Wonogiri Diguncang Gempa Magnitudo 6,5, SMA Negeri 1 Manyaran Alami Kerusakan Ringan

Print Friendly and PDF

Plafon yang ambrol di hall sekolah.


Wonogiri Diguncang Gempa Magnitudo 6,5, SMA Negeri 1 Manyaran Alami Kerusakan Ringan

Wonogiri – majalahlarise.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Wonogiri dan sekitarnya pada Kamis dini hari, 6 Februari 2026, pukul 01.06.11 WIB. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di koordinat 8,98 Lintang Selatan dan 111,17 Bujur Timur atau sekitar 89 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 10 kilometer.

Getaran gempa dirasakan cukup keras oleh masyarakat Wonogiri. Dampak gempa tersebut salah satunya dirasakan di SMA Negeri 1 Manyaran Wonogiri, yang mengalami kerusakan ringan pada sejumlah bagian bangunan sekolah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMA Negeri 1 Manyaran, Yoyong Anang Purwoko, saat ditemui di sekolah, menguraikan kondisi bangunan pascagempa. Ia mengatakan beberapa fasilitas sekolah mengalami kerusakan.

“Di ruang guru ada beberapa plafon yang ambrol, jebol. Kemudian ruang waka juga, kemudian hall. Genting di gedung ruang guru dan kepala sekolah melorot, banyak yang melorot dan banyak yang pecah,” ujar Yoyong.

Perbaikan genting atap gedung sekolah pasca gempa.

 

Meski terdapat kerusakan di beberapa titik, Yoyong menyampaikan kondisi ruang kelas relatif aman. Ia mengatakan gempa tidak menimbulkan kerusakan berarti pada ruang belajar siswa.

“Untuk kelas alhamdulillah aman, tidak ada kendala, tidak ada kerusakan-kerusakan yang berarti,” katanya.

Terkait penanganan awal, pihak sekolah akan melakukan perbaikan dengan memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Yoyong menjelaskan dana tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan bangunan.

“Nanti kita akan menggunakan pemeliharaan dana BOS untuk rehab ringan. Masuk rehab ringan-sedang,” jelasnya.

Selain itu, Yoyong juga menyampaikan harapan adanya dukungan dari dinas terkait untuk perbaikan jangka panjang, khususnya pada bagian atap bangunan sekolah.

“Kalau bisa mungkin dari dinas induk bisa memberikan revitalisasi bantuan rehab untuk atap, karena gedung ini dari tahun 1993 belum pernah mengalami renovasi atau rehabilitasi, terutama di atap,” tuturnya.

Hingga saat ini, pihak sekolah terus melakukan pemantauan kondisi bangunan dan memastikan lingkungan sekolah tetap aman, sambil menunggu tindak lanjut perbaikan serta dukungan dari instansi terkait. (Sofyan)


Baca juga: KL Lazismu SD Muhammadiyah PK Solo Raih Lazismu Solo Award 2025


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top