PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENINGKATAN KETERAMPILAN BERCERITA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 SATU ATAP WEDUNG DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BONEKA TANGAN

Print Friendly and PDF

PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENINGKATAN KETERAMPILAN BERCERITA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 SATU ATAP WEDUNG DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BONEKA TANGAN

Oleh : Wahidatul Ulya, S.Pd

SMP Negeri 3 Satu Atap Wedung, Demak Jawa Tengah

Wahidatul Ulya, S.Pd


       Kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari bahasa. Bahasa merupakan sarana untuk berkomunikasi antar manusia. Bahasa sebagai alat komunikasi ini dalam rangka memenuhi sifat manusia sebagai makhluk sosial yang perlu berinteraksi dengan sesama manusia. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia dituntut untuk mempunyai kemampuan berbahasa yang baik.

        Kemampuan berkomunikasi, berbicara dan berbahasa dapat diperoleh di mana saja dan kapan saja. Mulai dari lingkungan keluarga kecil, keluarga besar, lingkungan sekitar tempat tinggal, dan sekolah. Dengan kata lain, dalam kehidupan sehari-hari siswa selalu melakukan dan dihadapkan pada kegiatan berbicara. Namun pada kenyataannya pembelajaran berbicara di sekolah-sekolah belum bisa dikatakan maksimal, sehingga keterampilan siswa dalam bercerita pun masih rendah.

       Cara mengatasi hal tersebut, guru hendaknya dapat menggunakan alternatif pembelajaran dengan media. Media yang dirasa tepat untuk mengatasi masalah pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Wedung adalah menggunakan media boneka tangan, didasarkan pada beberapa alasan. Pertama, media boneka tangan merupakan media yang paling efektif untuk pengajaran dalam mengembangkan perbendaharaan kata, melatih diri untuk mendengarkan dan berbicara. Penggunaan boneka tangan dimaksudkan untuk memotivasi siswa supaya berpikir kreatif. Siswa dapat mengorganisasikan ide-ide untuk bercerita yang ditemukan dari sebuah tokoh boneka tangan, lalu dituangkan secara bebas dengan kata-kata sendiri. Kedua, pemilihan boneka tangan juga di latarbelakangi oleh kedekatan anak-anak dengan boneka. Kenyataan ini akhirnya dimanfaatkan sebagai motivasi dari sisi minat siswa yang diharapkan dapat mengoptimalkan hasil belajar.

       Penelitian Tindakan Kelas pada siklus I  dilaksanakan mulai hari Rabu, 2 Februari 2022. Dilakukan dengan dua tindakan yaitu tindakan pertama adalah pemberian materi tentang bercerita dan cara penggunaan media boneka tangan untuk bercerita dan tindakan kedua yaitu pelaksanaan praktik bercerita siswa dengan media boneka tangan.

       Pada siklus I dapat dideskripsikan bahwa aspek yang perlu ditingkatkan lagi dalam pembelajaran keterampilan bercerita dengan menggunakan media boneka tangan adalah aspek keaktifan, Perhatian dan konsentrasi siswa pada pelajaran dan kerjasama kelompok. Ketiga aspek tersebut mencapai skor nilai rata-rata 2,8 yang termasuk kategori cukup dan sudah mengalami peningkatan dibandingkan dengan sebelum diberi tindakan. Pada siklus I ini, siswa sudah cukup aktif bertanya serta merespon pertanyaan yang diajukan guru.

       Pelaksanaan siklus I, proses yang dilakukan dari perencanaan hingga refleksi belum mendapatkan hasil yang sesuai rencana tujuan tindakan. Pemahaman siswa tentang penggunaan media boneka tangan dalam pembelajaran bercerita cukup sesuai dengan prosedur pelaksanakan. Siswa dibagi kelompok, kemudian siswa memilih tokoh boneka tangan, menulis ide pokok cerita serta mengembangkan ide cerita sesuai dengan tema yang diberikan oleh guru. Dengan media tersebut, cerita siswa lebih terkonsep dan mempermudah siswa dalam bercerita di depan kelas. Di sisi lain skor aspek pilihan kata perlu ditingkatkan lagi. Secara keseluruhan semua aspek pada siklus ini perlu ditingkatkan lagi karena skor peningkatan yang diperoleh masih kurang maksimal.

       Siklus ke II dilaksanakan pada hari Rabu, 9 Februari 2022. Pada siklus ini , aspek kelancaran mengalami peningkatan yaitu skor rata-rata siswa menjadi 3,92. Peran siswa juga lebih baik dari pada siklus sebelumnya. Keaktifan siswa meningkat yaitu aktifnya bertanya, aktif menjawab pertanyaan, dan aktif mengerjakan tugas dari guru. Secara keseluruhan siswa memperhatikan serta konsentrasi dalam pembelajaran bercerita. Setelah digunakannya media boneka tangan dalam pembelajaran keterampilan bercerita, maka keberanian siswa untuk bercerita di depan kelas pun meningkat. Hal ini diawali dari rasa percaya diri yang muncul dari masing-masing siswa karena banyak siswa yang menyukai boneka tangan.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top