TANTANGAN PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL

Print Friendly and PDF

TANTANGAN PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL

Oleh : Agus Sriningsih, S.Pd

SDN 01 Rogomulyo, Kayen, Pati Jawa Tengah

Agus Sriningsih, S.Pd


       Guru merupakan teladan dan penyemangat siswa dalam belajar. Kasih sayang dan perhatian yang diberikan guru akan menjadikan siswa menjadi manusia yang berakhlak mulia. Pengetahuan yang didapatkan melalui internet menjadikan siswa manusia yang berkualitas. Sehingga guru dan internet adalah dua hal yang tidak dapat terpisahkan dalam mencapai visi dan misi pendidikan nasional, yaitu memberdayakan semua warga negara Indonesia. Sehingga berkembang menjadi manusia yang berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

       Oleh sebab itu, peran guru sebagai tenaga pendidik sangat penting dalam dunia pendidikan. Menurut UU No. 20 Pasal 39 ayat 2 peran seorang pengajar atau pendidik selain mentransformasikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada anak didik juga bertugas melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.

       Selain itu, tantangan terbesar guru pada masa kini adalah mempersiapkan siswanya untuk mampu menghadapi tantangan masa depan yang lebih berat dan berbagai persoalan yang terus menerus berkembang. Di sini guru dituntut untuk senantiasa melakukan peningkatan dan penyesuaian kemampuan profesionalnya.

       Untuk menjawab tantangan tersebut caranya adalah menyelaraskan kearifan dan keterampilan para guru dengan teknologi yang lazim digunakan oleh siswanya. Dengan kemampuan seorang guru menggunakan dan memanfaatkan teknologi, seperti internet akan mempermudah guru dalam menjawab berbagai pertanyaan siswa terkait dengan isu-isu yang sedang berkembang.

       Hal ini menjadi pemikiran serius para orangtua dan pemerhati dunia pendidikan, karena akan tetapi tidak sedikit pula yang bersikap apatis terhadap gejala dampak era digital. Bagi mereka yang peduli pendidikan anak berusaha meminimalisir dampak media digital atau media sosial yang sangat digemari tersebut dengan mengadakan berbagai seminar yang berkaitan dengan solusi mendidik anak di Era digital, namun yang berpartisipasi dalam acara-acara sejenis sangat sedikit jumlahnya, artinya yang benar-benar peduli dan berusaha mencari solusi yang tepat untuk masalah tersebut dengan keluhan sebagian besar orangtua dan pendidik tidak signifikan. Menurut wawan setiawan, salah satu solusi untuk pendidikan anak di Era digital adalah model parenting immune selfer. Penanaman pendidikan aqidah dan akhlak harus disertai contoh konkrit, yang biasa mereka saksikan dan masuk dalam pemikiran anak. Di sinilah orangtua berperan sebagai model yang akan ditiru.

       Pemanfaatan media digital sebagai media komunikasi yang paling banyak digunakan saat ini adalah telpon seluler didukung oleh jaringan yang sudah mencapai diberbagai pelosok daerah, sehingga memudahkan siapa saja untuk mengakses segala hal tanpa batas melalui media sosial. Hal tersebut didukung terknologi mutakhir telpon seluler yang memuat berbagai fitur yang menurut sebagian besar masyarakat dunia sebagai solusi memudahkan segala urusan.

       Perkembangan pesat media digital dewasa ini sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari, hal ini juga berdampak pada penerapan pendidikan dan perkembangan sosial anak sebagai hasil dari pendidikan yang didapat dari lingkungan pendidikan formal, keluarga dan masyarkat. Dampak tersebut meliputi berbagai aspek, baik itu motivasi belajar, sikap terhadap, orang yang lebih tua, sikap terhadap teman sebaya, maupun perkembangan hubungan sosial secara umum.



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top