Tradisi Kondangan Malam 29 Ramadan, Warga Gunungan Manyaran Perkuat Kebersamaan dan Doa Bersama

Print Friendly and PDF

Tradisi kondangan malam ke-29 Ramadan kembali digelar warga Dusun Gunungan, Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran.


Tradisi Kondangan Malam 29 Ramadan, Warga Gunungan Manyaran Perkuat Kebersamaan dan Doa Bersama

Wonogiri — majalahlarise.com - Tradisi kondangan malam ke-29 Ramadan kembali digelar warga Dusun Gunungan, Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Rabu sore (18/3/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari kearifan lokal ini dilaksanakan di balai dusun setempat dan diikuti antusias oleh masyarakat.

Acara dipimpin langsung oleh Kepala Dusun Gunungan, Niki Utami. Warga hadir dengan membawa nasi beserta lauk pauk dari rumah yang dikenal dengan sebutan “berkat”, sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Kegiatan ini diisi dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas rahmat, hidayah, serta karunia-Nya, sehingga warga dapat menjalankan ibadah puasa dan berbagai amalan Ramadan dengan lancar.

Dalam sambutannya, Niki Utami menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas segala nikmat dan karunia-Nya. Segala sesuatu yang terjadi merupakan bagian dari ketetapan dan jaminan dari Allah, termasuk dalam setiap urusan yang kita jalani,” ujarnya.

Ia juga menguraikan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan pada hari itu membawa keberkahan.

“Semoga apa yang kita lakukan pada hari ini, sejak pagi hingga saat ini, senantiasa mendapatkan keberkahan. Kita berharap semua yang berlangsung berjalan dengan baik sesuai dengan keyakinan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT,” jelasnya.

Terkait perbedaan pandangan mengenai penentuan Hari Raya Idulfitri, Niki mengajak masyarakat untuk menyikapinya dengan bijak.

“Apa pun yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk penentuan Hari Raya Idulfitri di hari Jumat maupun Sabtu, semoga dapat disikapi dengan bijak. Intinya, semua kembali kepada keyakinan masing-masing,” tuturnya.

Ia menambahkan, yang terpenting adalah menjaga persatuan di tengah perbedaan.

“Kita harus mampu menjembatani berbagai perbedaan, membangun pemahaman, serta menjaga kebersamaan dan persatuan. Alhamdulillah, semoga segala usaha yang kita lakukan mendapatkan ridha Allah SWT,” imbuhnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Sumiyarso. Suasana berlangsung khidmat, seluruh warga mengikuti doa dengan penuh kekhusyukan.

Tradisi kondangan malam 29 Ramadan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai religius, kebersamaan, serta kearifan lokal yang terus dijaga oleh masyarakat Dusun Gunungan. (Sofyan)


Baca juga: KAGAMA Surakarta Berbagi 1.090 Sarung untuk Sahabat, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadan


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top