DnA Entrepreneur Academy Cetak Trainer Profesional Bersertifikat BNSP melalui Training for Trainer Batch 5 di Solo

Print Friendly and PDF

Pelaksanaan Training for Trainer (TFT) Batch 5 melalui DnA Entrepreneur Academy di Sahid Jaya Hotel Solo.


DnA Entrepreneur Academy Cetak Trainer Profesional Bersertifikat BNSP melalui Training for Trainer Batch 5 di Solo

Surakarta - majalahlarise.com - DnA Management kembali menyelenggarakan program tahunan Training for Trainer (TFT) Batch 5 melalui DnA Entrepreneur Academy di Sahid Jaya Hotel Solo, Sabtu-Minggu, 20-21 Juni 2026. Kegiatan bertajuk "Membangun Trainer Profesional yang Menginspirasi, Dipercaya, dan Berdampak Luas" ini diikuti berbagai kalangan, mulai dari manager perusahaan, supervisor, owner bisnis, dosen, CEO perusahaan, hingga ketua komunitas.

Program yang digelar selama dua hari tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dan praktisi berpengalaman, di antaranya Yustinus D.A selaku Mentor Bisnis Nasional dan Praktisi Ekspor, Noki Putra, Iin Daryati, Rizki Tanda, serta Pramudita B. Seluruh peserta dibekali berbagai kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi trainer profesional sekaligus mengikuti uji sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Pimpinan Proyek (Pimpro) kegiatan, Ina Andhi Widyawati menjelaskan, Training for Trainer merupakan agenda rutin DnA Management yang dilaksanakan setiap tahun untuk melahirkan generasi trainer baru yang kompeten dan siap terjun di dunia profesional.

Kegiatan fire walk atau berjalan di atas bara api untuk membangun mental peserta sekaligus menghilangkan berbagai hambatan psikologis dalam pengembangan diri.


"Untuk Training for Trainer yang diselenggarakan oleh DnA, ini agenda tahunan. Jadi setahun sekali kita mencetak generasi trainer baru. Tahun ini dilaksanakan tanggal 20 dan 21 Juni 2026," ujar Ina.

Menurut Ina, pelatihan tahun ini diikuti 15 peserta dengan kuota maksimal 20 orang dalam setiap angkatan. Pembatasan jumlah peserta dilakukan agar proses pembelajaran berjalan lebih efektif dan setiap peserta memperoleh pendampingan secara intensif.

"Kami membuka kelas khusus TFT maksimal 20 peserta dalam satu kali pelatihan supaya hasilnya maksimal," katanya.

Selama hari pertama, peserta mendapatkan berbagai materi strategis seperti public speaking, penyusunan dream book dan pengenalan diri, personal branding, teknik closing, negosiasi proyek, hingga praktik presentasi. Para peserta juga mengikuti sesi evaluasi presentasi untuk mengukur kemampuan komunikasi dan penyampaian materi.

Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah kegiatan fire walk atau berjalan di atas bara api yang dilaksanakan pada malam hari. Kegiatan tersebut dirancang untuk membangun mental peserta sekaligus menghilangkan berbagai hambatan psikologis dalam pengembangan diri.

Peserta mengikuti rangkaian asesmen sertifikasi BNSP Training of Trainer (ToT) Level 4 atau instruktur.


"Musuh terbesar manusia itu adalah dirinya sendiri. Jadi kita pakai fire walk untuk membangun mental block agar hilang. Kalau berjalan di atas bara api saja kita bisa, maka dalam hidup yang keras pun kita harus mampu melaluinya," jelas Ina.

Pada hari kedua, seluruh peserta mengikuti rangkaian asesmen sertifikasi BNSP Training of Trainer (ToT) Level 4 atau instruktur. Proses sertifikasi meliputi ujian tertulis dan ujian praktik yang dilaksanakan bersama tim BNSP dengan pendampingan asesor bersertifikat.

Ina menjelaskan, sertifikasi BNSP menjadi aspek penting dalam memperkuat kredibilitas seorang trainer di dunia profesional.

"Bagi kami, seorang trainer tanpa sertifikasi BNSP itu kurang kuat. Branding-nya juga kurang kuat," ungkapnya.

Setelah dinyatakan lulus, para peserta tidak langsung dilepas begitu saja. DnA Management tetap memberikan pendampingan berkelanjutan melalui program mentoring berkala serta membuka peluang keterlibatan dalam berbagai program pelatihan yang bekerja sama dengan BUMN, instansi pemerintah, maupun pendampingan UMKM.

"Tidak hanya dilepas setelah sertifikasi, tetapi kami tetap memberikan jadwal mentoring. Kalau ada jadwal baru, kami selalu membagikannya kepada teman-teman yang waktunya longgar untuk menjadi mentor," ungkapnya.

Sementara itu, Asesor BNSP, Delta Lexi Arbawa, ST., MM menjelaskan masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya sertifikasi Training of Trainer. Karena itu, lembaga penyelenggara perlu terus melakukan sosialisasi secara masif melalui berbagai media.

"Kalau zaman dulu seorang pengajar harus punya SIM Akta IV, maka sertifikat TOT ini bisa diibaratkan sebagai SIM bagi seorang trainer atau pengajar," ujar Delta Lexi Arbawa.

Ia menjelaskan, selain memiliki sertifikat TOT, seorang trainer maupun pengajar juga harus mempunyai sertifikasi teknis sesuai bidang keahlian yang diajarkan agar kompetensi yang dimiliki benar-benar relevan.

"Ketika mereka mau mengajar digital marketing, maka mereka juga harus punya sertifikat digital marketing supaya sesuai dengan bidang yang diajarkan," jelasnya.

Delta menambahkan, sertifikasi TOT kini semakin dibutuhkan, terutama bagi tenaga pelatih yang akan bekerja sama dengan pemerintah maupun perusahaan besar karena pengakuannya telah berlaku secara nasional dan internasional.

"Ketika kita bergerak masuk ke pemerintahan ataupun BUMN, kita wajib mempunyai sertifikat ini karena pengakuannya sudah berskala nasional maupun internasional," terangnya.

Menurut Delta, sertifikat TOT berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang melalui mekanisme Recognition of Current Competency (RCC). Untuk mengikuti sertifikasi, peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan administrasi, di antaranya KTP, ijazah terakhir minimal D4 atau S1 untuk level 4, pasfoto, serta sertifikat lama bagi peserta perpanjangan.

"Kalau sertifikatnya habis, mereka tidak membuat sertifikat baru, tetapi melakukan perpanjangan melalui RCC," pungkas Delta. (Sofyan)


Baca juga: Dokumentasikan Perayaan Peh Cun Pekalongan, Mahasiswa DKV ISI Surakarta Asah Kompetensi Videografi di Diskominfo


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top