Majelis Taklim SMP Negeri 8 Surakarta Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan

Print Friendly and PDF

Majelis taklim SMP Negeri 8 Surakarta saat menyelenggarakan pengajian rutin. 

Majelis Taklim SMP Negeri 8 Surakarta Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan 

Solo- majalahlarise.com -Majelis Taklim SMP Negeri 8 Surakart merupakan agenda rutinan yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha tetap diselenggarakan oleh pihak sekolah.  Pengajian rutin yang diselenggarakan di sekolah bertujuan meningkatkan pemahaman, pembiasaan nilai nilai luhur keagamaan dan diharapakan terbentuk budaya yang Religius bagi seluruh warga sekolah. 

Majelis Taklim Keluarga Besar SMP Negeri 8 Surakarta pada hari Ahad (Minggu) tanggal 7 Agustus 2022, pukul 09.00 WIB sampai selesai bertempat di ruang Aula SMP Negeri 8 Surakarta mengadakan pengajian rutin. Menurut Ketua Majelis Taklim SMP Negeri 8 Surakarta, Nur Barokah, S.Pd.I. yang diundang adalah keluarga besar SMP Negeri 8 Surakarta tentu saja yang beragama Islam. Sedangkan yang menjadi petugas kelompok pengajian sekolah antara lain : Ika sri Hastuti, S.Pd., Kawit Sulastri, M.Pd., Yesmin Sulistyarini, S.Pd., dan Tatik Purwanto.

Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd. menyampaikan dalam sambutannya bahwa Umat Islam dianjurkan untuk selalu beribadah demi mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di antara ibadah yang paling penting dan mudah untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah tholabul ilmi (menuntut ilmu atau belajar). Islam mengajarkan umatnya untuk menuntut ilmu, terutama ilmu agama. 

Derajat orang yang berilmu akan tinggi di hadapan manusia maupun di hadapan Allah SWT. Tholabul ‘Ilmi adalah mencari ilmu karena mengharapkan ridho dan kasih sayang Allah SWT. Juga memberi sedikit cerita ketika berada di Rumah Sakit beberapa hari yang lalu. Semoga sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.

Tentang hukum mencari/menuntut ilmu hukumnya wajib. Sebagaimana sabda Rosululloh SAW : “Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi setiap muslim laki-laki maupum muslim perempuan”. Dalam Al-Qur’an surat Al-Mujaadilah ayat 11  Allah SWT berfirman, yang artinya : “Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Baca juga: Ikuti Jalan Sehat, Warga Perum Solo Elok, Mojosongo Sambut HUT R1 77 Tahun 2022

Oleh karena itu dengan mengacu pada Al-Quran dan Hadits di atas, Majelis Taklim Keluarga Besar SMP Negeri 8 Surakarta mengadakan pengajian dengan mengundang Ustadz Muslimin. Dihadiri pula oleh Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd. beserta Majelis Taklim SMP Negeri 8 Surakarta  ( yang sudah Purna maupun yang  mutasi ). Antusias  Majelis Taklim berjumlah sekitar 75 orang begitu semangat dalam menghadiri acara tholabul ‘ilmi. 

Acara yang dibuka oleh pembawa acara Iffah Muthmainah,S.Pd.I. Guru Agama Islam SMP Negeri 8 Surakarta.  Dimulai dengan membaca ayat suci Al Qur’an Surat Yusuf ayat 105-selesai yang dipimpin oleh Siti Martabatul Aliyah, S.Pd. dan dterjemahkan oleh Nur Barokah, S.Pd.I. Dilanjutkan acara inti, pengajian yang disampaikan oleh Ustadz Muslimin, bahwa kita sebagai manusia harus selalu bersyukur atas segala nikmat dan sempat, menghindari dari sifat iri dan dengki.

Hati adalah penentu atau cerminan dari sikap dan perbuatan manusia. Isi hati seseorang hanya diketahui dirinya sendiri dan Allah. Manusia adalah makhluk sempurna yang diciptakan Allah dengan berbagai kelebihan, seperti dapat merasakan sedih, senang, marah melalui hatinya. Isi hati seseorang dapat menjadi penentu akhlaknya. 

Hal ini dikarenakan apabila seseorang memiliki hati yang baik, maka akhlaknya juga pasti baik dan apabila seseorang memiliki hati yang buruk, maka akhlaknya pun pasti akan buruk. Salah satu akhlakul mazmumah adalah iri dengki, dalam bahasa Arab, iri dengki adalah hasad. Iri dengki ini disebabkan dari hati yang tidak merasa senang apabila melihat orang lain lebih bahagia dari dirinya.

Dalam Islam, iri dengki ini adalah salah satu penyakit hati yang akan membuat seseorang tidak tenang dalam menjalani hidup karena terus merasa tersaingi oleh kebahagiaan orang lain. Penyakit hati ini dapat mengarahkan manusia melakukan perbuatan negatif. Yang paling ringan adalah berbuat hasut ataupun memfitnah orang lain. Karena kecenderungan tersebut, Islam melarang setiap Muslim untuk iri pada orang lain. Jika perasaan itu muncul, sangat dianjurkan untuk dikendalikan.

Dalam Alquran surat An-Nisa ayat 32, telah dijelaskan bahwa Allah melarang hamba-Nya merasa iri dengki terhadap orang lain. Selain itu, perbuatan iri dan dengki dapat menghapus amalan-amalan ibadah seseorang dalam artian iri dengki dapat merusak kebaikan yang telah dilakukan seseorang tersebut,

Acara pengajian dari Majelis Taklim Keluarga Besar SMP Negeri 8 Surakarta ini berakhir pada pukul 11.45 WIB. Tidak ada alasan untuk iri hati, Kalau saja manusia sadar diri dan sadar akan kenikmatan yang Allah SWT berikan pada kita, serta mensyukuri apa yang ada, pastinya semua akan merasa puas dan bahagia.


Baca juga: Kelompok Tani Sidomaju Wonoharjo Kemusu Dapat Pendampingan dan Bantuan Alat dari Fakultas Pertanian Unisri


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top