Pengkaderan Berkemajuan Tidak Harus Mahal, MPKSDI Surakarta Dorong Terobosan Baru

Print Friendly and PDF



Pengkaderan Berkemajuan Tidak Harus Mahal, MPKSDI Surakarta Dorong Terobosan Baru

SOLO – majalahlarise.com - Pengkaderan Muhammadiyah yang berkemajuan tidak harus selalu identik dengan biaya mahal. Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Pembina Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta, Suyanto, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Buka Bersama di SFA Steak dan Resto Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Senin (16/3/2026).

Suyanto menguraikan, proses pengkaderan akan terus berkembang apabila mampu menghadirkan terobosan baru, bersikap adaptif, serta mengikuti dinamika zaman. Menurutnya, penguatan organisasi harus dimulai dari tingkat paling dasar.

“Ranting itu penting, cabang harus berkembang, dan masjid harus makmur serta mampu memakmurkan. Pengkaderan tidak harus mahal, peserta bahkan bisa tidur di ruang kelas atau di masjid,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat silaturahmi dan konsolidasi kader.

“Terima kasih atas kehadiran konsultan MPKSDI Haji Sukidi dan Ketua PCM Jebres. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara Ortom dan MPKSDI PCM. Kita perlu mengubah sudut pandang, karena ranting memiliki peran penting. Banyak pengalaman bagaimana menggerakkan organisasi dan menghidupkan amal usaha sebagai ujung tombak, seperti best practice yang disampaikan Bambang Condro Haryadi,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jebres, Bambang Condro Haryadi, yang hadir sebagai pembicara menekankan pentingnya bekal ketakwaan bagi kader Muhammadiyah.

Ia mengutip Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 197 yang menekankan pentingnya ketakwaan sebagai bekal utama.

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal,” katanya.

Selain bekal spiritual, Bambang juga menjelaskan pentingnya penguasaan hukum dan informasi bagi kader persyarikatan. Menurutnya, dua hal tersebut menjadi kekuatan strategis dalam menghadapi dinamika masyarakat modern.

“Solo memiliki daya tarik luar biasa. Kiblat Muhammadiyah berada di Yogyakarta, Sumatra Barat, dan Solo. Karena itu kader Muhammadiyah harus mampu memahami hukum dan menguasai arus informasi,” ujarnya.

Ia mengingatkan arus informasi saat ini bergerak sangat cepat dan sering kali direkayasa, termasuk melalui perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI). Oleh sebab itu kader Muhammadiyah harus memiliki kemampuan literasi informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.

“Yang menguasai hukum dan informasi itulah yang berkuasa. Informasi bisa menjadi seperti pisau, tergantung siapa yang memegangnya. Pisau di tangan koki menjadi hidangan lezat. Sebaliknya, hukum dan informasi jika dipegang kader yang tepat akan membawa kemajuan bagi persyarikatan Muhammadiyah,” jelasnya.

Kegiatan buka bersama tersebut menjadi momentum penguatan silaturahmi sekaligus ruang diskusi tentang strategi pengkaderan Muhammadiyah yang adaptif, efektif, dan tetap berorientasi pada nilai-nilai keislaman serta kemajuan organisasi. (Sofyan)


Baca juga: Pesantren Ramadan 1447 H SMA Negeri 1 Nguntoronadi Menjemput Ampunan, Mengukir Perubahan


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top