GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Perkuat Karakter Sejak Dini, Murid Kelas I SD Muhammadiyah PK Solo Ikuti Pesantren Ramadan
![]() |
| Sesi story telling bersama Kak Amin. Melalui kisah inspiratif, para murid diajak untuk menumbuhkan sikap hormat dan bakti kepada orang tua. |
Perkuat Karakter Sejak Dini, Murid Kelas I SD Muhammadiyah PK Solo Ikuti Pesantren Ramadan
Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 84 murid kelas I SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah guna menanamkan nilai religiusitas dan kemandirian sejak dini. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Haji Isa sekolah setempat, Jumat (13/3/2026).
Mengusung tema “Ramadan Vibe: One Day, One Kindness”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga sebuah gerakan moral untuk menanamkan komitmen berbuat baik setiap hari. Melalui tema tersebut, para murid diajak memahami bahwa kebaikan merupakan perilaku berkelanjutan yang dapat menciptakan dampak positif di lingkungan sekitar.
Ketua Pesantren Ramadan kelas I, Wahyu Widodo, menekankan pentingnya pembentukan adab dan kesantunan sejak usia dini.
“Kami menanamkan sikap santun dan komitmen untuk melakukan setidaknya satu kebaikan setiap hari. Meski terlihat sederhana bagi orang dewasa, hal ini merupakan fondasi karakter yang kuat bagi anak-anak,” ujarnya saat pembukaan kegiatan.
Kegiatan inti diawali dengan edukasi kreatif Do It Yourself (DIY). Para murid melatih keterampilan sensorik dan motorik melalui pembuatan amplop Lebaran hasil karya mandiri. Guru pendamping turut membimbing murid yang mengalami kesulitan dalam proses melipat dan menggunting. Kegiatan ini juga memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan kreativitas melalui desain, warna, dan ukuran amplop yang beragam.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan salat Asar berjemaah sebagai bentuk penguatan spiritual sekaligus implementasi pembiasaan ibadah di lingkungan sekolah. Usai salat, para murid mengikuti Lomba Ranking 1 yang menguji literasi keagamaan, ketepatan berpikir, numerasi, serta kejujuran dalam menjawab soal dengan sistem gugur hingga tersisa satu pemenang.
Koordinator tim kelas I, Lusia Wahyu Purbowati, menjelaskan bahwa kompetisi tersebut dirancang sebagai sarana edukasi yang menyenangkan sekaligus untuk menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat.
“Mereka baru pertama kali mengikuti lomba seperti ini, tetapi konsentrasi mereka sangat baik dan kemampuan berpikirnya cukup cepat. Semoga kegiatan ini dapat membentuk mental kompetitif sekaligus meningkatkan rasa percaya diri murid,” ungkapnya.
Menjelang penutupan, kegiatan semakin semarak dengan sesi story telling bersama Kak Amin. Melalui kisah inspiratif, para murid diajak untuk menumbuhkan sikap hormat dan bakti kepada orang tua.
“Cara menghormati dan menyayangi orang tua dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti membantu pekerjaan rumah, mendoakan, tidak membantah, serta berbicara dengan lembut dan sopan,” pesannya.
Salah satu peserta, Clareen Jenafayze Kalfani, mengaku terharu dengan cerita yang disampaikan.
“Aku terharu dengan cerita Kak Amin. Ternyata orang tua tidak membutuhkan balasan besar, mereka hanya butuh perhatian dan waktu dari kita. Kalau sudah besar nanti, aku ingin membahagiakan mereka dengan cara sederhana,” tuturnya dengan senyum.
Kegiatan Pesantren Ramadan ditutup dengan suasana hangat melalui buka puasa bersama yang semakin mempererat kebersamaan antara murid dan guru. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter mulia. (Sofyan)
Baca juga: Safari Ramadhan SD Muhammadiyah PK Banyudono, Meneguhkan Guru Profesional, Amanah, dan Dirindu Surga
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga ...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...


Tidak ada komentar: