GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Puasa Syawal 6 Hari Setara Pahala Setahun, Ini Pesan Ustaz di Era Digital
![]() |
| Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko saat berkhutbah di masjid Asy Syi’ar komplek Radio Republik Indonesia (RRI), Kestelan, Banjarsari, Solo. |
Puasa Syawal 6 Hari Setara Pahala Setahun, Ini Pesan Ustaz di Era Digital
Solo - majalahlarise.com - Dalam khutbah Jumat, khatib menyerukan kepada jemaah untuk melaksanakan puasa sunah, selama enam hari di bulan Syawal. Puasa syawal bisa dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri, yaitu pada tanggal 2 Syawal, Jumat (27/3/2026).
Sebagaimana disampaikan oleh Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko saat berkhutbah di masjid Asy Syi’ar komplek Radio Republik Indonesia (RRI), Kestelan, Banjarsari, Solo.
Pada awal khutbah, ustaz yang juga anggota MPKSDI (Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta mengajak jemaah untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt.
“Dan dapat dilakukan secara berurutan maupun terpisah selama masih dalam bulan Syawal. Pahala setahun di era digitalisasi informasi dan internet,” ujarnya.
Selanjutnya khatib membacakan Hadis Riwayat Muslim, nomor 1164. Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun.
Para ulama mengatakan bahwa berpuasa seperti setahun penuh asalnya karena setiap kebaikan semisal dengan sepuluh kebaikan.
Lebih detail, ustaz yang juga Guru PAI SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta ini menganalogikan bahwa bulan Ramadhan, puasa sebulan penuh sama dengan berpuasa selama sepuluh bulan.
“Misalnya 30 x 10 = 300 hari = 10 bulan. Dan puasa enam hari di bulan Syawal sama dengan berpuasa selama dua bulan seperti 6 x 10 = 60 hari sama dengan 2 bulan,” bebernya.
Di samping itu, agar puasa syawal tambah berkemajuan dengan mengoptimalkan mauidzah hasanah, ceramah agama, ataupun kajian berbagai jenis kitab melalui berbagai platform program di internet.
“Melimpahnya konten-konten semacam ini harus bisa kita manfaatkan khususnya di pasca Ramadan ini. Harus memilih kajian agama di internet khususnya media sosial seperti Youtube, Facebook, dan sejenisnya,” urainya sambil tersenyum.
Mengakhiri khutbah, Anggota Korps Mubaligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo ini menyampaikan tanda diterimanya amal seseorang.
“Tanda diterimanya puasa adalah perubahan perilaku setelah Ramadan. Jika kita tetap rajin salat malam, salat subuh di Masjid, membaca AlQuran, dan bersedekah baik lapang maupun sempit, maka itu pertanda Allah menerima amal kita,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: Rajut Kebersamaan, SD Muhammadiyah PK Solo Gelar Halalbihalal Guru dan Tenaga Kependidikan
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...

Tidak ada komentar: