ASBF Wonogiri Kolaborasi Bersama UMKM, KADIN dan Gradasi Bagikan 350 Paket Takjil di Ngadirojo

Print Friendly and PDF

Pembagian takjil kepada para pengendara motor.


ASBF Wonogiri Kolaborasi Bersama UMKM, KADIN dan Gradasi Bagikan 350 Paket Takjil di Ngadirojo

Wonogiri – majalahlarise.com - Komunitas ASBF (Asia Small Business Federation) Wonogiri bersama pelaku UMKM, KADIN Kabupaten Wonogiri dan Gradasi Wonogiri menggelar aksi sosial pembagian 350 paket takjil kepada para pengendara di sekitar perempatan lampu merah Pasar Ngadirojo, Sabtu (28/2/2026).

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, ratusan paket yang terdiri dari 150 nasi kotak dan 200 paket snack serta minuman habis dalam waktu kurang dari satu jam. Usai kegiatan, seluruh peserta melanjutkan buka puasa bersama di Soto Rempah Bu Siti sebagai wujud kebersamaan lintas komunitas.

Ketua ASBF Wonogiri, Karsi menyampaikan komunitas UMKM yang tergabung dalam wadah tersebut bersyukur atas dukungan berbagai pihak yang selama ini membantu keberlangsungan kegiatan. Ia menguraikan jumlah anggota yang besar belum sepenuhnya diimbangi kekuatan pendanaan, sehingga selama ini kegiatan berjalan secara swadaya melalui iuran bersama hingga pengadaan alat dan bahan pelatihan secara mandiri. 


“Dalam dua tahun terakhir, kami terus menggerakkan anggota agar tetap aktif dan maju bersama melalui program rutin setiap bulan. Tantangan masih ada, terutama dalam proses kurasi dan kesiapan produk agar memenuhi standar pasar. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan momentum Ramadan menjadi penguat semangat kolaborasi. Menurutnya, UMKM tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga membangun nilai moral dan kepedulian sosial. 

“Kami ingin mengubah pola pikir dari sekadar mendapat apa menjadi memberi manfaat apa. Kami yakin setiap kebaikan tidak akan sia-sia, rezeki bisa datang dari berbagai arah,” katanya. 

Karsi juga membagikan kisah perjuangan pribadi yang pernah mengalami kegagalan berulang, kesulitan ekonomi, hingga kehilangan modal akibat musibah. Namun melalui ketekunan dan dukungan pelatihan pemerintah saat pandemi, ia mampu bangkit hingga menjadi pemasok beras. 

“Kuncinya tidak mengeluh, terus bersyukur, dan memperbaiki niat dalam berusaha,” jelasnya.

Ketua panitia, Sarmidi menuturkan kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bersama. Ia mengingatkan pentingnya tindakan cerdas dengan menghadirkan manfaat bagi sesama. 

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Jangan takut berbagi, karena Allah akan mengganti dengan yang lebih besar. Semua aktivitas juga harus diniatkan untuk mencari ilmu,” tuturnya. 

Ia juga menguraikan puasa tidak hanya menyehatkan secara fisik, tetapi memperkuat kesabaran, keikhlasan, serta membuka ruang terkabulnya doa.

Perwakilan Dinas Perdagangan KUKM Kabupaten Wonogiri, Nugroho menyampaikan apresiasinya kepada ASBF telah menunjukkan kemandirian dalam menginisiasi pembiayaan berbagai kegiatan. Ia menjelaskan dukungan anggaran tahun ini cukup terbatas, sehingga diperlukan diskusi bersama jika ingin menggelar agenda besar seperti peringatan hari jadi. 

“Silakan jika ada gagasan, kita bahas bersama termasuk skema pembiayaannya. Setelah Lebaran juga akan ada pelantikan pengurus yang melibatkan para pendukung UMKM,” katanya.

Sementara itu, perwakilan KADIN Kabupaten Wonogiri, Trianto Hery Suryono mengatakan kolaborasi kegiatan di wilayah Ngadirojo menjadi langkah pemerataan manfaat pembangunan. 

“Selama ini kegiatan banyak terpusat di kota. Wilayah seperti Ngadirojo, Jatisrono, Batuwarno, Pracimantoro hingga Giriwoyo perlu mendapat perhatian yang sama. Sinergi ini penting agar dampaknya dirasakan seluruh masyarakat,” ujarnya. 

Ia juga menguraikan rencana masuknya investasi perusahaan air mineral pada 2026 yang diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah serta kesejahteraan warga.

Ketua Gradasi Wonogiri, Sukesti menjelaskan program donasi yang dirintis sejak tahun lalu dirancang agar satu kali donasi dapat mendukung lima kegiatan sekaligus, mulai dari tebus sembako murah hingga pemeriksaan kesehatan gratis.

“Seluruh donasi kami salurkan kepada yang berhak menerima. Ke depan masih ada pembagian sembako ke pondok pesantren di wilayah Baturetno dari sisa dana yang terkumpul,” jelasnya.

Melalui semangat sinergi, aksi berbagi takjil ini tidak hanya menghadirkan kebahagiaan menjelang berbuka puasa, tetapi juga memperkuat kolaborasi antar komunitas, pemerintah, dan dunia usaha dalam mendorong kebangkitan UMKM Wonogiri agar semakin berdaya dan berkelanjutan. (Sofyan)


Baca juga: Safari Ramadhan PDM Boyolali 1447 H Hadir di SD Muhammadiyah PK Banyudono, Menguatkan Sinergi Dakwah dan Filantropi


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top