GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Ibu Kita R.A. Kartini Sebagai Inspirator dan Motivator Gerakan Literasi Arfuzh Ratulisa dan DIKLISA untuk Multigenerasi NKRI
Ibu Kita R.A. Kartini Sebagai Inspirator dan Motivator Gerakan Literasi Arfuzh Ratulisa dan DIKLISA untuk Multigenerasi NKRI
Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.
Dosen PBSI FKIP UNS, Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa, & DIKLISA
Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa
![]() |
| Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum. |
"Kawan, cerita tentang kita akan abadi selamanya saat tetap ada yang menulis dan menceritakannya kepada multigenerasi Indonesia sepanjang masa”
Setiap tahun, tanggal 21 April selalu diperingati sebagai Hari Ibu Kita Kartini. Siapakah Ibu Kita Kartini? Silahkan Simak lagu dengan judul “Ibu Kita Kartini” Cipt. W.R. Supratman dengan lirik sebagai berikut: //Ibu kita kartini/Putri sejati/Putri Indonesia/Harum Namanya//Ibu kita kartini/Pendekar bangsa/Pendekar kaumnya/Untuk Merdeka//Reff://Wahai ibu kita kartini/Putri yang mulia/Sungguh besar cita-citanya/Bagi Indonesia//Ibu kita kartini/Putri jauh hari/Putri yang berjasa/Se Indonesia//Reff: Wahai ibu kita kartini/Putri yang mulia/Sungguh besar cita-citanya/Bagi Indonesia// Lagu ini dapat disimak pada kanal youtube berikut: https://www.youtube.com/watch?v=girAGw9uMPo. Ibu R.A. Kartini dilahirkan tanggal 21 April 1879 dan meninggal tanggal 17 September 1904 sebagai inspirator dan motivator multigenerasi NKRI dengan bukunya yang berjudul “Habis Gelap Tebitlah Terang”. Dengan mengenali R.A. Kartini maka setiap tahun, tanggal 21 April saat memeringati bersama seluruh masyarakat Indoensia akan tahu hal penting dan keteladanan R.A Kartini yang dapat diberikan kepada multigenerasi NKRI.
Orang tua, guru, dosen, penggiat literasi, peneliti, wartawan, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat harus bergotong-royong untuk menyiapkan generasi muda Indonesia abad XXI. Generasi abad XXI harus terus dipantik dan disemangati untuk mengikuti jejak R.A Kartini seperti penjelasan di atas. Peran guru dan dosen, orang tua, dan masyarakat untuk memantik multigenerasi NKRI berliterasi dengan Ratulisa (rajin menulis dan membaca). Selain itu, para penggerak literasi dalam Komunitas DIKLISA (Dialog Pendidikan, Literasi, Bahasa, dan Sastra) untuk terus menjadi pengerak literasi bersama Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa. Gerakan literasi Arfuzh Ratulisa dan Diklisa diharapkan dapat menjadi virus-virus positif bagi multigenerasi NKRI agar terus bergerak dan menggerakkan aneka kreativitas dan produktivitas untuk menghasilkan karya-karya inovatif yang dapat memantik semangat masyarakat NKRI untuk terus bekerja dan berkarya bagi multigenerasi NKRI sepanjang masa.
R.A. Kartini akan selalau di hati multigenerasi NKRI. R.A. Kartini akan terus menjadi pemantik belajar, bersilaturahmi, berliterasi dengan Ratulisa bagi multigenerasi NKRI. Semangat belajar bagi multigenerasi harus dilatih dan dipantik dengan aneka model, kasus, dan proyek yang dapat dijadikan sebagai motivator dan inspirator. Semangati dan kuatkan komitmen multigenerasi NKRI dengan menceritakan sejarah, kisah, profil, dan semua giat literasi R.A. Kartini yang dapat dijadikan teladan, inpsirator, dan motivator. Kekuatan hati dan pikiran menjadi satu kekuatan yang tidak terkalahkan apabila dilaksanakan dengan 5N: (1) Niatkan untuk ibadah; (2) Nilai-nilai religi harus menjadi pedoman; (3) Nilai-nilai pendidkan harus diprioritaskan; (4) nilai-nilai sosial harus diutamakan; (4) Nilai-nilai kebersamaan, kegotongroyongan, dan kebhinekaan harus menjadi pilar penyangga bagi multigenerasi NKRI. Kelima dasar 5N tersebut harus dapat ditanamkan dan disosialisasikan secara cetak dan digital bagi multigenerasi NKRI.
Ibu kita R.A. Kartini harus selalu dijadikan sebagai inspirator dan motivator dalam berbagai giat dan aktivitas litersi khususnya Gerakan Literasi Arfuazh Ratulisa (GELAR) dan Komunitas DIKLISA untuk multigenerasi NKRI. Semangat untuk terus menggerakkan semangat berliterasi ratulisa, belajar berkreasi, dan berinovasi tiada henti. Nilai-nilai motivasi yang diajarkan oleh R.A Kartini harus dipahami dan mengerti oleh seluruh masyarakat NKRI. Hal ini sebagai penguat gerakan literasi Arfuzh Ratulisa, DIKLISA, dan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, tangguh, kreatif, inovatif, produktif, dan inspiratif. Komitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai pendidikan, sosial, religi, kegotongroyongan, silaturahmi, dan kebhinekaan untuk seluruh masyarakat yang tersebar di 38 provinsi.
Peran orang tua sebagai guru pertama bagi multigenerasi NKRI harus dapat memberikan nilai-nilai dasar pendidikan karakter kejujuran, integritas, dan komitmen bagi seluruh anak-anak NKRI. Sikap baik dan santun yang berlandasakan nilai-nilai luhur budaya nasional harus menjadi akar budaya dan kearifan lokal yang ditanamkan kepada seluruh anak-anak NKRI. Komitmen untuk terus belajar dan membelajarkan diri untuk berliterasi bersama Arfuzh Ratulisa dan Diklisa tentu akan menjadi pemantik dan semangat orang tua memotivasi anak-anaknya. Proses belajar yang melibatkan semua unsur alam, seni, budaya, rasa, karsa, dan religi akan dapat menyibak jendela dunia sebagai pelita dan harapan seluruh anak-anak NKRI. Hal inilah yang menjadi keteladanan literasi kesemestaaan Ibu kita R.A. Kartini dalam bukunya “Habis Gelap Terbitlah Terang” sebagai kumpulan surat-surat literasi pendidikan dan gerakan motivatif dan inspiratif ratulisa (menulis dan membaca) sepanjang masa.
Peran guru dan dosen abad XXI untuk dapat menyebarkan virus-virus positif Ibu kita R.A. Kartini melalui nilai-nilai pendidikan literasi bagi multigenerasi NKRI. Buku berjudul "Habis Gelap Terbitlah Terang" merupakan kumpulan surat-surat R.A. Kartini yang ditujukan kepada sahabat-sahabatnya yang tinggal di Eropa. Buku tersebut diterbitkan tahun 1911 yang diberi judul Door Duisternis tot Licht dengan penulis/editor J.H. Abendanon. R.A. Kartini menyampaikan pesan-pesan pemikiran visioner mengenai pendidikan, kesetaraan gender, dan emansipasi wanita di Indonesia. Hal pokok yang harus disadari oleh para wanita Indonesia bahwa wanita boleh berpartisipasi dalam karier dan emansipasi wanita mengikuti jejak R.A. Kartini tetapi jangan lupa hakkat dan kodrat wanita tertinggi dan mulia adalah berbakti, mendampingi, mendoakan terbaik kepada suami dan menyiapkan anak-anak sebagai generasi NKRI yang baik, cerdas, kreatif, inovatif, produktif, dan inspiratf. Dengan demikian cerita motivatif dan inspiratif Ibu kita R.A. Kartini akan terus menjadi kekuatan multigenerasi NKRI untuk terus berkreasi, berinovasi tiada henti untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Saudara-saudaraku, keluarga besar Arfuzh Ratulisa, Diklisa, dan seluruh masyarakat NKRI marilah kita terus mengingat, mengenang, dan meneladani Ibu kita R.A. Kartini sebagai kekuatan hati dan pikiran yang terus memotivasi dan menginspirasi multigenerasi NKRI. Bersemangat untuk belajar dan membelajarkan diri sepanjang masa akan terus menjadi kuasa untuk bersilaturahmi, berliterasi dengan Arfuzh Ratulisa bersama Komunitas Diklisa, berbagi ilmu, berbagi rasa, untuk ciptakan bahagia sepanjang masa bersama anak-anak Indonesia di seluruh wilayah NKRI.
“Bercritalah dengan rasa Bahagia untuk dapat menciptakan bahagiamu sebagai wujud mimpi dan imajinasimu yang nyata sepanjang masa”
Istana Arfuzh Ratulisa dan Diklisa, 22 April 2026
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...

Tidak ada komentar: