Syawalan Guru Muhammadiyah Kudus, Penguatan Ruhul Mudaris Padati Aula Muhammadiyah

Print Friendly and PDF

Para pimpinan, tamu undangan serta guru Muhammadiyah se-Kota Kudus saat mengikuti kegiatan Syawalan bertema Penguatan Ruhul Mudaris.



Syawalan Guru Muhammadiyah Kudus, Penguatan Ruhul Mudaris Padati Aula Muhammadiyah

Kudus – majalahlarise.com - Sekitar 500 guru Muhammadiyah se-Kota Kudus memadati Aula Muhammadiyah dalam kegiatan Syawalan bertema Penguatan Ruhul Mudaris, Rabu (1/4/2026). Antusiasme peserta terlihat tinggi, ruangan utama penuh hingga meluber ke serambi gedung.

Kegiatan yang diselenggarakan Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kota Kudus ini menghadirkan suasana penuh kebersamaan. Ketua panitia, Ustaz Salim, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para guru dari berbagai jenjang pendidikan yang menunjukkan semangat kolektif dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah.

“Alhamdulillah, kehadiran para guru hari ini menjadi bukti semangat kebersamaan dan komitmen dalam menguatkan peran sebagai pendidik Muhammadiyah,” tutur Salim.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus, H.M. Noor Muslikhan, dalam sambutannya menguraikan pentingnya menjaga ruh perjuangan guru Muhammadiyah. Ia menekankan peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pelaku dakwah melalui pendidikan.

“Guru Muhammadiyah harus memiliki ruh yang kuat, bukan sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan dan penggerak peradaban,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Majelis Dikdasmen PDM Kudus, di antaranya H. Turikhan, M.Pd., Dwiyana, Rofiq, serta Agus. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap penguatan kapasitas sekaligus spiritualitas guru Muhammadiyah. Dukungan serupa juga datang dari para kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di lingkungan Kudus.

Puncak acara diisi sesi motivasi oleh Ustaz Pujiono, Kepala SD Muhammadiyah Program Khusus Banyudono sekaligus Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para guru menjaga ruh al-mudarris yang dilandasi keikhlasan, keteladanan, dan semangat dakwah.

“Ruhul mudaris adalah energi utama seorang guru. Ketika ruh itu hidup, setiap kata menjadi doa, setiap tindakan menjadi teladan, dan setiap langkah bernilai ibadah,” ungkapnya.

Syawalan ini menjadi momentum strategis bagi guru Muhammadiyah di Kudus untuk mempererat silaturahmi, memperkuat spiritualitas, serta meneguhkan komitmen dalam mencetak generasi unggul dan berkemajuan. Dengan penguatan ruhul mudaris, para guru diharapkan terus menjadi pilar utama dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan berkarakter Islami. (Sofyan)


Baca juga: FISH Univet Bantara Gelar Workshop dan Lomba Podcast SMA/ SMK Se-Solo Raya, Angkat Isu Etika dan Kesadaran Hukum


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top