Pembelajaran Mendalam, Langkah Kecil Menuju Baitullah

Print Friendly and PDF



Pembelajaran Mendalam, Langkah Kecil Menuju Baitullah

SOLO – majalahlarise.com – Perjalanan umrah tidak sekadar menjadi perjalanan ibadah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran mendalam bagi setiap jamaah untuk memahami makna spiritual, sejarah, dan kehidupan. Hal itu dirasakan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, setelah mengikuti program Umrah Plus Oman dan Thaif bersama PT Firdaus Mulia Abadi (FMA), Senin (5/10/2026).

Bagi guru Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab tersebut, kesempatan mendapatkan cuti untuk melaksanakan umrah menjadi berkah yang sangat berarti. Perjalanan ke Tanah Suci dinilai memberikan pengalaman pembelajaran yang tidak hanya diperoleh melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman spiritual secara langsung.

“Umrah itu merupakan cita-cita yang diimpikan. Cita-cita untuk pembelajaran mendalam bagaimana menikmati setiap perjalanan spiritual, baik di Madinah maupun Makkah. Terima kasih kepada Kepala Sekolah Sri Sayekti atas izinnya, Amanah Multi Finance Fitria Hariyati, dan penyelenggara umrah Firdaus Mulia Abadi (FMA),” ujarnya.

Program Umrah Plus Oman dan Thaif berlangsung selama 12 hari. Rombongan berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada 23 September 2026 menggunakan penerbangan Oman Air dengan tujuan awal Muscat, Oman.

Selama berada di Oman, jamaah berkesempatan mengunjungi Masjid Agung Sultan Qaboos dan Matrah Souq, pasar tradisional yang menjadi salah satu destinasi yang menarik untuk mengenal kehidupan masyarakat setempat.

Dari Oman, perjalanan dilanjutkan menuju Jeddah dan kemudian Madinah. Di Kota Nabi tersebut, jamaah memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi sekaligus mengunjungi sejumlah tempat bersejarah, antara lain Masjid Quba, kebun kurma, dan kawasan Uhud.

“Dari Madinah, rombongan menuju Makkah melalui Miqat Bir Ali untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah. Selain tawaf dan sai, jamaah juga mengikuti ziarah ke sejumlah tempat bersejarah, termasuk Jabal Tsur, Arafah, dan Jabal Rahmah,” jelas Dwi Jatmiko.

Menurutnya, setiap lokasi yang dikunjungi memberikan pengalaman dan pelajaran tersendiri. Perjalanan tersebut menjadi kesempatan untuk menghayati sejarah perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat sekaligus memperkuat kesadaran spiritual.

Perjalanan kemudian ditutup dengan kunjungan ke Thaif pada 2–3 Oktober 2026. Jamaah mengunjungi Masjid Ibnu Abbas, sentra pengolahan bunga mawar, serta menikmati suasana kota pegunungan yang memiliki sejarah penting dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW.

Rombongan dijadwalkan tiba kembali di Jakarta pada 4 Oktober 2026. Perjalanan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman wisata religi, tetapi menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kehidupan setelah kembali ke Tanah Air.

Bagi Dwi Jatmiko, perjalanan menuju Baitullah merupakan langkah kecil yang menghadirkan pembelajaran besar. Pengalaman selama perjalanan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai pendidik dan menyampaikan nilai-nilai keagamaan kepada peserta didik.

“Pembelajaran mendalam bukan hanya tentang memahami sesuatu melalui buku dan teori. Pengalaman spiritual juga memberikan pelajaran yang sangat berarti. Perjalanan ini menjadi langkah kecil menuju Baitullah, tetapi memberikan pembelajaran yang besar untuk kehidupan,” pungkasnya.(Sofyan)


Baca juga: Semangat Hari Batik Nasional, FEB UNISRI dan FEB Warmadewa Perkuat Potensi Batik Khas Girilayu


Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top