GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Siapkan Generasi Emas Indonesia Berbasis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Perpustakaan Sebagai Pusat Sumber Belajar dan Berliterasi Ratulisa
Siapkan Generasi Emas Indonesia Berbasis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Perpustakaan Sebagai Pusat Sumber Belajar dan Berliterasi Ratulisa
Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.
Dosen PBSI FKIP UNS, Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa, & DIKLISA
Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa
![]() |
| Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum. |
"Kawan, belajar dan membelajarkan diri sepanjang hayat dengan Ratulisa (rajin menulis dan membaca) merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas diri yang memiliki daya saing dan daya sanding dalam multikonteks kehidupan”
Pemerintah telah merencanakan dan menyiapkan generasi emas Indonesia dengan memberikan makan bergizi yang dikenal program unggulannya makan bergizi gratis (selanjutnya disingkat MBG). Apakah salah? Tidak salah. Semua bergantung pada cara pandang dan kebutuhan yang ingin dipenuhi oleh pemerintah. Program MBG merupakan janji kampanye atau janji politik Bapak Presiden Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka maka harus dipenuhi untuk seluruh masyarakat NKRI yang berhak menerimanya. Program MBG yang bagus harus direncanakan, dilaksanakan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti sesuai dengan hasil evaluasi, saran, kritik tim evaluator dan masyarakat yang menerima secara langsung. Apabila ada kekurangan, kritik, dan saran yang membangun maka harus didengar, diterima, dikaji, dan ditindaklanjuti berdasarkan evaluasi harian, mingguan, bulanan, semesteran, dan tahunan. Jangan sampai abai dan tidak peduli dengan masukan dan saran dari pelaku dan penerima MBG karena itu wujud kepedulian dan kasih saying rakyat kepada pemerintah. Apabila ada kekurangan ya segera minta maaf dan segera dievaluasi, dikaji, dan diperbaiki agar menjadi lebih baik lagi. Dengan demikian, program MBG akan bagus programnya, implementasi, dan kualitasnya sejak diambil kebijakan pemerintah pusat, daerah, sampai implementasi ke anak-anak usia sekolah yang berhak menerimanya.
Program MBG bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) sebagai generasi emas Indonesia 2045 yang unggul, berkarakter, kreatif, inovatif, produktif, dan inspiratif. Apakah program MBG dapat menjadi media untuk mewujudkan cita-cita tersebut? Jawabnya bisa tetapi baru pada sebagian program penanganan gizi untuk anak-anak Indonesia saja. Aspek yang dapat direalisasikan melalui progam MBG yaitu anak-anak Indonesia tambah bergizi, tambah sehat, semangat, dan cerdas (harapannya). Kecerdasan ini harus diwujudkan dengan belajar, berlatih, berliterasi dengan ratulisa (rajin menulis dan membaca) agar dapat menghasilkan SDM Indonesia sebagai generasi emas 2045 yang memiliki kompetensi hardskill dan softskill yang terlatih dan berimbang. Dengan demikian kunci utama yang harus dipikirkan bagaimana membimbing dan mendampingi anak-anak Indonesia agar mau belajar, berlatih, dan berliterasi dengan ratulisa di tengah-tengah gempuran teknologi, game, judi online, gambar-gambar dan sinema berasosiasi pornografi, dan aneka produk digital yang dapat merusak psikologi anak-anak Indonesia sebagai calon generasi emas tahun 2045. Disinilah peran guru, dosen, orang tua, penggiat literasi, aktivis pendidikan, aktivis anak, pemuda untuk berpartisipasi aktif sebagai fasilitator, motivator, inspirator, provokata bukan provokator agar anak-anak Indonesia Kembali ke jalan yang benar untuk menjadi calon generasi emas Indonesia 2045 yang Tangguh dan unggul seperti yang diharapkan.
Apabila program MBG sudah berjalan dengan sangat baik sesuai dengan perencanaan awal maka tinggal memberikan pembekalan anak-anak Indonesia pada kompetensi hardskill dan softskill, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal. Pendidikan formal sudah dijalankan melalui TK, SD, SMP, MTs,SMA, MA, SMK, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan masih banyak program-program pendidikan unggulan lainnya yang dapat menjadi media untuk membekali kompetensi hardskill dan softskill anak-anak Indonesi sebagai calon generasi emas Indonesia 2045.
