Tim PISN FSRD ISI Surakarta Garap Wayang Pahlawan Indonesia untuk Tumbuhkan Nasionalisme Pelajar

Print Friendly and PDF

Tim PISN FSRD ISI Surakarta bersama mitra Sanggar Omah Wayang Mas Kamto saat pertemuan perancangan lakon wayang pahlawan di kampus Mojosongo, Kamis (2/7/2026).


Tim PISN FSRD ISI Surakarta Garap Wayang Pahlawan Indonesia untuk Tumbuhkan Nasionalisme Pelajar

Surakarta - majalahlarise.com – Tim pengabdian kepada masyarakat dari FSRD ISI Surakarta yang diketuai oleh Agung Purnomo melaksanakan kegiatan merancang cerita lakon dan karakter wayang baru bertema kepahlawanan. Kegiatan ini lolos dan didanai dari Hibah PISN (Program Inovatif Seni Nusantara) Tahun 2026.

Hibah yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah naungan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini akan menghasilkan beberapa luaran, salah satunya pertunjukan wayang climen berupa karakter tokoh pahlawan kemerdekaan Indonesia.

Mitra kegiatan dipilih dari Sanggar Omah Wayang Mas Kamto yang berada di Kartasura agar fokus luaran lebih maksimal, serta menjadi bagian dari upaya peningkatan keberadaan sanggar seni tradisi.

Hibah PISN mengangkat tema Upaya Peningkatan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar Lewat Transformasi Karakter Wayang Pahlawan Indonesia. Tim beranggotakan Agung Purnomo selaku ketua, Putri Sekar Hapsari, Sri Murwanti, dan Basnendar Herry Prilosadoso sebagai anggota.

Pertemuan untuk membahas perancangan cerita lakon dan karakter wayang bertema pahlawan ini berlangsung di Ruang Animasi Manual, Lt. I Gedung V Jurusan Desain, kampus Mojosongo FSRD ISI Surakarta pada Kamis (2/7/2026) yang diikuti oleh tim dosen, mahasiswa, dan mitra.

Dalam rilis yang dikirim, Tri Haryoko selaku ketua Sanggar Omah Wayang Mas Kamto menjelaskan kegiatan ini sangat mendukung upaya pelestarian wayang kulit sebagai fokus utama bidang komunitas sanggar yang dipimpinnya.

"Selain itu, melalui karakter wayang yang mengambil cerita dan tokoh pahlawan Indonesia ini sebagai media alternatif untuk menumbuhkan nasionalisme di kalangan pelajar," ungkapnya.

Sementara itu, Agung Purnomo menjelaskan kegiatan hibah ini juga bermanfaat agar keberadaan sanggar seni dapat selalu eksis dan berkembang di tengah gelombang modernisasi.

"Selanjutnya berbagai tahapan kegiatan lainnya, seperti pelatihan media promosi dan publikasi, dan luaran lainnya akan dioptimalkan ke depannya," kata Agung Purnomo.

Melalui pertunjukan wayang climen dengan tokoh pahlawan kemerdekaan, tim berharap media tradisi ini mampu menjadi sarana edukasi karakter yang lebih dekat dengan siswa sekolah dasar sekaligus memperkuat jiwa nasionalisme sejak dini. (Sofyan)


Baca juga: SMA Veteran 1 Sukoharjo Borong Prestasi Tinju, Tenis, dan Paskibra, Bukti Pembinaan Nonakademik Berjalan Optimal


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top