GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Teknologi Buka Peluang, UHW Perbanas Perkuat Kemandirian Perajin Disabilitas Lewat Inovasi Batik
![]() |
| Tim UHW Perbanas melatih perajin disabilitas Batik Wistara Surabaya menggunakan cap batik resin berbasis 3D printing untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian. (Foto: Dok. UHW Perbanas) |
Teknologi Buka Peluang, UHW Perbanas Perkuat Kemandirian Perajin Disabilitas Lewat Inovasi Batik
Surabaya - majalahlarise.com - Di tengah tantangan dunia kerja yang masih dihadapi penyandang disabilitas, UMKM Batik Wistara Surabaya membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Selama 16 tahun terakhir, usaha batik ini menjadi ruang bagi penyandang tuna rungu, tunawicara, hingga tunadaksa untuk bekerja, mengembangkan keterampilan, dan menghasilkan batik khas Surabaya.
Komitmen tersebut mendapat dukungan dari tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas melalui pengembangan teknologi cap batik berbahan resin hasil 3D printing yang dirancang lebih ringan, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan para perajin disabilitas.
Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) UHW Perbanas, Nanang Setiyoko, S.Pd., M.A., mengatakan program pengabdian ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga bertujuan memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas melalui inovasi teknologi yang mudah diterapkan.
"Kami ingin teknologi benar-benar menjadi alat pemberdayaan. Bukan sekadar memberikan alat, tetapi memastikan para perajin mampu menggunakannya secara mandiri sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," ungkap Nanang saat dikonfirmasi pada Senin (13/7).
Lanjutnya, program telah dimulai pada Rabu 8 Juli 2026, diawali dengan identifikasi kebutuhan mitra, dilanjutkan dengan perancangan solusi, pelatihan, praktik langsung, hingga pendampingan. Selain pelatihan penggunaan cap batik resin hasil 3D printing, tim UHW Perbanas juga memberikan pelatihan pemasaran UMKM dan pelatihan pembuatan merchandise dari sisa produksi batik.
Bagi tim UHW Perbanas, Batik Wistara dipilih bukan hanya karena menghasilkan batik khas Surabaya, tetapi juga memiliki misi sosial yang kuat. Usaha yang dikelola Sumarni itu telah menjadi tempat bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh keterampilan sekaligus kesempatan bekerja secara produktif.
Sumarni menceritakan, pada awal merintis usaha batik, dirinya bekerja bersama tenaga kerja non-disabilitas. Namun, perjalanan usahanya berubah ketika bertemu dua penyandang tunadaksa dan tunarungu yang telah berhari-hari mencari pekerjaan. "Saya bertanya pada mereka sudah dua minggu belum dapat pekerjaan, kemudian bisanya apa? Kebetulan keduanya bisa jahit dan kemudian janjian mereka bekerja di sini hingga sekarang," tutur Sumarni.
Menurutnya, keputusan membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas menjadi bagian dari perjalanan Batik Wistara hingga berkembang seperti saat ini. Selama 16 tahun menjalankan usaha, ia mengaku tidak menemui kendala berarti dalam bekerja bersama para penyandang disabilitas. "Usaha kami sudah berjalan selama 16 tahun ini semuanya aman," tambahnya.
Melihat besarnya peran Batik Wistara dalam pemberdayaan penyandang disabilitas, UHW Perbanas kemudian menghadirkan solusi yang mampu menjawab tantangan produksi. Berdasarkan hasil observasi, proses pembuatan batik masih didominasi teknik batik tulis yang membutuhkan waktu relatif lama. Di sisi lain, jumlah cap batik yang dimiliki terbatas sehingga pembuatan motif baru harus memesan cap logam dari luar daerah dengan biaya tinggi dan waktu pengerjaan yang cukup lama.
Menurut Nanang, kondisi tersebut menjadi alasan timnya mengembangkan cap batik berbahan resin menggunakan teknologi 3D printing.
"Teknologi cap batik berbahan resin kami rancang agar lebih ringan, mudah digunakan, dan menggunakan pendekatan kerja yang lebih visual sehingga sangat sesuai dengan karakteristik para perajin. Melalui praktik secara langsung, mereka dapat mempelajari penggunaannya tanpa bergantung pada komunikasi verbal yang kompleks," jelasnya.
Selain meningkatkan efisiensi produksi, teknologi tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian para perajin disabilitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka. "Harapan kami bukan hanya meningkatkan produktivitas Batik Wistara, tetapi juga memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pemanfaatan teknologi yang mudah diterapkan. Keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari bertambahnya jumlah produksi batik, tetapi juga dari meningkatnya rasa percaya diri, keterampilan, dan kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas," ungkap Nanang.
Ke depan, UHW Perbanas berharap Batik Wistara dapat menjadi contoh UMKM batik inklusif yang berhasil memadukan inovasi teknologi, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat. "Kami berharap model pengabdian ini dapat direplikasi oleh UMKM batik lainnya di Indonesia sehingga semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan berkarya, mandiri, dan berdaya saing," pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Fakultas Hukum UNISRI Jalin MoU dengan UiTM Johor Malaysia, Perkuat Jejaring Akademik Internasional
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...


Tidak ada komentar: