GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Halal Bihalal MGMP PAI SMP Wonogiri, Perkuat Silaturahmi, Integritas Guru, dan Komitmen Cetak Generasi Berakhlak
![]() |
| Kegiatan Halal Bihalal Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Kabupaten Wonogiri. |
Halal Bihalal MGMP PAI SMP Wonogiri, Perkuat Silaturahmi, Integritas Guru, dan Komitmen Cetak Generasi Berakhlak
Wonogiri — majalahlarise.com - Kegiatan Halal Bihalal Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Kabupaten Wonogiri yang digelar pada Sabtu (18/4/2026) di Rumah Makan Resto Jawa Ngadirojo berlangsung khidmat, hangat, dan sarat makna. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran strategis guru PAI dalam menjawab tantangan pendidikan di era modern.
Acara tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Hariyadi, S.Ag., M.S.I., bersama Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi Pakis) Mursidi, S.Ag., M.S.I., Pengawas PAI SMP, serta jajaran staf dan karyawan. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menunjukkan dukungan kuat terhadap eksistensi MGMP sebagai wadah profesional guru PAI.
Dalam sambutannya, Hariyadi menyampaikan guru PAI memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda. Ia menguraikan keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga kualitas akhlak peserta didik.
“Guru PAI adalah ujung tombak dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia. Tugas ini merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi. Menurutnya, semangat persatuan harus terus dijaga melalui peran guru di ruang-ruang kelas.
“Kita harus terus mengingatkan generasi muda bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati. Nilai persatuan harus tertanam kuat dalam jiwa mereka, dan itu dimulai dari proses pembelajaran,” jelasnya.
Sementara itu, Mursidi mengajak seluruh guru untuk terus meningkatkan profesionalisme dan memperkuat integritas dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Ia menekankan guru harus menjadi teladan dalam sikap dan perilaku, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
Dalam sesi tausyiah, Ustadz Sudirman memberikan penguatan spiritual yang memperdalam makna kegiatan. Ia menuturkan akhlak menjadi inti utama dalam ajaran Islam dan menjadi penentu kualitas keimanan seseorang.
“Akhlak merupakan cerminan kualitas keimanan. Orang yang mampu menjaga akhlaknya, terutama dalam mengendalikan amarah, memiliki derajat tinggi di sisi Allah,” ungkapnya.
Ia juga menguraikan menahan amarah bukanlah bentuk kelemahan, melainkan kekuatan sejati seorang mukmin.
“Menahan amarah bukan tanda kelemahan, justru di situlah letak kekuatan dan kemuliaan seorang mukmin,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan guru kerap menghadapi berbagai situasi yang menguji kesabaran dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, pengendalian diri menjadi kunci utama.
“Ketika menghadapi situasi yang memancing emosi, tetaplah berpijak pada iman, jaga ucapan, dan pertahankan akhlak. Guru bukan sekadar pengajar, tetapi teladan bagi siswa,” pesannya.
Kegiatan Halal Bihalal ditutup dengan saling bersalaman dan doa bersama yang berlangsung penuh kekhidmatan. Suasana kebersamaan yang terbangun menjadi penguat sinergi antar guru PAI dalam menjalankan peran mereka. (Syarif)
Baca juga: Halal Bi Halal PCM Jebres Solo 2026 Meriah dengan Wayang Golek Pitutur, Perkuat Ukhuwah Muhammadiyah
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...

Tidak ada komentar: