Perkuat Kerukunan Antar Umat Beragama, KUA Manyaran Gelar Sosialisasi EWS dan Dialog Lintas Agama

Print Friendly and PDF

Eko Rahmanto selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Manyaran saat menyampaikan materi Diseminasi dan Sosialisasi Implementasi Early Warning System (EWS) Potensi Konflik Sosial Keagamaan.


Perkuat Kerukunan Antar Umat Beragama, KUA Manyaran Gelar Sosialisasi EWS dan Dialog Lintas Agama

WONOGIRI – majalahlarise.com - Dalam upaya memperkuat kerukunan dan harmoni sosial di tengah masyarakat, Kantor Urusan Agama Kecamatan Manyaran menyelenggarakan kegiatan Diseminasi dan Sosialisasi Implementasi Early Warning System (EWS) Potensi Konflik Sosial Keagamaan sekaligus dialog kerukunan umat beragama, Kamis (7/5/2026), bertempat di Kantor Kecamatan Manyaran.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya dalam agenda “Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan: Memperkuat Moderasi Beragama dan Harmoni Sosial”. Kegiatan diikuti sekitar 25 peserta yang terdiri dari tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Buddha, serta pegawai KUA Kecamatan Manyaran.

Kepala KUA Kecamatan Manyaran, Machmudi, dalam sambutannya menyampaikan dialog lintas agama memiliki peran penting dalam menjaga persatuan masyarakat sekaligus menyelesaikan persoalan sosial keagamaan secara bersama-sama.

“Dialog antar umat beragama merupakan hal yang penting untuk merekatkan kerukunan dan menyelesaikan problem sosial keumatan. Dialog ini juga menjaga agar di kemudian hari tidak terjadi konflik-konflik antar umat beragama,” ujarnya.


Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Camat Manyaran, Toto Tri Mulyarto. Dalam sambutannya, ia menguraikan kondisi kerukunan antar umat beragama di Kecamatan Manyaran selama ini sudah berjalan dengan baik. Meski demikian, forum lintas agama tetap dibutuhkan sebagai ruang komunikasi dan penguatan persaudaraan di tengah masyarakat.

“Forum lintas agama sangat diperlukan sebagai tempat diskusi untuk menguatkan persaudaraan dan juga menjadi jembatan untuk menyelesaikan permasalahan bersama. Sehingga potensi-potensi konflik yang muncul dapat diredam sedemikian rupa agar tidak berkelanjutan,” tuturnya.

Materi Diseminasi dan Sosialisasi Implementasi Early Warning System (EWS) Potensi Konflik Sosial Keagamaan disampaikan oleh Eko Rahmanto selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Manyaran. Dalam paparannya, ia menjelaskan nilai kerukunan dan perdamaian sejatinya menjadi ajaran seluruh agama sehingga harus terus dirawat dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Berbagai upaya untuk menjaga dan merawat kerukunan dan perdamaian antar umat beragama harus terus diupayakan. Sehingga terwujud masyarakat Manyaran yang guyup, rukun, dan bersinergi bersama membangun bangsa dan negara yang gemah ripah loh jinawi,” jelasnya.

Dialog berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para tokoh agama aktif menyampaikan pandangan dan pengalaman terkait pentingnya menjaga komunikasi yang baik di tengah keberagaman. Salah satu tokoh agama Kristen, Andreas Sulistyo, menyampaikan komunikasi dan tutur kata yang santun menjadi kunci utama terciptanya kehidupan yang harmonis.

“Komunikasi yang baik, tutur kata yang baik, menjadi modal utama dalam menjaga kerukunan antar umat beragama,” tuturnya. (Sofyan)


Baca juga: Bupati Wonogiri Setyo Sukarno Soroti Peran Strategis Univet Bantara dalam Peningkatan SDM Daerah


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top