SMP Negeri 8 Surakarta Gelar Workshop Pengembangan Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka

Print Friendly and PDF

Guru SMP Negeri 8 Surakarta saat mengikuti workshop pengembangan perangkat ajar kurikulum merdeka.

SMP Negeri 8 Surakarta Gelar Workshop Pengembangan Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka

Solo- majalahlarise.com -SMP Negeri 8 Surakarta menggelar workshop penyusunan perangkat ajar Kurikulum Merdeka bagi guru jenjang SMP di ruang Aula SMP Negeri 8 Surakarta, Selasa - Jum’at (13–16/6/2023). Workshop disampaikan oleh pembawa acara F.Nita Purwaningsih, S.Pd. ini dimulai pada pukul 08.00 WIB, dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ch. Endah Setyowati, S.Pd.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dian Rineta, S.T.,M.Si. ini diikuti oleh 45 orang peserta guru kelas 7, 8, dan 9 SMP Negeri 8 Surakarta. Beliau berpesan, upayakan selangkah lebih depan dari anak-anak. Workshop empat hari ke depan tidak hanya bertambah ilmu, kemampuan memproses pengembangan perangkat ajar kurikulum merdeka, namun ada ikatan batin dengan anak didik. Amati anak, kalau ada perubahan untuk segera ditindaklanjuti.

Lebih lanjut, Dian Rineta, S.T., M.Si.  mengungkapkan kegiatan ini digelar dalam rangka mengajak guru-guru SMP Negeri 8 Surakarta untuk belajar secara intensif dan praktek bagaimana melaksanakan Kurikulum Merdeka yang sudah dilaunching oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI sehingga bisa mempraktekkan sesuai dengan kaidah-kaidah yang memang harus dipahami terlebih dahulu.

Melalui kegiatan ini guru-guru diajak untuk praktek langsung membuat modul ajar yang tujuan akhirnya mereka bisa membuat modul ajar yang sesuai dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Guru merdeka untuk merencanakan dan mengevaluasi konsep-konsep pembelajaran di kelas sesuai dengan kebutuhan siswa dan karakteristik siswa.

Peserta workshop saat foto bersama.

Baca juga: Uvomi Solo Kalahkan Blockid Karanganyar Skor 5 - 0

Acara Workshop dilanjutkan dengan doa oleh Abdullah Yusuf. S.Pd. Untuk narasumber SMP Negeri 8 Surakarta merangkul Abi Satoto,S.Pd., M.Si.,sebagai materi 1 menyampaikan Kebijakan Dinas Pendidikan tentang Kurikulum Merdeka. Selanjutnya  lPrih Sasono Hadi, S.Pd., sebagai materi 2 dengan judul Implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan selanjutnya, sebagai materi 3 denga judul Sistematika dan Komponen Modul yang disampaikan oleh Dr. Sarwanto, M.Si. 

Kegiatan materi 4 yaitu Pengembangan Model Pembelajaran dalam Modul Ajar oleh Dr. Muhammad Masykuri, M.Si.. Materi 5 Pembelajaran Hybrid ( l2 sesi) yang disampaikan oleh Dr. Paed. Nurma Yunita Indriyanti, M.Si., M.Sc. Materi 7 adalah Inovasi Media oleh Dr. Singgih Pribadi, M.Pd. Materi ke 8-9 tentang Pengembangan Asesmen dalam Modul Ajar (2 sesi) , oleh Dr. Sri Yamtinah, M.Pd. Sedangkan untuk hari terakhir keempat (Jum’at, 16 Juni 2023) dengan kegiatan tugas mandiri, pada pukul 13.30 WIB.. 

Menurut Ketua Panitia Workshop SMP Negeri 8 Surakarta, Partini, S.Psi. bahwa penyusunan perangkat ajar Kurikulum Merdeka ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan membantu bagi guru-guru untuk menerapkan Kurikulum Merdeka. Dengan adanya penyusunan perangkat ajar ini akan memberikan kemudahan bagi mereka dalam melaksanakan proses pembelajaran, khususnya pembelajaran differensiasi.

Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd. mengharapkan dengan adanya kegiatan ini akan banyak memberikan kemudahan bagi Guru dan anak-anak mendapatkan suatu proses pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan. Pada akhirnya capaian pembelajaran pada tujuan pembelajaran betul-betul bisa tercapai.

Tidak hanya itu, saat ini  hidup di zaman yang disebut smart society 5.0. Ini menunjukkan bahwa yang menjadi pengendali itu adalah diri sendiri dan bukan orang lain. Yang membuat beda karena kita memiliki nilai-nilai karakter profil Pelajar Pancasila. Semangat dari Kurikulum Merdeka ini adalah profil Pelajar Pancasila. Meliputi iman taqwa akhlak mulia, gotong royong, kebhinekaan global, mandiri, kreatif dan bernalar kritis.

Lebih lanjut menegaskan semangat Kurikulum Merdeka menjadi pembeda dari kurikulum sebelumnya. Pertama, pembelajarannya berfokus pada pembelajaran project untuk mengembangkan soft skill dan karakter. Hal ini harus dilakukan. Bagaimana bisa mengajarkan karakter baik kalau gurunya tidak berkarakter. Kedua, literasi dan numerasi dan ketiga memiliki kebebasan dan kemerdekaan pembelajaran berdasarkan kompetensi masing-masing peserta didik.

Ending penyusunan ini adalah modul pembelajaran. Hanya saja itu bukan barang mati, tetapi sifatnya dinamis sesuai dengan kondisi karakteristik peserta didik dalam sebuah kelas. Guru memiliki kebebasan dan melaksanakan pembelajaran dalam konteks Kurikulum Merdeka.

Perlu diketahui bahwa melalui Perangkat Ajar, dapat dengan mudah menemukan inspirasi materi pengajaran sesuai dengan mata pelajaran dan fase di mana Guru mengajar. Setiap perangkat ajar juga dilengkapi dengan alur dan capaian pembelajaran yang memudahkan dalam menavigasi proses pembelajaran yang sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Modul ajar adalah dokumen yang berisi tujuan, langkah, dan media pembelajaran, serta asesmen yang dibutuhkan dalam satu unit/topik berdasarkan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). 

Kesimpulan dari workshop ini adalah bahwa Modul ajar serupa dengan RPP atau lesson plan yang memuat rencana pembelajaran di kelas. Namun, pada modul ajar terdapat komponen yang lebih lengkap dibanding RPP sehingga disebut RPP Plus. Dengan dilakukan kegiatan ini modul ajar dapat membantu guru dalam: 1) Memandu guru melaksanakan pembelajaran; 2) Mempermudah, memperlancar, dan meningkatkan kualitas pembelajaran; 3) Menjadi rujukan bagi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran;  4) Menjadi kerangka kerja yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran sesuai capaian pembelajaran; 5) Mendukung pencapaian kompetensi dalam Capaian Pembelajaran dan Profil Pelajar Pancasila pada setiap tahap perkembangan pada suatu mata pelajaran.

Harapan bagi semua, agar kegiatan ini dapat mempermudah para Guru dalam mengembangkan Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 8 Surakarta. Tetap semangat untuk terus berkarya sehingga tergerak, bergerak, dan menggerakkan. (Sofyan)

Baca juga: Prodi Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara Gelar Kuliah Pakar Bersama FKIP UNS dan PPS UMM


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top