Jalur pendidikan nonformal juga dapat dilaksankan melalui Program Paket A,B, dan C yang berkualitas dan merata aksesnya bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dengan kolaborasi program unggulan pendidikan formal dan nonformal tersebut maka pemerintah tinggal melakukan 5M sebagai langkah evaluasi dan mitigasinya, yaitu: mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan pendidikan formal dan nonformal yang sudah berjalan; (2) merencanakan perbaikan dan peningkatan yang nyata; (3) melaksanakan perbaikan nyata berdasarkan hasil evaluasi kelemahannya; (4) menindaklanjuti program-program lanjutan yang belum dilaksankan; dan (5) membukakan kerja sama lanjutan sebagai program pendidikan sepanjang hayat dan lapangan pekerjaan berbasis dengan kompetensi hardskill dan softskill yang berkelanjutan.
Peningkatan kualitas pendidikan dasar, menengah, dan tinggi tersebut harus didukung dnegan pemberdayaan perpustakaan sekolah, kampus, dan perpustakaan daerah sebagai pusat sumber belajar dan literasi ratulisa (rajin menulis dan membaca). Apabila sumber-sumber literasi yang dimiliki oleh perpusnas, perpustakaan kampus, perpustakaan sekolah, perpustakaan daerah diberdayakan sebagai pusat sumber belajar dan literasi ratulisa secara komprehensif diyakini akan dapat lahir generasi-generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, unggul, kreatif, kritis, inovatif, produktif, inspiratif, dan melek literasi.
Upaya pemberdayaan sumber-sumber literasi perpustakaan sebagai pusat sumber belajar dan literasi ratulisa harus bekerja sama dengan SDM pustakawan sebagai konsultan ilmu pengetahuan yang berkelanjutan. Kolaborasi nyata anatara guru, dosen, pustakawan, penggiat literasi, komunitas literasi dengan program Gerakan Literasi Arfuzh Ratulisa (GELAR) dan Komunitas Dialog Pendidikan, Literasi, Bahasa, dan Sastra (DIKLISA) secara berkelanjutan akan dapat diwujudkan dengan sangat baik. Hal ini diperlukan koordinasi dan kolaborasi dalam berbagai program kerja unggulan dengan mengidentifikasi guru, dosen, pustakawan, penggiat literasi, dan aktivis pendidikan dan literasi yang dapat menjadi contoh dan teladan bagi generasi muda Indonesia sebagai calon generasi emas 2045 yang dirindukan seluruh Masyarakat NKRI.
Kolaborasi progam MBG dengan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar dan literasi ratulisa ini diyakini akan benar-benar dapat menghasilkan SDM Indonesia yang memiliki daya saing dan daya sanding pada abad XXI. Komitmen untuk bersama-sama melakukan evaluasi pendidikan dan peningkatan kualitas SDM Indonesia kemarin, sekarang, dan ke depan dengan duduk satu meja dengan para pemangku kepentingan tentu akan dapat berdampak sangat positif bagi generasi emas Indonesia di masa yang akan datang. Letakkan ego sektoral masing-masing dan satukan visi untuk menyiapkan generasi emas Indonesia 2045 sebagai generasi penerus bangsa Indonesi yang diidam-idamkan dengan menguasai keterampilan abad XXI dan enam literasi dasar yang disepakati dalam forum ekonomi dunia sejak tahun 2015 yang lalu.
Dengan demikian akan dihasilkan generasi emas Indonesia yang unggul, tangguh, kreatif, inovatif, produktif, dan inspiratif berbasis MBG dan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar dan literasi ratulisa sepanjang masa.Generasi emas Indonesia sudah ada di sekeliling kita. Sekarang mau bergerak untuk menyiapkan sebagai calon generasi emas Indonesia 2045 atau membiarkan Indonesia tenggelam 50 tahun ke depan karena kehilangan generasi emas Indonesia. Semu itu bergantung pada komitmen pemerintah dan seluruh Masyarakat NKRI.
“Mimpi dan imajinasi lebih kuat dari pengetahuan kita maka yakini dan perjuangkan agar menjadi nyata sebagai wujud perjuangan sepanjang masa yang akan indah pada waktunya”
Istana Arfuzh Ratulisa dan Diklisa; Kebumen, 5 Maret 2026
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...

Tidak ada komentar: