GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Anak Yatim Sanggar Bhineka Sukoharjo Sambut Piala Dunia 2026 Lewat Laga Sepak Bola Melawan Superhero Dunia
![]() |
| Tokoh Superhero Superman melawan anak-anak Yatim dalam laga sepakbola. |
Anak Yatim Sanggar Bhineka Sukoharjo Sambut Piala Dunia 2026 Lewat Laga Sepak Bola Melawan Superhero Dunia
Sukoharjo - majalahlarise.com - Suasana meriah dan penuh tawa mewarnai halaman Sanggar Bhineka Sukoharjo, Rabu (10/6/2026) sore. Sekitar 20 anak yatim korban Covid-19 mengikuti aksi unik bertajuk Sambut Piala Dunia dengan menggelar simulasi pertandingan sepak bola melawan para guru relawan yang mengenakan kostum superhero dari berbagai negara peserta Piala Dunia.
Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut menghadirkan beragam karakter superhero sebagai perwakilan negara dunia. Ultraman tampil membawa bendera Jepang, Superman membawa bendera Amerika Serikat, Spiderman membawa bendera Prancis, Batman membawa bendera Jerman, dan Power Rangers membawa bendera Argentina. Sementara tokoh Gatotkaca yang mewakili Indonesia dijadwalkan menjadi wasit pada kegiatan berikutnya. Anak-anak lainnya turut memeriahkan suasana dengan membawa poster para pemain sepak bola dunia dan bendera negara-negara peserta Piala Dunia.
Penggagas kegiatan Superhero Bola, Agus Widanarko atau akrab disapa mas Danar, menjelaskan simulasi pertandingan tersebut merupakan bentuk perayaan sekaligus edukasi sepak bola bagi anak-anak yatim. Melalui konsep yang kreatif dan menyenangkan, anak-anak diajak merasakan atmosfer kompetisi sepak bola terbesar di dunia.
"Hari ini kita merayakan, hari ini kita menyaksikan, tapi esok kita pasti akan ikut Piala Dunia. Bahkan mungkin menang," ujarnya.
Menurut Danar, meskipun Indonesia belum tampil di ajang Piala Dunia, semangat dan euforia turnamen dunia tetap dapat ditanamkan kepada anak-anak. Ia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan mimpi besar dan motivasi berprestasi sejak usia dini. Selain mengenalkan negara-negara peserta Piala Dunia, kegiatan juga menjadi sarana pembelajaran tentang sportivitas, kerja sama, dan rasa percaya diri.
Keunikan acara semakin terasa ketika di tengah pertandingan panitia menyediakan jamu dan bakso bagi para pemain yang mulai kelelahan. Momen tersebut mengundang gelak tawa sekaligus menambah semangat anak-anak untuk kembali bermain. Suasana akrab antara para superhero dan peserta menciptakan pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta.
Rizky Agung Triwibowo yang berperan sebagai Batman mengaku sangat menikmati kegiatan tersebut. Menurutnya, permainan sepak bola bersama anak-anak menjadi cara yang menyenangkan untuk menyambut Piala Dunia sekaligus membangun semangat kebersamaan.
"Ini kegiatannya seru banget karena sebentar lagi kita ada Piala Dunia. Hari ini kita bersenang-senang bersama anak-anak bermain bola untuk menyambut Piala Dunia tersebut," kata Rizky.
Ia berharap semangat yang lahir dari ajang Piala Dunia dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda Indonesia. "Harapan saya untuk Indonesia, semoga ke depannya bisa mengikuti Piala Dunia dan ikut membangun semangat bagi bangsa kita karena adanya Piala Dunia ini," tambahnya.
Salah satu peserta, Farel Atarisa, mengaku senang mengikuti simulasi pertandingan yang melibatkan para superhero. Meski pertandingan berlangsung cukup menantang, ia menikmati jalannya permainan dan mengaku mendukung Argentina pada Piala Dunia tahun ini. "Senang ikut kegiatan ini. Tadi memang agak sulit karena pemainnya superhero juga, dan saya mendukung Argentina," ujarnya.
Kegembiraan serupa dirasakan Muhammad Fahri yang berhasil mencetak gol dalam pertandingan tersebut. Fahri mengaku sempat kesulitan menggiring bola, namun merasa bangga karena mampu mencetak gol dan melakukan selebrasi bersama teman-temannya. Saat ditanya mengenai tim favoritnya, Fahri mengaku mendukung Portugal karena mengidolakan Cristiano Ronaldo.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh kreativitas ini, Sanggar Bhineka tidak hanya menghadirkan hiburan bagi anak-anak yatim korban Covid-19, tetapi juga menanamkan optimisme, semangat berprestasi, serta harapan agar suatu saat Indonesia dapat tampil dan bersaing di panggung Piala Dunia. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...


Tidak ada komentar: