GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
SD Negeri Bayan Surakarta Gelar Program Pecimase, Ratusan Siswa Belajar Jadi Petani Cilik dan Tanam Cabai Bersama Dispangtan
![]() |
| Ratusan siswa tampak antusias mengikuti kegiatan bertajuk Pecimase (Petani Cilik Masuk Sekolah). |
SD Negeri Bayan Surakarta Gelar Program Pecimase, Ratusan Siswa Belajar Jadi Petani Cilik dan Tanam Cabai Bersama Dispangtan
SURAKARTA - majalahlarise.com - Suasana berbeda tampak di lingkungan SD Negeri Bayan Surakarta, Kamis (11/6/2026). Sejak pagi hari, ratusan siswa tampak antusias mengikuti kegiatan bertajuk Pecimase (Petani Cilik Masuk Sekolah) yang digelar bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Surakarta. Program edukatif ini menjadi bagian dari implementasi sekolah Adiwiyata dalam membangun kesadaran lingkungan, ketahanan pangan, serta pola hidup sehat kepada peserta didik sejak usia dini.
Alih-alih mengikuti kegiatan pembelajaran di dalam kelas seperti biasanya, para siswa kelas 1 hingga kelas 5 diajak berinteraksi langsung dengan alam melalui serangkaian kegiatan edukasi dan praktik pertanian sederhana. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori dengan pengalaman nyata sehingga siswa dapat memahami proses produksi pangan secara langsung.
Kepala SD Negeri Bayan, Ary Endah Purwaningsih, S.Pd, menjelaskan program Pecimase merupakan bentuk kolaborasi sekolah dengan Dispangtan Kota Surakarta dalam memberikan edukasi pertanian kepada generasi muda. Selain mengenalkan dunia pertanian, kegiatan ini juga mendukung program Adiwiyata yang selama ini dijalankan sekolah dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang peduli dan berbudaya lingkungan.
"Melalui program Pecimase ini, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak proses menanam sejak dini. Mereka belajar menghargai alam, memahami asal-usul bahan pangan yang dikonsumsi setiap hari, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini juga sejalan dengan program Adiwiyata yang terus kami kembangkan di sekolah," ujar Ary Endah Purwaningsih.
Kegiatan diawali dengan sesi sosialisasi dan edukasi interaktif yang berlangsung di aula sekolah. Tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surakarta menyampaikan materi dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Melalui tayangan visual, permainan edukatif, serta dialog interaktif, siswa diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan melalui konsumsi makanan bergizi.
Salah satu materi yang diberikan adalah pengenalan konsep real food, yaitu makanan alami yang berasal langsung dari alam dan minim proses pengolahan. Anak-anak dikenalkan pentingnya mengonsumsi sayuran, buah-buahan, serta bahan pangan segar dibandingkan makanan instan yang banyak mengandung bahan tambahan dan pengawet.
Para fasilitator juga mengajak siswa memahami konsep “Makanan Bergizi dari Kebunku”. Dalam sesi tersebut, siswa diberikan wawasan bahwa lahan pekarangan rumah maupun area kosong di lingkungan sekolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan sehat. Dengan menanam sendiri sayuran atau tanaman pangan, keluarga dapat memperoleh bahan makanan yang lebih segar sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk yang dibeli dari luar.
Selain itu, siswa mendapatkan pembelajaran dasar mengenai dunia pertanian. Mereka dikenalkan perbedaan antara benih dan bibit, jenis media tanam, hingga tahapan sederhana dalam proses budidaya tanaman. Pengetahuan dasar ini diberikan sebagai bekal sebelum para siswa melakukan praktik langsung di lapangan.
Setelah sesi edukasi selesai, seluruh peserta diarahkan menuju halaman dan taman sekolah yang telah disiapkan sebagai area praktik. Di lokasi tersebut, suasana semakin meriah ketika para siswa menerima perlengkapan menanam berupa polybag, media tanam yang terdiri atas campuran tanah dan pupuk organik, serta benih cabai.
Tanaman cabai dipilih karena merupakan komoditas yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat Indonesia serta relatif mudah dibudidayakan oleh anak-anak. Dengan pendampingan guru dan instruktur dari Dispangtan, para siswa mempraktikkan tahapan menanam mulai dari mengisi polybag dengan media tanam, membuat lubang tanam, memasukkan benih cabai, hingga melakukan penyiraman pertama.
Gelak tawa dan semangat para siswa mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Mereka tampak bersemangat saat memegang media tanam dan mencoba menanam benih secara mandiri. Tidak sedikit siswa yang mengajukan pertanyaan kepada petugas mengenai cara merawat tanaman agar dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah.
Kegiatan praktik tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para siswa karena mereka dapat melihat secara langsung proses awal pertumbuhan tanaman yang selama ini hanya dipelajari melalui buku pelajaran. Melalui pengalaman tersebut, siswa belajar mengenai kesabaran, tanggung jawab, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Ary Endah Purwaningsih menjelaskan hasil tanaman yang telah ditanam nantinya akan dibawa pulang oleh siswa untuk dirawat bersama keluarga di rumah. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan lingkungan sekaligus menumbuhkan kebiasaan bercocok tanam di lingkungan keluarga.
"Kami berharap setelah kegiatan ini anak-anak tetap melanjutkan perawatan tanaman di rumah. Dari proses sederhana tersebut mereka dapat belajar bertanggung jawab, menghargai proses tumbuhnya tanaman, serta memahami pentingnya menjaga ketahanan pangan mulai dari lingkungan keluarga," jelasnya.
Melalui program Pecimase, SD Negeri Bayan tidak hanya menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keberlanjutan kepada generasi muda. Kolaborasi antara sekolah dan Dispangtan Kota Surakarta ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, mandiri, peduli lingkungan, serta memiliki apresiasi tinggi terhadap profesi petani sebagai garda terdepan penyedia pangan bagi masyarakat. (Sofyan)
Baca juga: MGMP Geografi Wonogiri Gelar Pelatihan Pembelajaran Geografi Berbasis AI di SMAN 1 Wonogiri
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...

Tidak ada komentar: