Wakil Wali Kota Surakarta Gaungkan Semangat “No One Left Behind” pada Peringatan Hari Autisme Sedunia 2026

Print Friendly and PDF

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, saat menghadiri peringatan World Autism Awareness Day 2026 yang digelar di Atrium Neo Solo Grand Mall.


Wakil Wali Kota Surakarta Gaungkan Semangat “No One Left Behind” pada Peringatan Hari Autisme Sedunia 2026

Surakarta — majalahlarise.com - Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengajak seluruh elemen masyarakat menguatkan semangat no one left behind dalam peringatan World Autism Awareness Day 2026 yang digelar di Atrium Neo Solo Grand Mall, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa setiap anak, termasuk anak dengan autisme, memiliki potensi, bakat, serta keunikan yang patut dihargai dan dikembangkan.

Dalam sambutannya, Astrid menyampaikan seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang menerima, mendukung, serta memberikan kesempatan setara bagi anak-anak penyandang autisme.

“Anak-anak yang berbakat, yang spesial, yang kita sama-sama dampingi hari ini hadir untuk dipahami, didampingi, dan juga diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujarnya.

Ia menguraikan, kesadaran tentang autisme harus menjadi visi bersama, tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga nasional hingga global. Kesadaran tersebut mencakup pentingnya deteksi dini serta pendampingan berkelanjutan.

“Kesadaran yang dimaksud adalah kesadaran dalam pendeteksian dini dan pendampingan bersama, sekaligus komitmen mewujudkan inklusivitas di Kota Solo,” katanya.

Lebih lanjut, Astrid menjelaskan pentingnya penerapan nilai inklusivitas dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud nyata dari semangat tidak meninggalkan siapa pun.

“Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen untuk tidak meninggalkan siapa pun, termasuk penyandang disabilitas. Hari ini kita berbicara tentang autisme sebagai bagian dari komitmen itu,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan anak-anak dengan autisme bukan untuk dikasihani, melainkan untuk dipahami, didampingi, dan diberi ruang agar mampu berkembang secara optimal.

Selain menjadi ajang edukasi, kegiatan ini turut menghadirkan hiburan dan pertunjukan seni yang melibatkan anak-anak dengan autisme. Astrid pun mengapresiasi kolaborasi antara GRSB Gilang Ramadan Studio Band Solo dan Neo Solo Grand Mall dalam menghadirkan ruang inklusif bagi mereka.

“Kolaborasi ini menjadi wujud nyata kepedulian dalam menciptakan ruang yang ramah dan inklusif bagi anak-anak penyandang autisme,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Astrid juga menyampaikan penghormatan kepada para orang tua dan pendamping yang telah berperan besar dalam proses deteksi dini serta tumbuh kembang anak.

“Kami berterima kasih kepada setiap orang tua atas ketulusan dan kesabaran dalam mendampingi anak-anak. Upaya deteksi dini yang dilakukan sangat penting untuk masa depan mereka,” ungkapnya.

Secara global, prevalensi autisme terus meningkat, dengan estimasi 1 dari 100 anak berada dalam spektrum autisme. Di Indonesia, jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan ribu anak, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini.

Dengan semangat kepedulian dan inklusivitas, Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen terus mendukung berbagai upaya yang memberikan ruang tumbuh dan berkembang bagi seluruh anak tanpa terkecuali.

“Solo adalah kota inklusi. Kita ingin memastikan semua warga, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” pungkas Astrid. 

Sementara itu, Direktur Utama Rhythm Therapy Indonesia yang juga merupakan owner Gilang Ramadhan Studio Band Solo (GRSB-Solo), Djoko Santoso berharap dengan kegiatan tersebut, GRSB-RTI dapat lebih mengedukasi masyarakat akan kepedulian terhadap kebutuhan yang mendasar bagi Anak-anak Berkebutuhan Khusus.

“Kami mempunyai tagline Membimbing dengan Hati yang maknanya menekankan aspek kepemimpinan dan bimbingan sedangkan Menuntun dengan Hati yang menekankan aspek panduan dan arahan.”

Selain dua tagline tersebut, GRSB-Solo juga memiliki tagline tagline Mengiring dengan Hati yaitu menekankan aspek pendampingan dan kesetiaan, ”Sedangkan tagline, Menghantar dengan Hati adalah menekankan aspek pengantar dan penyertaan.” lanjut Djoko Santoso.

Sedangkan General Manager Neo Solo Grand Mall, Bambang Sunaryo menyatakan, merasa surprise dan kegembiraannya atas terselenggaranya acara ini. Meski baru kali pertama pusat belanja di Solo menjadi wadah bagi kegiatan edukasi autisme secara besar-besaran. Neo SGM bukan hanya untuk bisnis saja, tetapi juga memperhatikan edukasi.

“Harapan kami ke depan, bersama GRSB untuk merangkul sekolah-sekolah berkebutuhan khusus. Ini menunjukkan Neo SGM juga inklusif,” ujar Bambang.

Bambang berharap, agar para orang tua tidak merasa malu atau minder memiliki anak berkebutuhan khusus, selain itu juga mengajak masyarakat untuk lebih merangkul anak-anak tunadaksa seperti dari YPAC. (Sofyan)


Baca juga: PERBARINDO dan PESAKOM Solo Raya Gelar Halal Bi Halal, Perkuat Integritas Perbankan BPR


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top