Doa Selamat Dunia Akhirat Berkemajuan, Dwi Jatmiko Ajak Jamaah Utamakan Keselamatan Iman

Print Friendly and PDF

Mubalig Dwi Jatmiko, M.Pd, dalam Safari Dakwah ke-12 yang diselenggarakan Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta di PCM Kota Bengawan Kauman, Solo, Selasa (28/7/2026).


Doa Selamat Dunia Akhirat Berkemajuan, Dwi Jatmiko Ajak Jamaah Utamakan Keselamatan Iman

SOLO - majalahlarise.com – Doa merupakan wujud penghambaan seorang hamba kepada Allah SWT sekaligus pengakuan atas keterbatasan manusia di hadapan Sang Pencipta. Melalui doa, seorang muslim memohon keselamatan, kesehatan, keberkahan, hingga kebahagiaan di dunia dan akhirat sebagai bekal menjalani kehidupan.

Pesan tersebut disampaikan mubalig Muhammadiyah, Dwi Jatmiko, M.Pd, dalam Safari Dakwah ke-12 yang diselenggarakan Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta di PCM Kota Bengawan Kauman, Solo, Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang digelar di SD Muhammadiyah 2 Kauman itu diikuti jamaah Aisyiyah dengan penuh kekhusyukan.

Mengawali tausiyahnya, Dwi Jatmiko mengajak jamaah membaca doa, "Allahumma innaa nas-aluka salaamatan fid diini wa 'afiyatan fil jasadi." Ia juga menyampaikan apresiasi kepada SD Muhammadiyah 2 Kauman yang telah memfasilitasi penyelenggaraan pengajian. "Mari kita berdoa Allahumma innaa nas-aluka salaamatan fid diini wa 'afiyatan fil jasadi. Terima kasih SD Muhammadiyah 2 Kauman yang telah bersedia menjadi tempat pengajian ibu-ibu Aisyiyah," ujarnya.

Dalam penjelasannya, Dai Champions Standardisasi MUI Pusat itu menguraikan bahwa doa tersebut mencakup seluruh kebutuhan manusia, mulai dari keselamatan agama, kesehatan jasmani, keluasan ilmu, keberkahan rezeki, hingga keselamatan ketika menghadapi kematian dan kehidupan akhirat. Menurutnya, urutan doa itu mengandung pelajaran penting agar setiap muslim mendahulukan keselamatan iman dibanding urusan duniawi.


"Yang pertama diminta adalah keselamatan dalam agama. Ini menunjukkan bahwa iman adalah nikmat terbesar. Harta bisa dicari, kesehatan bisa diupayakan, tetapi jika iman hilang maka semuanya tidak bernilai di sisi Allah," jelas Dwi Jatmiko. Ia juga mengingatkan pentingnya memohon afiyah atau kesehatan karena tubuh yang sehat menjadi sarana untuk beribadah, bekerja, menuntut ilmu, dan melayani sesama. "Rasulullah SAW bahkan menyebut kesehatan sebagai salah satu nikmat yang sering dilalaikan manusia. Doa selamat dunia akhirat yang berkemajuan," tegasnya.

Selain itu, ia mengajak jamaah memahami makna keberkahan dalam rezeki. Menurutnya, keberkahan bukan semata-mata diukur dari besarnya harta, melainkan rezeki yang menghadirkan ketenangan, kecukupan, serta semakin mendekatkan seseorang kepada Allah SWT. Bagian yang paling menyentuh dalam doa tersebut, lanjutnya, ialah permohonan "taubatan qablal mauti, wa rahmatan 'indal mauti, wa maghfiratan ba'dal mauti" yang berisi harapan memperoleh taubat sebelum ajal, rahmat saat sakaratul maut, dan ampunan setelah wafat.

"Inilah doa yang mengingatkan kita agar tidak menunda taubat," katanya.

Pengajian ditutup dengan pembacaan doa "Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar" yang disebut sebagai ringkasan harapan seorang mukmin untuk memperoleh kebaikan di dunia, kebahagiaan di akhirat, serta perlindungan dari siksa neraka. Seluruh jamaah mengikuti rangkaian pengajian dengan khidmat dan berharap doa-doa yang dipanjatkan menjadi jalan hadirnya rahmat, keberkahan, serta keselamatan dunia dan akhirat. (Sofyan)


Baca juga: Awal Tahun Ajaran, Murid SD Muhammadiyah 1 Solo Borong Prestasi Olahraga dan Akademik


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top