Mahasiswa ISI Surakarta Sukseskan Pengetan Suro dan Serah Tinampi Pusaka di Besalen Brojo Aji

Print Friendly and PDF

Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan (D4) Senjata Tradisional Keris ISI Surakarta, Anung Lestyo Pamuji, bersama Empu Godho Priyantoko mendampingi prosesi Pengetan Suro dan Serah Tinampi Pusaka di Besalen Brojo Aji, Padukuhan Kajar II, Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Senin (6/7/2026).


Mahasiswa ISI Surakarta Sukseskan Pengetan Suro dan Serah Tinampi Pusaka di Besalen Brojo Aji

Gunungkidul - majalahlarise.com – Komitmen melestarikan budaya adiluhung Nusantara terus diwujudkan melalui kolaborasi antara kalangan akademisi dan praktisi tosan aji. Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan (D4) Senjata Tradisional Keris Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Anung Lestyo Pamuji, berperan aktif dalam menyukseskan Upacara Pengetan Suro dan Serah Tinampi Pusaka yang berlangsung di Besalen Brojo Aji, Padukuhan Kajar II, Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Senin (6/7/2026).

Kegiatan yang menjadi agenda budaya tahunan tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri Gusti Kukuh Hestrianing, cucu Sri Sultan Hamengkubuwono VIII, yang turut memimpin prosesi siraman atau jamasan pusaka karya Besalen Brojo Aji. Prosesi sakral ini juga mendapat perhatian berbagai wartawan media massa dan didokumentasikan dalam bentuk film dokumenter sebagai media edukasi sekaligus upaya memperkenalkan kekayaan budaya tosan aji kepada masyarakat luas.

Keterlibatan Anung menjadi wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan tinggi dengan pelestarian budaya tradisional. Sebagai mahasiswa yang sedang menjalani magang di Besalen Brojo Aji, ia memperoleh bimbingan langsung dari Empu Godho Priyantoko (Supriyanto), sekaligus dipercaya membantu mempersiapkan seluruh rangkaian prosesi adat.

Prosesi Serah Tinampi Pusaka berlangsung khidmat setelah pelaksanaan jamasan keris di Besalen Brojo Aji, Gunungkidul. 


Dalam kegiatan tersebut, Anung bertanggung jawab menyusun sesaji pra-prosesi yang terdiri atas air suci (tirta) dan bunga mawar aneka warna sebagai simbol kesucian, keselamatan, serta doa kepada Sang Pencipta. Persiapan dilakukan secara teliti agar seluruh tahapan ritual berjalan sesuai pakem budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Anung Lestyo Pamuji menjelaskan keterlibatannya dalam upacara adat ini memberikan pengalaman berharga sekaligus memperkuat keyakinannya terhadap pentingnya pelestarian keris sebagai warisan budaya dunia.

"Keterlibatan aktif dalam kegiatan Pengetan Suro dan Serah Tinampi Pusaka ini memberikan saya ruang nyata untuk membuktikan bahwa keris bukan sekadar benda mistik, melainkan produk kebudayaan bernilai seni kriya tinggi yang diakui UNESCO dan relevan di tangan generasi muda," ujar Anung.

Prosesi jamasan menjadi salah satu puncak acara. Gusti Kukuh Hestrianing secara langsung menyiramkan air suci pada bilah keris karya Besalen Brojo Aji sebelum dilanjutkan dengan prosesi Serah Tinampi Pusaka kepada para pemiliknya. Kehadiran keluarga Keraton Yogyakarta dinilai semakin memperkuat legitimasi budaya terhadap kualitas karya yang dihasilkan Besalen Brojo Aji, baik dari aspek teknik tempa, estetika, maupun nilai filosofinya.

Empu Godho Priyantoko mengapresiasi kolaborasi antara akademisi muda dengan pelaku budaya yang dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi tosan aji di tengah perkembangan zaman.

"Kehadiran Gusti Kukuh Hestrianing memberikan berkah spiritual yang luar biasa, sementara keterlibatan mahasiswa seperti Anung Lestyo Pamuji dari ISI Surakarta membuktikan bahwa masa depan pelestarian tosan aji berada di tangan yang tepat. Sinergi ini menghidupkan kembali roh besalen tradisional," ungkap Empu Godho Priyantoko.

Besalen Brojo Aji merupakan pusat pelestarian sekaligus pembuatan senjata tradisional tosan aji berupa keris dan tombak yang berlokasi di Padukuhan Kajar II, Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Didirikan oleh Empu Godho Priyantoko, besalen ini berkomitmen menjaga tradisi tempa keris, melestarikan nilai filosofis budaya Jawa, serta mendukung pengembangan pariwisata budaya berbasis kearifan lokal.

Sementara itu, Program Studi Sarjana Terapan (D4) Senjata Tradisional Keris Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Surakarta merupakan satu-satunya program pendidikan tinggi formal di Indonesia bahkan dunia yang secara khusus mempelajari penciptaan, estetika, filosofi, konservasi, dan pengembangan seni keris serta berbagai bentuk tosan aji. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan budaya seperti Pengetan Suro menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya bangsa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (Sofyan)


Baca juga: Fakultas Hukum UNISRI Jalin MoU dengan UiTM Johor Malaysia, Perkuat Jejaring Akademik Internasional


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top