7 Tahun Menanti, Anak Tunarungu di Sukoharjo Kini Bisa Mendengar Berkat Bantuan Alat Dengar Kemensos

Print Friendly and PDF



7 Tahun Menanti, Anak Tunarungu di Sukoharjo Kini Bisa Mendengar Berkat Bantuan Alat Dengar Kemensos

SUKOHARJO – majalahlarise.com – Penantian selama tujuh tahun akhirnya menghadirkan harapan baru bagi Firdaus Aziz, anak penyandang tunarungu asal Sukoharjo. Sejak kecil, Firdaus mengalami gangguan pendengaran. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kemampuan pendengarannya hanya sekitar 15 persen.

Harapan keluarga untuk membantu Firdaus mendengar dan berkomunikasi lebih baik kini mulai terwujud. Firdaus mendapatkan alat bantu dengar secara gratis melalui bantuan sosial Kementerian Sosial (Kemensos).

Bantuan tersebut disalurkan melalui kerja sama Kemensos dengan DPD LDII Sukoharjo serta Anggota DPR RI Singgih Januratmoko. Firdaus menjadi salah satu dari 25 penerima manfaat bantuan sosial berupa alat bantu dengar, kursi roda, dan sejumlah alat bantu lainnya.


Orang tua Firdaus, Dwi, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterima anaknya. Selama tujuh tahun, keluarga menantikan adanya bantuan yang dapat membantu Firdaus mendengar dan berkomunikasi lebih baik.

Menurut Dwi, gangguan pendengaran yang dialami Firdaus sejak kecil turut memengaruhi kemampuan berbicaranya. Kondisi tersebut membuat keluarga terus berupaya mencari solusi agar Firdaus dapat memperoleh dukungan yang dibutuhkan.

“Dengan bantuan alat dengar ini, kami berharap anak kami bisa mendengar dan nantinya dapat berbicara. Kami sudah tujuh tahun menunggu. Ini menjadi harapan baru untuk meniti masa depan anak kami,” ujar Dwi.

Dwi berharap alat bantu dengar tersebut dapat memberikan perubahan dalam kehidupan Firdaus, terutama dalam proses belajar, berkomunikasi dengan keluarga, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Singgih Januratmoko, mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan alat bantu untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Menurut Singgih, terdapat 25 penerima manfaat yang mendapatkan bantuan. Bantuan terdiri atas beberapa jenis alat bantu, di antaranya kursi roda dan alat bantu dengar, dengan total nilai sekitar Rp83 juta.

“Kita membantu saudara-saudara yang memang membutuhkan, ada kursi roda, alat bantu dengar dan alat bantu lainnya. Hari ini ada 25 penerima manfaat yang kita bantu melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” kata Singgih.

Singgih menjelaskan penyaluran bantuan serupa diharapkan dapat terus dilakukan dengan menjangkau masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah. Ia juga mengajak masyarakat turut menyampaikan informasi apabila mengetahui penyandang disabilitas yang membutuhkan alat bantu.

“Kalau ada saudara atau tetangga yang membutuhkan, nanti bisa disampaikan kepada teman-teman LDII untuk didata. Mudah-mudahan bisa kita bantu,” ujarnya.

Bagi keluarga Firdaus, alat bantu dengar tersebut bukan sekadar perangkat pendukung aktivitas sehari-hari. Bantuan itu menjadi pintu menuju harapan baru setelah selama bertahun-tahun Firdaus hidup dengan keterbatasan pendengaran.

Kini, Firdaus memiliki kesempatan untuk mendengar suara di sekitarnya dan belajar berkomunikasi dengan lebih baik. Keluarga berharap kemampuan mendengarnya dapat terus berkembang sehingga ke depan Firdaus mampu berbicara, belajar, berinteraksi, dan menjalani kehidupan dengan lebih percaya diri.

Bantuan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa dukungan yang tepat dapat membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.(Din/ Sofyan)


Baca juga: SMA Veteran 1 Sukoharjo Apresiasi Siswa Berprestasi, Orang Tua Diajak Saksikan Penyerahan Penghargaan


Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top