ISI Surakarta, UNNES, dan USAHID Perkuat Digitalisasi Seni Tradisi Sunan Bayat melalui Program PISN 2026

Print Friendly and PDF

Tim melaksanakan dokumentasi pertunjukan seni.


ISI Surakarta, UNNES, dan USAHID Perkuat Digitalisasi Seni Tradisi Sunan Bayat melalui Program PISN 2026

Klaten - majalahlarise.com – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta berkolaborasi dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Universitas Sahid (USAHID) Surakarta memperkuat pelestarian seni tradisi Sunan Bayat melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026. Kegiatan yang berlangsung di Omah Seni Melikan, Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Sabtu (4/7/2026), berfokus pada pengembangan sistem dokumentasi dan publikasi digital agar seni tradisi semakin dikenal oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Program tersebut dipimpin Sri Wastiwi Setiawati, S.Sn., M.Sn., bersama tim dosen Eko Sri Haryanto dari ISI Surakarta, Deasylina Dwi Ary dari UNNES, dan Evelyn Henny Lukitasari dari USAHID Surakarta. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa dari ketiga perguruan tinggi sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat.

Sri Wastiwi Setiawati menjelaskan pelestarian budaya pada era digital membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif. Dokumentasi dan publikasi digital dinilai menjadi langkah strategis agar karya seni tradisi tidak hanya tersimpan sebagai memori kolektif, tetapi juga dapat menjadi sumber pembelajaran yang mudah diakses.

"Digitalisasi membuka ruang yang lebih luas bagi seni tradisi untuk dikenal lintas generasi. Melalui dokumentasi dan publikasi digital, karya-karya budaya lokal dapat terus hidup, dipelajari, dan menjadi inspirasi bagi masyarakat," jelasnya.


Selama pendampingan, tim melaksanakan dokumentasi pertunjukan seni, penyusunan arsip digital, penguatan publikasi melalui media sosial, hingga pengembangan konten edukasi yang mengenalkan nilai-nilai budaya di kawasan Petilasan Sunan Bayat atau Ki Ageng Pandanaran. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan jangkauan informasi sekaligus memperkuat fungsi Omah Seni Melikan sebagai ruang belajar seni berbasis komunitas.

Ketua Omah Seni Melikan, Kristian Haryanto, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan agar seni tradisi tetap berkembang mengikuti perubahan zaman.


"Kami ingin seni tradisi tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, tetapi juga dapat diakses oleh siapa saja melalui media digital. Kolaborasi ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus berkarya sekaligus menjaga warisan budaya Sunan Bayat," ungkap Kristian Haryanto.

Melalui Program PISN 2026, sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas seni diharapkan menjadi model pelestarian budaya yang mampu mengikuti perkembangan teknologi. Selain memperluas akses masyarakat terhadap seni tradisi Sunan Bayat, program ini juga memperkuat identitas budaya Indonesia melalui pemanfaatan media digital yang berkelanjutan. (Sofyan)


Baca juga: Mahasiswa DKV ISI Surakarta Tri Yulianti Masuk 100 Wirausaha Pemuda Kabupaten Tegal 2026 Lewat Usaha Seikat Kasih


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top