak jauh tetapi juga dapat beroperasi secara otomatis yang tentu dapat membantu para penggunanya.

"Dengan memanfaatkan Internet of Things (IoT), alat ini memiliki keunggulan antara lain dapat di pantau dari jarak jauh serta dapat beroperasi secara otomatis yang dapat membantu para penggunanya," terang Rakha

Dengan mengutamakan prosedur kesehatan, ide inovasi ini diharapkan akan menjadi kontribusi nyata dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dengan memanfaatkan air tanah yang lebih bersih. (Sofyan)

Baca juga: Bazar P5 Kearifan Lokal Ikut Semarakkan HUT ke-30 SMAN 1 Manyaran 


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top