LPPM Universitas Veteran Bangun Nusantara Gelar PMKBI 2026, Latih Siswa SDN 1 Jombor Membaca dan Menulis Aksara Jawa

Print Friendly and PDF

R. Adi Deswijaya, S.S., M.Hum. saat menyampaikan materi pelatihan membaca dan menulis aksara Jawa.


LPPM Universitas Veteran Bangun Nusantara Gelar PMKBI 2026, Latih Siswa SDN 1 Jombor Membaca dan Menulis Aksara Jawa

SUKOHARJO – majalahlarise.com - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Veteran Bangun Nusantara kembali merealisasikan salah satu program kerja Pengabdian kepada Masyarakat Kompetitif Bidang Ilmu (PMKBI) tahun 2026 melalui kegiatan pelatihan membaca dan menulis aksara Jawa bagi siswa kelas 5 SDN 1 Jombor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (11/2/2026) pukul 09.00–11.30 WIB tersebut dari Tim Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah FKIP dipimpin Ketua Tim, R. Adi Deswijaya, S.S., M.Hum., bersama anggota tim Dr. Agus Efendi, M.Sn., Tri Widiatmi, S.Pd., M.Pd., Harsono, S.S., M.Hum., serta Pradnya Paramita Hapsari, S.S., M.Pd dan dibantu dua mahasiswa dari Prodi PBSD. Sebanyak 30 siswa kelas 5 mengikuti pelatihan dengan antusias, didampingi sejumlah guru.

Ketua Tim, R. Adi Deswijaya menyampaikan kegiatan ini dirancang sebagai solusi atas kesulitan siswa sekolah dasar dalam memahami aksara Jawa yang selama ini dianggap rumit. Tim menghadirkan metode pembelajaran inovatif melalui media kartu bergambar, sehingga siswa dapat mengeja aksara melalui visualisasi gambar yang menarik.

“Pendekatan visual melalui kartu bergambar membantu siswa memahami pola aksara Jawa secara lebih sederhana. Kami juga memberikan penjelasan inti pada bagian-bagian yang sering membuat anak keliru saat membaca maupun menulis,” ujarnya.

Penyerahan media pembelajaran berupa kartu “Kwartet Aksara Jawa Prasaja” guna membantu siswa menghafal, membaca, dan menulis aksara Jawa secara menyenangkan.


Selain meningkatkan kemampuan literasi budaya, pelatihan ini juga menjadi bentuk persiapan siswa menghadapi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang rutin diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah setiap tahun. Dalam ajang tersebut, terdapat tujuh mata lomba, meliputi membaca dan menulis aksara Jawa (nulis lan maca aksara Jawa), mendongeng (ndongeng), berpidato (sesorah), menulis cerkak (nulis cerkak), membaca geguritan (maca geguritan), nembang macapat, dan komedi tunggal (ndhagel ijen).

Pemilihan siswa kelas 5 dinilai strategis. Saat FTBI digelar pada akhir tahun, para peserta telah duduk di kelas 6 sehingga materi aksara Jawa telah diterima secara lengkap sesuai kurikulum.

Kegiatan ini juga merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek Pengabdian kepada Masyarakat. Sebagai luaran program, tim menyusun buku saku aksara Jawa yang dirancang praktis dan mudah dipahami siswa sekolah dasar. Selain itu, diserahkan pula media pembelajaran berupa kartu “Kwartet Aksara Jawa Prasaja” guna membantu siswa menghafal, membaca, dan menulis aksara Jawa secara menyenangkan.

Melalui pelatihan ini, LPPM Univet Bantara berharap siswa tidak lagi memandang aksara Jawa sebagai pelajaran sulit, melainkan sebagai warisan budaya yang membanggakan dan layak dilestarikan sejak usia dini. (Sofyan)


Baca juga: Ratusan Warga Kalitengah Klaten Berebut Uang Koin dalam Tradisi Sadranan Jelang Ramadan


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top