GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Tradisi Terima Kasih Pospam Lebaran Kembali Digelar, Warga Sukoharjo Apresiasi Petugas dan Pemudik
![]() |
| Penyerahan Gunungan Sego berkat kepada Polres Kabupaten Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo. |
Tradisi Terima Kasih Pospam Lebaran Kembali Digelar, Warga Sukoharjo Apresiasi Petugas dan Pemudik
Sukoharjo – majalahlarise.com - Tradisi tahunan “Terima Kasih Pospam Lebaran dan Terima Kasih Para Pemudik” kembali digelar masyarakat Sukoharjo pada Rabu (25/3/2026) sore di kawasan Pospam Proliman. Kegiatan yang telah dirintis sejak 2014 ini sempat vakum selama satu tahun, sebelum akhirnya kembali dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi kepada para petugas dan pemudik.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.30 WIB ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari relawan mahasiswa, duta wisata, organisasi kepemudaan dari Solidaritas Masyarakat Sukoharjo (SMS), hingga perwakilan pelajar.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mengirimkan satu gerobak mie ayam, parcel kupat opor ayam, gunungan sego berkat, serta jamu ke Pospam Lebaran Proliman. Aksi ini dipimpin oleh tokoh Gatutkaca Agus Widanarko yang akrab disapa Danar selaku staf promosi pariwisata Disporapar Kabupaten Sukoharjo tampil mengenakan kostum Gatotkaca sebagai simbol bahwa pemudik merupakan “pahlawan devisa” bagi daerah.
![]() |
| Rombongan dipimpin Agus Widanarko, disambut langsung Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo bersama jajaran pejabat utama (PJU) Polres Sukoharjo di Pos Terpadu Simpang Lima. |
Prosesi diawali dengan pengalungan ketupat oleh duta wisata kepada Kapolres Sukoharjo sebagai simbol permohonan maaf masyarakat apabila selama arus mudik terdapat ketidaktertiban. Selanjutnya, penyerahan mie ayam dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih kepada para petugas yang telah berjaga selama masa Lebaran.
Gunungan sego berkat dan jamu kemudian diarak menuju proliman lampu merah untuk dibagikan kepada para pemudik arus balik. Pembagian ini diharapkan menjadi simbol doa agar perjalanan para pemudik berjalan lancar dan membawa keberkahan dalam usaha mereka di perantauan.
Tokoh penggagas kegiatan, Gatutkaca Danar, menyampaikan tradisi ini lahir dari kepedulian masyarakat terhadap petugas yang berjaga saat Lebaran.
“Agenda hari ini sebenarnya adalah tradisi tahunan sejak 2015. Dulu pernah ada kejadian di pospam yang membuat kami berpikir, para petugas ini sudah berjuang luar biasa menjaga keamanan Lebaran. Sudah seharusnya masyarakat memberikan apresiasi,” ujarnya.
![]() |
| Pembagian jamu kepada para pemudik arus balik. |
Ia menjelaskan, tradisi ini sempat terhenti akibat pandemi dan kondisi tertentu, namun kini kembali dihidupkan sebagai bentuk penghormatan dan kebersamaan.
“Kami mengajak masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan duta wisata untuk bersama-sama menyampaikan terima kasih. Sekaligus kami juga mengaku lepat atau memohon maaf kepada petugas jika selama di jalan kami kurang tertib,” jelasnya.
Gatutkaca juga menuturkan bahwa mie ayam yang dibagikan memiliki makna khusus sebagai kearifan lokal Sukoharjo.
“Banyak warga Sukoharjo yang merantau dan sukses berjualan mie ayam di kota besar seperti Jakarta. Ini menjadi simbol bahwa rezeki mereka juga lancar berkat pengamanan dari petugas pospam saat Lebaran,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat terhadap tugas pengamanan Lebaran.
“Kami mewakili seluruh personel, baik dari Polri, TNI, maupun petugas di Pospam Proliman, mengucapkan terima kasih dan matur nuwun atas apresiasi dari rekan-rekan semua, baik ormas, pemuda, duta wisata, maupun masyarakat,” ujarnya.
Ia menguraikan, hingga hari terakhir pelaksanaan Operasi Ketupat, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sukoharjo tetap terjaga dengan baik.
“Alhamdulillah, kondisi kamtibmas di Kabupaten Sukoharjo tetap aman dan kondusif. Tempat-tempat wisata juga mengalami peningkatan kunjungan. Ini menjadi tanda bahwa Sukoharjo semakin hidup dan berkembang,” katanya.
Kapolres juga berharap dukungan masyarakat terus berlanjut dalam menjaga keamanan dan ketertiban ke depan.
“Kami mohon dukungan agar dalam pelaksanaan tugas selanjutnya dapat berjalan dengan baik tanpa hambatan. Semua yang kami lakukan ini untuk masyarakat Sukoharjo,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Sukoharjo tidak hanya menyampaikan rasa terima kasih kepada petugas, tetapi juga memberikan doa dan semangat kepada para pemudik agar perjalanan arus balik berjalan lancar dan penuh keberkahan. Tradisi ini sekaligus menjadi simbol kuatnya nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang terus hidup di tengah masyarakat. (Sofyan)
Baca juga: SMP Negeri 1 Banyudono Gelar Halal Bi Halal, Perkuat Silaturahmi dan Spirit Ramadhan
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...



Tidak ada komentar: