HMPS PGSD UNISRI Peduli Pendidikan

Print Friendly and PDF

Mahasiswa yang tergabung di HMPS PGSD UNISRI saat mengajar di rumah belajar.


HMPS PGSD UNISRI Peduli Pendidikan

Solo- majalahlarise.com -Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HMPS PGSD) Universitas Slamet Riyadi laksanakan program Peduli Pendidikan yang ada di desa Hadiluwih, kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. 

Setelah melaksanakan pengabdian  masyarakat di desa tersebut pada 18 dan 19 Maret 2023, berupa kegitan sosialiasasi kewirausahaan dengan ibu-ibu PKK mengenai krupuk jamur, digital marketing dengan karang taruna setempat, edukasi dengan anak-anak sekolah mengenai pembiasaan positif baik di rumah dan di sekolah, serta pembagian sembako kepada lansia dan keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah, sehingga akhirnya HMPS PGSD mendapatkan hasil analisis bahwa anak-anak di desa tersebut membutuhkan perhatian lebih terkait pendidikan. 

Oleh karena itu, Della Agata selaku ketua HMPS PGSD 2022/2023 menginisiasi gerakan "Rumah Belajar", kegiatan ini anak - anak di desa tersebut akan difasilitasi les gratis pengajarnya adalah seluruh anggota HMPS PGSD UNISRI, yang dilaksanakan di balai desa Hadiluwih, setiap jam 14.00 - selesai. Dalam setiap kegiatan yang berlangsung, selalu dibersamai oleh Divisi Pengabdian Masyarakat, selaku koordinator dan penanggung jawab. 

Sontak dengan adanya hal tersebut, RT, RW, dan masyarakat setempat merasa senang karena HMPS PGSD dapat membantu desa Hadiluwih lebih maju lagi dalam hal pendidikan. 

HMPS PGSD UNISRI saat foto bersama anak-anak desa.

Baca juga: Mimpi dan Imajinasi sebagai Guru Kompeten dan Profesional dalam "Marketplace" Guru Indonesia Abad XXI 

Tak terasa kegiatan ini telah berlangsung selama 3 bulan, rekan-rekan HMPS PGSD pun merasa senang dan bangga dapat sedikit mendedikasikan waktunya untuk kebermanfaatan bersama anak-anak di desa Hadiluwih dengan ilmu yang masih seadanya karena kami pun masih menimba di perguruan tinggi dan berharap sedikit dari ilmu yang kami miliki dapat bermanfaat untuk orang lain, tanpa menghiraukan panjangnya perjalanan menuju desa tersebut yang ditempuh kurang lebih 1,5 jam.

"Kesempatan dan peluang baik seperti ini tidak terjadi setiap saat, maka lakukan segala kegiatan dengan penuh semangat dan rasa ikhlas, niscaya keberhasilan akan melekat pada diri kita. Sebagai calon pendidik yang profesional, hendaknya dapat memberi teladan dan bermanfaat pada sekitarnya," terang Della Agata. (Sofyan)

Baca juga: Pelepasan 196 Siswa Kelas IX SMPN 2 Giritontro Tahun 2023 Berjalan Khidmat dan Sukses


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top