Dies Natalis ke-58 Univet Bantara Sukoharjo, Kukuhkan Guru Besar Linguistik Umum Prof. Dr. Dewi Kusumaningsih

Print Friendly and PDF

Prof. Dr. Dewi Kusumaningsih, S.S., M.Hum  saat foto bersama Kepala LLDIKTI Wilayah VI Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd,  Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Ketua Senat Prof. Suwarto usai pengukuhan Guru Besar.


Dies Natalis ke-58 Univet Bantara Sukoharjo, Kukuhkan Guru Besar Linguistik Umum Prof. Dr. Dewi Kusumaningsih  

Sukoharjo –  Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar peringatan Dies Natalis ke-58 yang dirangkaikan dengan pengukuhan Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dalam bidang Ilmu Linguistik Umum, Prof. Dr. Dewi Kusumaningsih, S.S., M.Hum  Selasa (31/3/2026). Kegiatan berlangsung khidmat di Auditorium Univet Bantara dengan dihadiri sivitas akademika dan tamu undangan.

Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum dalam sambutan sekaligus laporan kinerja menyampaikan jabatan akademik, termasuk guru besar, bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk berkarya dan memberi manfaat. Ia mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan posisi yang diraih sebagai tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi nyata, menjadi teladan, serta menginspirasi mahasiswa dan masyarakat.

“Semangat pengabdian dan keteladanan jauh lebih penting dibanding sekadar pencapaian jabatan formal,” ujar Farida. 

Ia juga menguraikan pentingnya kontribusi kolektif seluruh elemen kampus dalam membangun institusi melalui gagasan kreatif, inovasi, serta aksi nyata dalam pengembangan kebijakan kampus.

Lebih lanjut, Farida menjelaskan Univet Bantara menunjukkan perkembangan signifikan, baik dari sisi akademik maupun kelembagaan. Sejumlah program studi telah meraih akreditasi baik sekali, serta posisi institusi yang terus menguat di tingkat Asia dan nasional. 

“Capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.

Prestasi mahasiswa juga menjadi sorotan, mulai dari program pertukaran pelajar ke Jepang, juara lomba tari tradisional internasional, hingga raihan medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS). Menurut Farida, hal ini membuktikan Univet tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dalam pengembangan bakat dan minat mahasiswa.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Univet terus mendorong peningkatan kualifikasi dosen serta percepatan sertifikasi. Selain itu, berbagai inovasi turut dikembangkan, salah satunya produksi podcast berbahasa Jawa sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus media edukasi.

Sementara itu, dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Dewi Kusumaningsih mengangkat judul “Integrasi Linguistik dalam Artificial Intelligence (AI): Paradigma Linguistik sebagai Proteksi Eksploitasi Seksual dalam Lagu Dangdut Indonesia.” Ia menuturkan penelitian tersebut memadukan ilmu linguistik dengan teknologi kecerdasan buatan untuk memproteksi konten vulgar di media digital.

“Saya menemukan perpaduan antara linguistik dan artificial intelligence yang dapat membantu masyarakat, orang tua, serta pemangku kebijakan dalam memproteksi konten vulgar maupun pornografi, khususnya yang muncul melalui lagu dangdut di media sosial,” tuturnya.

Ia berharap hasil penelitiannya dapat dikembangkan menjadi aplikasi yang bisa diakses masyarakat luas. “Harapannya, penelitian ini dapat diimplementasikan dalam bentuk aplikasi yang bisa digunakan secara aktif untuk melindungi masyarakat dari eksploitasi di media sosial,” ujarnya.

Terkait pengukuhan sebagai guru besar, Dewi menyampaikan tanggung jawab yang diemban semakin besar. Ia berkomitmen untuk terus membimbing dan mendorong generasi muda agar mampu melahirkan karya-karya akademik yang berdampak luas. 

“Sebagai profesor, saya memiliki tanggung jawab untuk mengasah, mengasihi, dan membina para akademisi muda agar terus berkembang,” ujarnya.

Ketua Pembina YPPP Veteran Sukoharjo, Bambang Margono, dalam sambutannya menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk mendukung kemajuan institusi. Ia menyampaikan perkembangan teknologi perlu direspons secara adaptif agar mampu meningkatkan kualitas layanan dan kinerja organisasi.

“Teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana strategis dalam mempercepat pencapaian tujuan institusi,” kata Bambang. Ia juga menguraikan pentingnya kolaborasi sebagai kunci membangun institusi yang kuat melalui sinergi potensi internal dan eksternal.

Di akhir sambutannya, Bambang mengajak seluruh pihak menjaga kebersamaan serta meningkatkan kontribusi positif bagi kemajuan institusi. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak dan berharap seluruh program dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Peringatan Dies Natalis ke-58 ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen Univet Bantara Sukoharjo dalam meningkatkan kualitas pendidikan, inovasi, serta kontribusi nyata bagi bangsa di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. (Sofyan)


Baca juga: Mahasiswa DKV ISI Surakarta Lolos Pameran Internasional di Turki, Angkat Isu Krisis Iklim Lewat Poster


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top