GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Tradisi Rasulan Dusun Gunungan, Desa Gunungan Manyaran Meriah, Warga Lestarikan Budaya dan Perkuat Gotong Royong
![]() |
| Hiburan campursari Sekar Kemuning. |
Tradisi Rasulan Dusun Gunungan, Desa Gunungan Manyaran Meriah, Warga Lestarikan Budaya dan Perkuat Gotong Royong
WONOGIRI - majalahlarise.com - Warga Dusun Gunungan, Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, menggelar tradisi Rasulan atau Bersih Dusun dengan meriah pada Minggu malam (14/6/2026) di Balai Dusun Gunungan. Kegiatan tahunan yang menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen dan berbagai berkah yang diterima tersebut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mulyadi dan Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, Zakaria Anan Fachruzi dimeriahkan penampilan Tarian Gugur Gunung Suko Pari Suko serta hiburan campursari Sekar Kemuning.
Kepala Dusun Gunungan, Niki Utami, menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan berkah yang diberikan kepada masyarakat, khususnya para petani. Menurutnya, kesuburan lahan pertanian dan hasil panen yang baik merupakan anugerah yang patut disyukuri bersama melalui pelaksanaan Bersih Dusun yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Kami mengadakan syukuran Bersih Dusun sebagai ungkapan rasa syukur atas berkah dan hasil panen yang diberikan kepada warga Dusun Gunungan,” ujar Niki Utami.
Dalam sambutannya, Niki Utami menjelaskan kegiatan Bersih Dusun tidak hanya diisi doa bersama, tetapi juga menjadi momentum memanjatkan harapan agar masyarakat senantiasa memperoleh keberkahan, keselamatan, dan hasil panen yang melimpah pada masa mendatang.
“Mudah-mudahan warga Dusun Gunungan selalu diberikan keberkahan, rezeki yang baik, dan hasil panen yang melimpah,” katanya.
![]() |
| Tarian Gugur Gunung Suko Pari Suko. |
Ia juga mengajak masyarakat memaknai bersih dusun sebagai upaya membersihkan hati, pikiran, dan niat agar kehidupan bermasyarakat semakin harmonis. “Bersih dusun juga mengandung makna membersihkan diri agar hati, pikiran, dan tujuan hidup kita menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Niki Utami berharap semangat kebersamaan, kerukunan, dan gotong royong terus terpelihara di tengah masyarakat. Menurutnya, kemajuan dusun hanya dapat dicapai melalui kerja sama seluruh warga.
“Mari kita terus menjaga kerukunan dan gotong royong demi kemajuan Dusun Gunungan agar masyarakat semakin sejahtera,” tuturnya.
Pada akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan warga yang telah mendukung terselenggaranya acara serta mengajak masyarakat menikmati hiburan campursari sebagai bagian dari kemeriahan Rasulan.
Sementara itu, Kepala Desa Gunungan, Widi Hastuti, mengajak seluruh warga menjadikan Bersih Dusun sebagai sarana memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT. Menurutnya, tradisi tersebut bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan juga momentum mempererat kebersamaan masyarakat.
![]() |
| Warga beserta para perangkat dan tokoh masyarakat Dusun Gunungan, Desa Gunungan. |
“Yang namanya Bersih Dusun ini adalah ucapan terima kasih. Bila kita menjalani kehidupan dengan syukur kepada Allah SWT, maka rezeki akan semakin bertambah,” ujarnya.
Widi Hastuti juga memberikan apresiasi kepada seluruh warga yang selama ini menjaga kerukunan dan mendukung berbagai kegiatan desa. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keamanan, persatuan, serta suasana yang kondusif demi mendukung pembangunan desa.
“Semoga semuanya baik-baik saja dan seluruh kegiatan yang kita laksanakan dapat berjalan dengan lancar,” tuturnya di hadapan warga yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa menjelaskan pentingnya menjaga adat istiadat yang diwariskan para leluhur. Menurutnya, keberlangsungan tradisi Bersih Dusun menjadi bukti kuatnya komitmen masyarakat dalam melestarikan budaya lokal yang memiliki nilai luhur serta mampu mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Adat yang telah diwariskan ini sangat mengingatkan kita untuk terus menjaga dan melestarikannya,” katanya.
Menutup sambutannya, Widi Hastuti memberikan apresiasi kepada panitia, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang terus menguri-uri budaya desa. Ia menilai semangat gotong royong masyarakat menjadi faktor penting yang membuat tradisi Bersih Dusun tetap lestari hingga saat ini.
“Apresiasi yang sangat luar biasa karena selama bertahun-tahun adat ini selalu dilestarikan. Terima kasih kepada seluruh warga yang terus menjaga tradisi ini,” pungkasnya. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...



Tidak ada komentar: